{"id":465531,"date":"2025-09-24T17:22:00","date_gmt":"2025-09-24T10:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/24\/viral-tulisan-akademisi-ipb-university-kualifikasi-pendidikan-gibran-cuma-tamatan-sd\/"},"modified":"2025-09-24T20:31:42","modified_gmt":"2025-09-24T13:31:42","slug":"viral-tulisan-akademisi-ipb-university-kualifikasi-pendidikan-gibran-cuma-tamatan-sd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/24\/viral-tulisan-akademisi-ipb-university-kualifikasi-pendidikan-gibran-cuma-tamatan-sd\/","title":{"rendered":"Viral Tulisan Akademisi IPB University: Kualifikasi Pendidikan Gibran Cuma Tamatan SD"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Tulisan dosen IPB University, Dr. Meilanie Buitenzorgy yang mengupas riwayat pendidikan Wakil Presiden (Wapres) <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> viral di media sosial.<\/p>\n<p>Dia mempersoalkan riwayat pendidikan Putra Sulung Presiden RI ke-7, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> itu. Dia bahkan menyebut &#8216;kualifikasi pendidikan Gibran cuma tamatan SD&#8217;.<\/p>\n<p>Tak pelak, tulisan akademisi lulusan S1 IPB dan peraih gelar PhD dari University of Sydney, Australia tersebut langsung menimbulkan perdebatan.<\/p>\n<p>Dr. Meilanie mempertanyakan keabsahan penyetaraan ijazah luar negeri milik Gibran. Diketahui, ijazah itu menjadi dasar baginya untuk mendaftar sebagai calon wakil presiden bersama <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>.<\/p>\n<p>Dia berpendapat, penyetaraan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) yang menyatakan pendidikan Gibran setara SMK kelas XII seharusnya tidak sah atau batal demi hukum.<\/p>\n<p>Sebab, kata dia, UTS Insearch tempat Gibran menempuh pendidikan bukanlah sebuah sekolah menengah atas yang berhak mengeluarkan sertifikat kelulusan resmi (high school leaving certificate).<\/p>\n<p>Kata dia, UTS Insearch merupakan program persiapan atau matrikulasi untuk masuk universitas. Dia menyampaikan hal itu merujuk pada Peraturan Mendikbudristek No. 50 Tahun 2020.<\/p>\n<p>&#8220;Penyetaraan hanya berlaku untuk ijazah pendidikan dasar\/menengah dalam sistem asing yang diakui sebagai school leaving certificate resmi,\u201d tulis Meilanie mengutip Rabu, 24 September 2025.<\/p>\n<p>Bahkan, Dr. Meilanie berani melampirkan ijazah SMA anaknya yang lulus dari Elizabeth Macarthur High School di Australia. Dimana, dalam sertifikat tersebut tercantum nama &#8220;High School&#8221;.<\/p>\n<p>Selain itu, dia juga mengupas pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School (OPSS), Singapura.<\/p>\n<p>OPSS, kata dia, hanya menyelenggarakan pendidikan setara kelas 7 hingga 10 di Indonesia, atau setara SMP ditambah satu tahun.<\/p>\n<p>Menempuh pendidikan OPPS, lulusannya akan mendapatkan sertifikat GCE O-Level.<\/p>\n<p>Siswa Singapura yang hendak kuliah umumnya harus melanjutkan ke junior college untuk memperoleh sertifikat GCE A-Level. Sedangkan Gibran, kata dia, tidak memiliki sertifikat tersebut.<\/p>\n<p>Bahkan, jika Gibran punya sertifikat GCE O-Level, tetap perlu dicek nilai setiap mata pelajaran. Sebab, di Singapura tidak ada standar kelulusan minimum sebagaimana ijazah SMP Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, school leaving certificate dari Secondary School di Singapura adalah GCE O-Level Certificate,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cKalaupun Gibran punya sertifikat O-Level, bila banyak nilai di bawah standar, itu belum setara ijazah SMP Indonesia,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>&#8220;Di Indonesia, untuk mendapatkan ijazah sekolah menengah, siswa harus LULUS, memenuhi nilai minimum untuk semua mata pelajaran,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Sementara, sertifikat GCE Singapura baik O level maupun A level tidak mempersyaratkan nilai minimum.<\/p>\n<p>Menurut Meilanie, jika dalam sertifikat GCE O-Level tersebut banyak mata pelajaran yang tidak lulus atau nilainya di bawah standar minimal kelulusan SMP di Indonesia, maka sertifikat itu tidak bisa dianggap setara.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisisnya terhadap sistem pendidikan di Singapura, Australia, dan regulasi penyetaraan ijazah di Indonesia, Dr. Meilanie menyimpulkan bahwa kualifikasi pendidikan Gibran hanya tamat sekolah dasar (SD).<\/p>\n<p>&#8220;FIX, kualifikasi pendidikan Gibran cuma tamatan SD,&#8221; tandasnya.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulisan dosen IPB University, Dr. Meilanie Buitenzorgy yang mengupas riwayat pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka viral di media sosial<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":465532,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"gibran","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[60],"tags":[1420,15094,21948,56485,274908,327359,327360,327361,327362,68,327363,1338],"series":[],"class_list":["post-465531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-peristiwa","tag-ipb","tag-gibran","tag-sekolah-dasar","tag-berita","tag-akademisi-ipb-university","tag-kualifikasi-pendidikan","tag-pendidikan-gibran","tag-riwayat-pendidikan-gibran","tag-headline","tag-gibran-setara-tamatan-sd","tag-viral"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/465531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=465531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/465531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/465532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=465531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=465531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=465531"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=465531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}