{"id":464587,"date":"2025-09-20T11:03:00","date_gmt":"2025-09-20T04:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/20\/terungkap-motif-penyebaran-video-anggota-dprd-ingin-rampok-uang-negara-si-wanita-ingin-dinikahi\/"},"modified":"2025-09-20T11:11:18","modified_gmt":"2025-09-20T04:11:18","slug":"terungkap-motif-penyebaran-video-anggota-dprd-ingin-rampok-uang-negara-si-wanita-ingin-dinikahi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/20\/terungkap-motif-penyebaran-video-anggota-dprd-ingin-rampok-uang-negara-si-wanita-ingin-dinikahi\/","title":{"rendered":"Terungkap Motif Penyebaran Video Anggota DPRD &#8216;Ingin Rampok Uang Negara&#8217;, Si Wanita Ingin Dinikahi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Anggota DPRD Provinsi Gorontalo bernama Wahyudin Moridu menjadi sorotan publik akibat pernyataannya dalam video yang viral.\u00a0<\/p>\n<p>Wahyudin merupakan Aleg DPRD Provinsi Gorontalo periode 2025-2031 dari yang mewakili dapil 6 yakni Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan mendulang suara sebanyak 5.654 saat Pemilihan Suara Ulang (PSU).<\/p>\n<p>Wahyudin viral lantaran mengucapkan kalimat kontroversial saat kondisi mabuk<\/p>\n<p>Video itu direkam oleh seorang wanita yang berada satu mobil dengannya<\/p>\n<p>Setelah dilakukan penelusuran, kini terungkap identitas wanita dalam video viral bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu.<\/p>\n<p>Wanita tersebut yang diduga merekam dan menyebarluaskan video saat bersama Wahyudin Moridu, anggota Fraksi PDI Perjuangan.<\/p>\n<p>Wanita berinisial FT alias Fadilah tersebut diduga sedang hamil dan minta pertanggungjawaban dinikahi namun ditolak.<\/p>\n<p>Eko Purnomo yang Sempat Dinyatakan Hilang, Ditemukan di Kalimantan Tengah<\/p>\n<p>Sehingga tersebarlah video tersebut.<\/p>\n<p>\u00a0Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo berencana akan memanggil FT untuk dimintai keterangan terkait video dan hubungannya dengan Wahyudin.<\/p>\n<p>Nama dan foto FT sudah beredar luas di media sosial.\u00a0<\/p>\n<p>Wahyudin Moridu telah dipanggil terkait viral videonya yang sesumbar mau menghabiskan uang negara dan memiskinkan negara saat perjalanan dinas ke Makassar.<\/p>\n<p>\u00a0Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo Umar Karim mengungkap sosok wanita bersama\u00a0 Wahyudin Moridu tersebut. &#8220;Inisial FT,&#8221; katanya usai konperensi pers di kantor DPRD Provinsi Gorontalo pada Jumat malam.<\/p>\n<p>Saat konperensi pers, Umar Karim mengakui besarnya respons masyarakat terkait video tersebut. Sehingga BK langsung menggelar rapat pada Jumat malam. &#8220;Ini bagian dari keseriusan badan kehormatan menyelasaikan permasalahan ini,&#8221; tegasnya<\/p>\n<p>\u00a0Politisi Partai <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nasdem\/\">NasDem<\/a> ini menyebut kendati wahyudin sudah mengakui video tersebut tapi badan kehormatan memiliki mekanisme dalam mengambil keputusan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sudah sepakat, minggu depan kasus ini masuk persidangan badan kehormatan dan minggu depan juga putusan badan kehormatan akan dibacakan. dalam artian sederhana, akan ada percepatan penyelesaian permasalahan ini,&#8221; janjinya<\/p>\n<p>Katanya, kendati Wahyudin sudah mengakuinya, badan kehormatan tetap menjunjung asas hukum praduga tak bersalah.<\/p>\n<p>&#8220;Kami meminta kepada rakyat khususnya di Gorontalo, beri kesempatan kepada badan kehormatan dan mohon untuk beberapa saat ini bersabar. Percayalah badan kehormatan akan objektif menyelesaikan permasalahan ini berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><b>Dibawa ke sidang paripurna<\/b><\/p>\n<p>Ketua (BK) DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama mengatakan badan kehormatan akan segera bersidang dan hasilnya akan dibawa ke sidang paripurna pekan depan.<\/p>\n<p>&#8220;Bisa saja kita akan mengundang perempuan itu (FT). Apa tujuan dia memviralkan itu?,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Pengakuan Wahyudin ke BK, perempuan berinisial FT yang menyebarkan video tersebut.<\/p>\n<p>\u00a0&#8220;Penjelasan yang bersangkutan (Wahyudin), perempuan (FT) tersebut minta dinikahi,&#8221;jelasnya<\/p>\n<p>Fikram menyebut sebelum video viral, Wahyudin pernah dihubungi FT.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dia ngotot minta dinikahi, pada prinsipnya mereka ada hubungan. Saya tidak hugel (selingkuhan), istri sirinya, saya tidak tau,&#8221; kata dia<\/p>\n<p>Katanya, badan kehormatan akan meminta data ke pimpinan dewan yang menyetujui perjalanan dinas perorangan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Ada potensi (pemecatan), yang jelas apa yang diucapkan dalam video tersebut sangat berat karena sudah menyebut negara kita miskinkan negara,&#8221;katanya<\/p>\n<p>Fikram Salilama mengungkapkan Wahyudin mengakui dirinya dalam video viral tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Dia menjawab nanti hari ini beliau (Wahyu) tau,&#8221; jelasnya<\/p>\n<p>Di hadapan BK, Wahyudin mengaku tidak mengatahui ucapan dan video tersebut.<\/p>\n<p>Saat itu dia dalam kondisi mabuk.<\/p>\n<p>&#8220;Sejak malam sampai besok pagi ke bandara (Djalaluddin Gorontalo), masih kondisi tidak sadar, artinya dalam keadaan mabuk,&#8221; ungkapnya dalam\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0Fikram menyebut aturan melarang BK mengungkap hasil pemeriksaan, namun kali ini diungkap atas persetujuan Wahyudin.<\/p>\n<p>&#8220;Intinya yang bersangkutan menyampaikan bahwa dia dalam keadaan tidak sadar dan dia tidak mengetahui itu divideo (rekam),&#8221; jelasnya<\/p>\n<p>Fikram Salilama mengungkap pengakuan Wahyudin bahwa peristiwa dalam video terjadi pada Juni 2025.<\/p>\n<p>&#8220;Kami masih harus kroscek ke ketua komisi I dan pimpinan dewan, apakah perjalanan itu yang bersangkutan melaksanakan tugas ke Makassar,&#8221;\u00a0 kata Politisi Partai Golkar ini<\/p>\n<p>Fikram menegaskan kemungkinan perjalanan dinas dilakukan pada Juni karena DPRD tidak melakukan perjalanan dinas pada September.<\/p>\n<p>&#8220;Dia sampaikan bulan Juni,&#8221; ucapnya<\/p>\n<p>Wahyudin Moridu terpilih dalam pemungutan suara ulang (PSU) <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pileg\/\">Pileg<\/a> 2024 dari daerah pemilihan Provinsi Gorontalo 6 yakni Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.<\/p>\n<p>Wahyudin Moridu adalah anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Gorontalo.\u00a0<\/p>\n<p>Dapil Gorontalo 6 memperebutkan 11 kursi, 2 di antaranya menjadi milik PDI Perjuangan termasuk Wahyudin Moridu\u00a0<\/p>\n<p>Wahyudin Moridu awalnya berada di posisi ketiga dengan 5.262 suara dalam pileg 14 Februari.<\/p>\n<p>Namun, hasil pileg dapil Gorontalo 6 digugat ke MK dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a> Provinsi Gorontalo diperintahkan menggelar PSU.\u00a0<\/p>\n<p>Hasil PSU, Wahyudin Moridu menempati posisi kedua dengan 5.654 suara.<\/p>\n<p>Wahyudin Moridu adalah anak mantan Bupati Boalemo Darwis Moridu dan ibunya, anggota DPRD\u00a0 Boalemo 3 periode.<\/p>\n<p>Wahyudin Moridu masih berusia 29 tahun, dia anggota termuda di DPRD Provinsi Gorontalo<\/p>\n<p>Viral Video Anggota DPRD Provinsi Gorontalo<\/p>\n<p>Video beredar itu diambil dalam sebuah mobil Sport Utility Vehicle (SUV). Video tersebut diduga direkam beberapa bulan lalu.\u00a0<\/p>\n<p>Video direkam oleh seorang wanita yang tampak duduk di sampingnya.<\/p>\n<p>Dalam cuplikan video yang beredar, Wahyudin sesumbar akan merampok uang negara<\/p>\n<p>Tampaknya mereka di jalan menuju Bandara Djalaluddin Gorontalo. Dalam video dia menyebutkan dalam perjalanan menuju ke Makassar.<\/p>\n<p>Wahyudin mengaku jika perjalanannya ini dibiayai negara.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Aman negara. Makassar kita ji. Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara,&#8221; sambil tertawa bersama sang wanita.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kita rampok ajah uang negara ini kan. Kita habiskan ajah, biar negara ini makin miskin,&#8221; ucap ia lagi sambil tertawa.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ini membawa hugel (hubungan gelap-selingkuhan) langsung ke Makasar menggunakan uang negara. Siapa ji Wahyudin Moridu,&#8221; katanya.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, nanti 2031 berenti, masih lama,&#8221; katanya tertawa dan menekan klakson mobil<\/p>\n<p><b>Wahyudin Moridu Minta Maaf<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Wahyudin Moridu, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo minta maaf setelah video dirinya viral di media sosial (medsos).\u00a0<\/p>\n<p>Melalui akun FB pribadinya, Wahyudin mengakui jika dirinya salah.<\/p>\n<p>Bahkan mengakui jika apa yang dipertontonkan tak mencerminkan etika seorang pejabat publik.\u00a0<\/p>\n<p>Karena itu, ia pun dengan besar hati menerima ocehan apapun dari para netizen dan masyarakat atas perilakunya.\u00a0<\/p>\n<p>Tak cuma minta maaf, Wahyudin juga menyampaikan jika sebetulnya ia tak bermaksud demikian.\u00a0<\/p>\n<p>Permintaan maaf tak cuma untuk ungkapkan ke masyarakat, namun pendukung hingga keluarganya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Anggota DPRD Provinsi Gorontalo bernama Wahyudin Moridu menjadi sorotan publik akibat pernyataannya dalam video yang viral.\u00a0 Wahyudin merupakan Aleg DPRD Provinsi Gorontalo periode 2025-2031 dari yang mewakili dapil 6 yakni Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan mendulang suara sebanyak 5.654 saat Pemilihan Suara Ulang (PSU). Wahyudin viral lantaran mengucapkan kalimat kontroversial saat kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":464588,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-464587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/464587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=464587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/464587\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/464588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=464587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=464587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=464587"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=464587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}