{"id":462604,"date":"2025-09-11T01:01:00","date_gmt":"2025-09-10T18:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/11\/warna-simbol-perlawanan-ini-warna-yang-dipakai-cia-untuk-gulingkan-sejumlah-pemerintahan\/"},"modified":"2025-09-11T01:03:18","modified_gmt":"2025-09-10T18:03:18","slug":"warna-simbol-perlawanan-ini-warna-yang-dipakai-cia-untuk-gulingkan-sejumlah-pemerintahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/11\/warna-simbol-perlawanan-ini-warna-yang-dipakai-cia-untuk-gulingkan-sejumlah-pemerintahan\/","title":{"rendered":"Warna Simbol Perlawanan, Ini Warna yang Dipakai CIA untuk Gulingkan Sejumlah Pemerintahan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8211; Belakangan ini publik banyak menggunakan foto profil media sosialnya dengan filter warna pink, hijau, dan biru sebagai gerakan &#8220;17+8 Tuntutan Rakyat&#8221;.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, dilansir dari sinear Deddy Corbuzier di Jakarta, Rabu, 10 September 2025, mengatakan, warna ini sebagai simbol.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ya, sebenarnya enggak harus [selalu menggunakan] warna,&#8221; katanya disinggung soal CIA menggunakan parade warna untuk percobaan penggulingan atau penggulingan satu pemerintahan yang sah dengan istilah The CIA&#8217;s &#8220;Color Revolution&#8221; Hit Parade.\u00a0<\/p>\n<p>Beberapa penggunaan warna untuk percobaan penggulingan atau penggulingan sejumlah pemerintahan yang sah yang digunakan CIA, di antaranya Roses Revolution di Georgia tahun 2003 dan Orange Revolution di Ukraina tahun 2004.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Selanjutnya, Tulip Revolution di Kyrgyzstan, Orange Storm di Azerbeijan, dan Cedar Revolution di Lebanon pada tahun 2005.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Kemudian Green Revolution di Iran dan Grape Revolution di Moldova tahun 2009 serta Lotus Revolution di Mesir tahun 2011.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Ulta mengatakan, penggunaan warna ini merupakan simbol untuk mempersatukan semua elemen yang mempunyai berbagai kekesalan yang terpendam.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Mereka akan membuat simbol untuk mempersatukan semua yang mempunyai grievance,&#8221; ucapnya.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Ia lantas menyampaikan teori dari Ted Robert Gurr dalam bukunya &#8220;Why Men Rebel&#8221; atau Kenapa Orang Memberontak. Ted Gurr bilang, itu terjadi karena adanya relative deprivation.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Relative deprivation itu adalah ketika lo merasa bahwa lo itu tidak puas dan lo itu merasa miskin. Tapi sebenarnya lo enggak miskin,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Orang itu dibuat merasa miskin meskipun berkecukupan. Menurut Ulta, ini yang memicu publik marah ketika anggota DPR melakukan flexing dan joget-joget ketika mendapat kenaikan tunjangan.<\/p>\n<p>Ulah tersebut membuat rakyat murka, meskipun mungkin\u00a0<\/p>\n<p>masyarakat miskin banget dan sedang susah ini tidak terlalu banyak, misalnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Tapi dengan adanya gap [pendatan yang sangat curam] ini, gap yang tinggi sekali dan dipertontonkan, di situ ada muncul relative deprivation itu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Ulta, itu bisa jadi dimanfaatkan intelijen asing untuk menyulut relative deprivation. &#8220;Nah, inilah kesalahannya [oknum anggota DPR],&#8221; katanya.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Belakangan ini publik banyak menggunakan foto profil media sosialnya dengan filter warna pink, hijau, dan biru sebagai gerakan &#8220;17+8 Tuntutan Rakyat&#8221;. \u00a0 Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, dilansir dari sinear Deddy Corbuzier di Jakarta, Rabu, 10 September 2025, mengatakan, warna ini sebagai simbol.\u00a0 \u00a0 &#8220;Ya, sebenarnya enggak harus [selalu menggunakan] [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":462605,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-462604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/462604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=462604"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/462604\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/462605"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=462604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=462604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=462604"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=462604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}