{"id":465868,"date":"2025-09-25T18:49:00","date_gmt":"2025-09-25T11:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/25\/pengamat-kata-anjing-di-pidato-prabowo-tak-hanya-sindir-belanda\/"},"modified":"2025-09-25T19:58:50","modified_gmt":"2025-09-25T12:58:50","slug":"pengamat-kata-anjing-di-pidato-prabowo-tak-hanya-sindir-belanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/09\/25\/pengamat-kata-anjing-di-pidato-prabowo-tak-hanya-sindir-belanda\/","title":{"rendered":"Pengamat: Kata \u201cAnjing\u201d di Pidato Prabowo Tak Hanya Sindir Belanda"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Penggunaan kata \u201canjing\u201d dalam pidato Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> di Sidang Majelis Umum PBB baru-baru ini ternyata sarat makna sejarah.\u00a0<\/p>\n<p>Di hadapan para pemimpin dunia, Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> menegaskan bahwa rakyat Indonesia selama berabad-abad dijajah, ditindas, dan diperbudak, bahkan diperlakukan lebih hina daripada seekor anjing.<\/p>\n<p>&#8220;Bangsa saya mengenal betul penderitaan itu. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah penjajahan, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih hina daripada anjing di tanah air kami sendiri,&#8221; ujarnya di Markas PBB, New York pada Selasa, 23 September 2025.\u00a0<\/p>\n<p>Pengamat geopolitik sekaligus Direktur Eksekutif Global Future Institute, Hendrajit, menyebut ungkapan itu bukan hanya merujuk pada praktik kolonialisme Belanda, tetapi juga mencerminkan pengalaman kelam bangsa Indonesia di bawah pendudukan Jepang.<\/p>\n<p>&#8220;Selain Belanda yang pernah mengeksploitasi buruh perkebunan dan pertanian lewat sistem tanam paksa, jangan juga dilupakan semasa penjajahan Jepang di Indonesia pada 1942-1945,&#8221; ujar Hendrajit kepada RMOL, Kamis, 25 September 2025.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menyoroti bagaimana pemerintah kolonial Jepang menerapkan sistem buruh paksa atau Romusha, tentara paksa atau Heiho, sebagai tameng tentara Jepang menghadapi tentara sekutu di Pasifik.<\/p>\n<p>Hendrajit juga mengingatkan adanya bentuk perbudakan seksual yang dipraktikkan tentara Jepang terhadap perempuan, yang dikenal dengan istilah Ianfu dan dijalankan secara sistematis oleh militer.<\/p>\n<p>&#8220;Dan sistem ianfu sendiri didukung tentara Jepang lewat kebijakan. Yang mana setiap daerah operasi militer dibangun beberapa tempat untuk layanan seksual buat tentara Jepang atau ianjo,&#8221; paparnya.\u00a0<\/p>\n<p>Hendrajit menilai penggunaan frasa \u201clebih hina dari anjing\u201d beserta narasi pengalaman penjajahan oleh Prabowo kian menarik, lantaran disampaikan tepat menjelang kunjungan resminya ke Belanda pada hari ini.<\/p>\n<p>Namun terlepas dari itu, Hendrajit menegaskan bahwa pidato Prabowo mengenai perbudakan di Indonesia sejatinya menyampaikan fakta sejarah yang tak terbantahkan.<\/p>\n<p>\u201cBukan karangan atau mengada-ada. Ini fakta yang relevan bagi diplomasi Indonesia di dunia internasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/465868?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Penggunaan kata \u201canjing\u201d dalam pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB baru-baru ini ternyata sarat makna sejarah.\u00a0 Di hadapan para pemimpin dunia, Presiden Prabowo menegaskan bahwa rakyat Indonesia selama berabad-abad dijajah, ditindas, dan diperbudak, bahkan diperlakukan lebih hina daripada seekor anjing. &#8220;Bangsa saya mengenal betul penderitaan itu. Selama berabad-abad, rakyat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":465869,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[350,36],"tags":[327414,274908,68,315,1420,64166,37914,327333],"series":[],"class_list":["post-465868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-amerika","category-internasional","tag-anjing","tag-berita","tag-headline","tag-pbb","tag-peristiwa","tag-perserikatan-bangsa-bangsa","tag-pidato-prabowo","tag-pidato-prabowo-di-sidang-umum-pbb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/465868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=465868"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/465868\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/465869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=465868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=465868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=465868"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=465868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}