{"id":457813,"date":"2025-08-25T21:55:42","date_gmt":"2025-08-25T14:55:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=457813"},"modified":"2025-08-25T22:10:22","modified_gmt":"2025-08-25T15:10:22","slug":"peran-arsip-aceh-dan-zulkifli-m-ali-di-balik-bintang-jasa-utama-untuk-nyak-sandang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/25\/peran-arsip-aceh-dan-zulkifli-m-ali-di-balik-bintang-jasa-utama-untuk-nyak-sandang\/","title":{"rendered":"Peran Arsip Aceh dan Zulkifli M Ali di Balik Bintang Jasa Utama untuk Nyak Sandang"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"226\" data-end=\"464\"><strong>BANDA ACEH<\/strong> &#8211; Penganugerahan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto kepada Tengku Nyak Sandang bin Lamuding pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Sabtu (17\/8\/2025), menyimpan kisah panjang yang berawal dari sebuah arsip di Aceh.<\/p>\n<p data-start=\"466\" data-end=\"793\">Nyak Sandang, pria berusia 97 tahun asal Lamno, Aceh Jaya, merupakan sosok penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia mengorbankan harta pribadinya berupa tanah dan emas untuk pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, pada 1948. Pesawat inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia.<\/p>\n<p data-start=\"795\" data-end=\"1176\">Namun, peran Nyak Sandang sempat tenggelam dalam ingatan publik. Hingga akhirnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh kala itu, Zulkifli M Ali, melakukan pencarian pertama terhadap dokumen obligasi Seulawah RI-001. Bersama tim arsiparis, ia menemukan bahwa Nyak Sandang masih menyimpan obligasi asli tertanggal 9 Oktober 1950 di kediamannya di Desa Lheut, Aceh Jaya.<\/p>\n<p data-start=\"1178\" data-end=\"1608\">\u201cIni bukti otentik cinta rakyat Aceh kepada NKRI. Dokumen ini harus diselamatkan agar tidak hilang ditelan zaman,\u201d kata Zulkifli saat berkunjung ke rumah Nyak Sandang. Ia menilai obligasi tersebut bukan sekadar kertas, melainkan jembatan yang menghubungkan generasi. \u201cSiapa sangka selembar obligasi yang dijaga seorang warga desa akhirnya mengantarkan pemiliknya ke Istana Negara. Inilah kekuatan arsip,\u201d ujarnya dalam refleksi.<\/p>\n<p data-start=\"1610\" data-end=\"1912\">Berangkat dari temuan itulah, perhatian publik kembali tertuju pada jasa besar Nyak Sandang. Zulkifli juga mendorong agar pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada sang pejuang. Jalur itu akhirnya sampai ke Istana Merdeka, ditandai dengan penganugerahan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo.<\/p>\n<p data-start=\"1914\" data-end=\"2228\">Di balik penghargaan kenegaraan itu, Nyak Sandang masih menyimpan harapan sederhana: menunaikan ibadah haji di sisa usianya. Meski rumah dan desanya pernah luluh lantak diterjang tsunami 26 Desember 2004, ia tetap berhasil menjaga dokumen obligasi itu sebagai bukti nyata pengorbanan rakyat Aceh untuk Indonesia.<\/p>\n<p data-start=\"2230\" data-end=\"2540\">Kini publik menilai, penghargaan negara kepada Nyak Sandang tidak hanya menjadi bentuk penghormatan pribadi, tetapi juga pengakuan resmi atas kontribusi rakyat Aceh dalam sejarah perjuangan bangsa. Dari sebuah arsip di Aceh, jejak perjuangan itu mengantarkan seorang warga desa ke panggung tertinggi penghargaan kenegaraan.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/457813?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Penganugerahan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto kepada Tengku Nyak Sandang bin Lamuding pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Sabtu (17\/8\/2025), menyimpan kisah panjang yang berawal dari sebuah arsip di Aceh. Nyak Sandang, pria berusia 97 tahun asal Lamno, Aceh Jaya, merupakan sosok penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia mengorbankan harta pribadinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":457814,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[325997,282967,324522],"series":[],"class_list":["post-457813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-nyak-sandang","tag-presiden-prabowo","tag-zulkifli-m-ali"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/457813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=457813"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/457813\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/457814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=457813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=457813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=457813"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=457813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}