{"id":460753,"date":"2025-09-04T11:47:00","date_gmt":"2025-09-04T04:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/04\/gmni-tuntut-prabowo-runtuhkan-ketidakadilan-struktural-di-sektor-ekonomi\/"},"modified":"2025-09-05T01:12:47","modified_gmt":"2025-09-04T18:12:47","slug":"gmni-tuntut-prabowo-runtuhkan-ketidakadilan-struktural-di-sektor-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/04\/gmni-tuntut-prabowo-runtuhkan-ketidakadilan-struktural-di-sektor-ekonomi\/","title":{"rendered":"GMNI Tuntut Prabowo Runtuhkan Ketidakadilan Struktural di Sektor Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Kondisi perekonomian nasional saat ini hanya menguntungkan segelintir elite, meski pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen pada 2025.<\/p>\n<p>Pesan itu disampaikan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (<a title=\"GMNI\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gmni\/\">GMNI<\/a>) dalam menyikapi pertumbuhan ekonomi yang tidak dirasakan langsung oleh rakyat kecil.<\/p>\n<p>Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, menilai ketidakadilan struktural di sisi ekonomi sudah tidak dapat ditoleransi lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Ketidakadilan tidak lahir secara alamiah, melainkan dipelihara oleh sistem yang timpang, kebijakan yang tidak berpihak, serta birokrasi yang korup dan arogan,&#8221; tegasnya dalam keterangan resmi yang diterima Kamis, 3 September 2025.<\/p>\n<p>Lanjut Sujahri, dirinya merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan realitas yang kontras dengan angka pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Di mana, pekerja informal masih mendominasi dengan persentase 59,40 persen, sementara kesejahteraan buruh terus tergerus praktik outsourcing yang belum dihapus meski telah diputus inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi.<\/p>\n<p>Di kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Amir Mahfut, mempertanyakan makna pertumbuhan ekonomi yang tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>&#8220;Apa gunanya pertumbuhan ekonomi jika rakyat masih lapar, petani tercekik utang, guru honorer bergaji ratusan ribu, dan buruh dipaksa hidup dengan upah yang tidak manusiawi?&#8221; kritiknya.<\/p>\n<p>Hal ini terlihat nyata saat pejabat memamerkan kekayaan, lemahnya empati terhadap penderitaan rakyat, hingga maraknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik.<\/p>\n<p>&#8220;Bagaimana mungkin kita bicara Indonesia Emas 2045 jika guru masih lapar, sekolah masih roboh, dan rakyat kecil masih diperlakukan sebagai warga kelas dua?&#8221; tegas GMNI.<\/p>\n<p>Itu sebabnya, GMNI menuntut pemerintahan di bawah Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> segera meruntuhkan ketidakadilan struktural ekonomi dan mengembalikannya kepada prinsip Ekonomi Pancasila.<\/p>\n<p>Di satu sisi, GMNI juga menolak gerakan anarkis yang belakangan ini terjadi di beberapa daerah.<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 1146px; top: 88px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam menyikapi pertumbuhan ekonomi yang tidak dirasakan langsung oleh rakyat kecil.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":460754,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[427,32],"tags":[1420,2081,65395,86061,274908,326608,68],"series":[],"class_list":["post-460753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","category-ekonomi","tag-peristiwa","tag-prabowo-subianto","tag-sektor-ekonomi","tag-gmni","tag-berita","tag-ketidakadilan-struktural","tag-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/460753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=460753"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/460753\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/460754"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=460753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=460753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=460753"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=460753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}