{"id":464087,"date":"2025-09-18T07:27:00","date_gmt":"2025-09-18T00:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/18\/roy-suryo-sebut-kpu-komisi-pupupapa\/"},"modified":"2025-09-18T07:43:17","modified_gmt":"2025-09-18T00:43:17","slug":"roy-suryo-sebut-kpu-komisi-pupupapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/18\/roy-suryo-sebut-kpu-komisi-pupupapa\/","title":{"rendered":"Roy Suryo Sebut KPU Komisi Pupupapa"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211;<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a> dianggap tidak pernah melakukan verifikasi administrasi dan faktual terhadap pencalonan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> sejak menjadi Wali Kota Solo hingga presiden.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Roy Suryo selaku penggugat ijazah palsu <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> dalam acara Head to Head With Elvira dikutip dari kanal YouTube CNN Indonesia, Rabu malam, 17 September 2025.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Awalnya, Roy menyoroti Peraturan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a> Nomor 731\/2025 yang telah dicabut usai gaduh di publik.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKPU mempermalukan dirinya sendiri. Tapi ketika dia (KPU) mengoreksi, kita pun mengapresiasi, tapi tidak hanya cukup itu, sudah membuat gaduh kepada masyarakat, harusnya mundur. Pertanggungjawabannya adalah mundur. Jelas betul salah besar. Dia hanya untuk melindungi persyaratan nomor 12 tadinya, tujuannya kan itu, menyembunyikan ijazah dan STTB,\u201d ujar Roy.<\/p>\n<p>Lanjut mantan Politikus <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/demokrat\/\">Demokrat<\/a> itu, langkah KPU sangat membahayakan buat negeri ini.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cHampir saja terjadi desakan masyarakat me-Nepal-kan KPU. Mana ada, tidak ada kaitannya (dengan polemik ijazah Jokowi-Gibran), nggak mungkin,\u201d tegas dia.\u00a0<\/p>\n<p>Roy juga membeberkan konspirasi awal KPU mengeluarkan peraturan tersebut yang jelas menguntungkan Gibran.<\/p>\n<p>\u201cJadi sampai timbul singkatan KPU itu jangan-jangan Komisi Pupupapa (Fufufafa),\u201d selorohnya.\u00a0<\/p>\n<p>Tudingan Roy juga menyasar kepada UGM yang tidak pernah memberikan penjelasan secara ilmiah soal polemik ijazah palsu Jokowi.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJadi sebenarnya salah besar kalau kalimatnya kita mempermalukan (UGM). Mereka (UGM)\u00a0 mempermalukan dirinya sendiri. Jadi kalau UGM mau benar, harusnya UGM itu ilmiah, scientific dalam menggunakan metode-metode scientist dalam menyampaikan paparannya,\u201d tegas dia.<\/p>\n<p>Waketum Relawan BaraJP David Pajung sebelumnya telah menuding Roy Suryo dkk melakukan kebohongan publik sekaligus mendelegitimasi beberapa lembaga seperti UGM dan KPU dari tingkat kota (Solo), provinsi (DKI Jakarta) dan pusat.<\/p>\n<p>\u201cApa yang dilakukan kawan-kawan Mas Roy (Suryo) dan semua teman-teman ini pada satu sisi kita hargai sebagai bagian dari dinamika sosial-<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>. Tetapi pada sisi lain kita menyayangkan karena ini sudah masuk pada situasi-situasi yang saya bisa katakan ini pembohongan publik, karena semua lembaga-lembaga yang berkewenangan sudah menyatakan sesuatu yang berlawanan,\u201d ujar David<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;KPU dianggap tidak pernah melakukan verifikasi administrasi dan faktual terhadap pencalonan Joko Widodo sejak menjadi Wali Kota Solo hingga presiden. Hal itu disampaikan Roy Suryo selaku penggugat ijazah palsu Jokowi dalam acara Head to Head With Elvira dikutip dari kanal YouTube CNN Indonesia, Rabu malam, 17 September 2025.\u00a0\u00a0 Awalnya, Roy menyoroti Peraturan KPU [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":464088,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-464087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/464087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=464087"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/464087\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/464088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=464087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=464087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=464087"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=464087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}