{"id":464356,"date":"2025-09-19T11:50:00","date_gmt":"2025-09-19T04:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/19\/profil-yurike-sanger-istri-ketujuh-presiden-soekarno-yang-wafat-di-amerika\/"},"modified":"2025-09-19T11:51:19","modified_gmt":"2025-09-19T04:51:19","slug":"profil-yurike-sanger-istri-ketujuh-presiden-soekarno-yang-wafat-di-amerika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/19\/profil-yurike-sanger-istri-ketujuh-presiden-soekarno-yang-wafat-di-amerika\/","title":{"rendered":"Profil Yurike Sanger, Istri Ketujuh Presiden Soekarno yang Wafat di Amerika"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Kabar duka datang dari keluarga besar Bung Karno.<\/p>\n<p>Yurike Sanger, istri ketujuh Presiden pertama RI, Soekarno, meninggal dunia di Amerika Serikat, Rabu (17\/9\/2025) waktu USA.<\/p>\n<p>Ia tutup usia setelah berjuang melawan kanker payudara di San Gorgonio Memorial Hospital, California.<\/p>\n<p>Kabar berpulangnya Yurike disampaikan putranya, Yudhi Sanger, melalui unggahan di media sosial.<\/p>\n<p>Perempuan kelahiran Poso, Sulawesi Tengah, 22 Mei 1945 itu menutup usia di umur 80 tahun.<\/p>\n<p>Jenazahnya direncanakan akan dipulangkan ke Tanah Air dan disemayamkan di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Namun jadwal kepulangannya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Pernikahan dengan Bung Karno<\/h2>\n<p>Yurike pertama kali bertemu Presiden Soekarno pada 1963 ketika dirinya terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).<\/p>\n<p>Dari pengalaman itulah ia berkesempatan dekat dengan sang kepala negara.<\/p>\n<p>Setahun kemudian, tepatnya pada 6 Agustus 1964, Soekarno resmi mempersunting Yurike yang kala itu masih berstatus siswi di Sekolah Guru Pendidikan Jasmani (SGPD).<\/p>\n<p>Dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang putra bernama Yudhi Sanger.\u00a0<\/p>\n<p>Momen Yurike menjadi pengibar bendera ternyata menjadi titik balik besar dalam perjalanan hidupnya.<\/p>\n<p>Ketika menikah dengan Soekarno, Yurike memilih untuk berpindah keyakinan dan memeluk Islam sebagai wujud penghormatan kepada agama yang dianut suaminya.<\/p>\n<p>Namun, setelah rumah tangga mereka berakhir, ia kembali pada ajaran Kristen.<\/p>\n<p>Pernikahan Yurike dan Soekarno berlangsung selama sekitar empat tahun, hingga 1968.<\/p>\n<p>Setelah berpisah dari Soekarno, Yurike menikah kembali dengan seorang pria bernama Subekti, dan memiliki anak dari pernikahan keduanya, di antaranya Didi, Lita, Wahyu, dan Eka.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Hidup di Negeri Paman Sam<\/h2>\n<p>Usai berpisah, Yurike memilih jalannya sendiri.<\/p>\n<p>Ia hijrah dan menetap di Amerika Serikat, hidup jauh dari sorotan publik.<\/p>\n<p>Meski demikian, namanya tetap tercatat dalam sejarah perjalanan hidup Bung Karno.<\/p>\n<p>Kini, kepergian Yurike menutup salah satu lembar kisah keluarga besar Bung Karno.<\/p>\n<p>Sosoknya menjadi pengingat bahwa di balik riwayat panjang seorang proklamator, ada kisah pribadi yang tak kalah penting untuk dikenang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Kabar duka datang dari keluarga besar Bung Karno. Yurike Sanger, istri ketujuh Presiden pertama RI, Soekarno, meninggal dunia di Amerika Serikat, Rabu (17\/9\/2025) waktu USA. Ia tutup usia setelah berjuang melawan kanker payudara di San Gorgonio Memorial Hospital, California. Kabar berpulangnya Yurike disampaikan putranya, Yudhi Sanger, melalui unggahan di media sosial. Perempuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":464357,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-464356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/464356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=464356"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/464356\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/464357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=464356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=464356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=464356"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=464356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}