{"id":459275,"date":"2025-08-30T21:50:58","date_gmt":"2025-08-30T14:50:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=459275"},"modified":"2025-08-30T23:42:51","modified_gmt":"2025-08-30T16:42:51","slug":"prabowo-dan-demonstrasi-jakarta-antara-warisan-krisis-dan-ujian-legitimasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/30\/prabowo-dan-demonstrasi-jakarta-antara-warisan-krisis-dan-ujian-legitimasi\/","title":{"rendered":"Prabowo dan Demonstrasi Jakarta, Antara Warisan Krisis dan Ujian Legitimasi"},"content":{"rendered":"<p><span class=\"dropcap\">T<\/span>RAGEDI kematian <a title=\"Affan Kurniawan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/affan-kurniawan\/\">Affan Kurniawan<\/a>, seorang <a title=\"driver ojek online\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/driver-ojek-online\/\">driver ojek online<\/a> yang tewas digilas kendaraan taktis <a title=\"Brimob\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/brimob\/\">Brimob<\/a> saat demonstrasi di depan DPR RI pada 28 Agustus 2025, menjadi luka baru dalam sejarah demokrasi Indonesia.<\/p>\n<p>Affan bukan sekadar korban individual, tetapi simbol rakyat kecil yang tersapu oleh pusaran politik, kebijakan yang timpang, dan aparat yang brutal.<\/p>\n<p>Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di rumah duka patut diapresiasi: ia menandai bahwa negara berempati, meminta maaf secara terbuka, dan tidak menolerir kekerasan aparat.<\/p>\n<p>Namun, di balik pelukan dan janji investigasi, tersimpan persoalan struktural yang jauh lebih dalam.<\/p>\n<p>Demonstrasi besar di Jakarta sebenarnya telah berlangsung sejak 25 Agustus 2025.<\/p>\n<p>Ribuan massa dari berbagai elemen\u2014mahasiswa, buruh, pelajar, hingga komunitas ojol\u2014menyuarakan sembilan tuntutan, mulai dari pembubaran DPR, transparansi kenaikan gaji anggota dewan, hingga penghentian proyek penulisan ulang sejarah nasional.<\/p>\n<p>Aksi yang awalnya damai berubah menjadi ricuh ketika massa membakar pos polisi dan terlibat bentrokan dengan aparat, menyebabkan transportasi umum lumpuh, tol dalam kota macet, hingga kerugian ekonomi nyata: rupiah melemah hampir 1%, IHSG anjlok 2%, sekolah terpaksa membubarkan siswa lebih awal, dan perbankan menerapkan kerja dari rumah.<\/p>\n<p>Dalam teori konflik Lewis Coser, demonstrasi seperti ini adalah ekspresi dari ketegangan laten akibat distribusi ketidakadilan yang timpang. Ketidakpuasan publik yang menumpuk tidak hilang begitu saja, melainkan menunggu momentum untuk meledak.<\/p>\n<p>Peristiwa Affan Kurniawan hanyalah pemicu, bukan penyebab utama. Ia ibarat percikan yang menyulut tumpukan kekecewaan panjang terhadap elit politik, kebijakan yang tidak pro rakyat, serta lemahnya institusi negara dalam menjamin keadilan sosial.<\/p>\n<p>Prabowo, dalam hal ini, bukan pencipta masalah. Ia sedang memanen \u201cwarisan krisis\u201d dari rezim sebelumnya, khususnya era kepemimpinan Jokowi yang meninggalkan banyak bom waktu kebijakan.<\/p>\n<p>Dalam konsep <em>path dependence<\/em>, arah kebijakan hari ini tidak bisa dipisahkan dari jalan panjang yang sudah ditempuh sebelumnya.<\/p>\n<p>Pilihan-pilihan politik di masa lalu membentuk keterbatasan ruang gerak pemerintahan sekarang.<\/p>\n<p>Artinya, Prabowo kini menjadi \u201ckorban sejarah\u201d yang dipaksa menanggung konsekuensi kebijakan lama.<\/p>\n<p>Namun, fakta lain juga tidak bisa diabaikan. Max Weber menegaskan bahwa legitimasi negara bertumpu pada monopoli penggunaan kekerasan yang sah.<\/p>\n<p>Tetapi ketika aparat bertindak brutal hingga merenggut nyawa rakyat, maka yang muncul bukan legitimasi, melainkan delegitimasi.<\/p>\n<p>Kematian Affan menegaskan bahwa aparat kepolisian gagal menjalankan mandat konstitusional, dan justru mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah yang baru seumur jagung.<\/p>\n<p>Kecurigaan politik pun bermunculan. Ada suara-suara yang menyebut kerusuhan ini bukan spontanitas murni, melainkan desain politik dari \u201clingkaran Solo\u201d\u2014geng lama rezim Jokowi\u2014untuk melemahkan legitimasi Prabowo.<\/p>\n<p>Hipotesis ini memang belum terbukti, tetapi dalam kultur politik Indonesia yang sarat intrik, skenario semacam itu tidak mustahil.<\/p>\n<p>Yang jelas, apapun motifnya, rakyat kembali menjadi korban utama dari tarik-menarik elite.<\/p>\n<p>Kini, Prabowo menghadapi ujian besar. Ia bisa memilih dua jalan: pertama, mengulang pola lama dengan meredam protes lewat represi aparat; atau kedua, membuka kanal dialog, merombak kultur kepolisian, serta menata ulang kebijakan warisan rezim yang timpang.<\/p>\n<p>Sejarah Indonesia membuktikan, pemerintahan yang gagal mengelola konflik secara adil hanya akan mengundang siklus kerusuhan berulang.<\/p>\n<p>Empati personal di rumah duka sudah baik, tetapi belum cukup. Yang ditunggu rakyat adalah keberanian politik untuk mereformasi institusi yang brutal, menghapus kebijakan yang timpang, dan menjawab tuntutan keadilan sosial secara konkret.<\/p>\n<p>Tragedi Affan Kurniawan adalah alarm keras bagi negara. Ia menyingkap dua hal sekaligus: rapuhnya aparat keamanan dalam mengelola demonstrasi, dan beratnya beban warisan rezim yang kini dipikul Prabowo.<\/p>\n<p>Demonstrasi di Jakarta bukan sekadar persoalan hari ini, melainkan klimaks dari akumulasi ketidakadilan yang lama dibiarkan.<\/p>\n<p>Jika pemerintah gagal belajar dari tragedi ini, maka korban seperti Affan hanya akan menjadi nama lain dalam daftar panjang sejarah bangsa.<\/p>\n<p>Tetapi jika Prabowo berani mengambil langkah reformasi substantif, maka justru dari kematian Affan, lahir momentum perubahan menuju negara yang benar-benar berpihak pada rakyat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tragedi kematian Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tewas digilas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di depan DPR RI pada 28 Agustus 2025<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":459280,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"prabowo","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[37],"tags":[2081,5300,23626,307485,326157,326239,326240,326241],"series":[],"class_list":["post-459275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-prabowo-subianto","tag-prabowo","tag-brimob","tag-driver-ojek-online","tag-affan-kurniawan","tag-legitimasi-prabowo","tag-krisis-politik","tag-kematian-affan-kurniawan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/459275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=459275"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/459275\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/459280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=459275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=459275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=459275"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=459275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}