{"id":468647,"date":"2025-10-07T13:12:00","date_gmt":"2025-10-07T06:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/07\/viral-menu-mbg-di-sdn-depok-dihujat-netizen-kepala-sekolah-karbonya-gak-harus-nasi-itu-kentang\/"},"modified":"2025-10-07T13:14:55","modified_gmt":"2025-10-07T06:14:55","slug":"viral-menu-mbg-di-sdn-depok-dihujat-netizen-kepala-sekolah-karbonya-gak-harus-nasi-itu-kentang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/07\/viral-menu-mbg-di-sdn-depok-dihujat-netizen-kepala-sekolah-karbonya-gak-harus-nasi-itu-kentang\/","title":{"rendered":"Viral Menu MBG di SDN Depok Dihujat Netizen, Kepala Sekolah: Karbonya Gak Harus Nasi, Itu Kentang.."},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 <\/b>Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Mampang 1, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat viral di sosial media (sosmed).<\/p>\n<p>Tampak MBG tersebut berisi tiga potong kentang rebus, satu kerupuk pangsit, potongan wortel, satu saset saos, dan satu buah jeruk.\u00a0<\/p>\n<p>Pada akun Instagram @depok24jam, banyak netizen yang mempertanyakan kualitas MBG tersebut.\u00a0<\/p>\n<p><i>\u201cMending kasih indomie dah,\u201d<\/i> tulis akun @ukas_m.<\/p>\n<p><i>\u201cKalau ini sih parah, sebenarnya nggak semua gini,\u201d <\/i>komen akun @atiasani.<\/p>\n<p>Kepala Sekolah SDN Mampang 1, Iwan Setiawan menjelaskan, menu MPG tersebut dibagikan pada Senin (6\/10\/2025).<\/p>\n<p>Iwan membenarkan, menu MBG berisis kentang, gorengan kerupuk pangsit. Meski demikian, gorengan tersebut berisi telur, daging, dan tahu.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cAda nasi, ada karbo, ada protein, itu kan bervariasi. Nah, kebetulan hari ini, karbonya, nasinya diganti dengan kentang hari ini,\u201d kata Iwan kepada wartawan.\u00a0<\/p>\n<p>Iwan menilai, menu MBG yang diberikan kepada siswa sudah sesuai dengan standar porsi.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Iwan, menu MBG tersebut mungkin tidak sesuai dengan keinginan orang tua. Namun, SPPG sudah memberikan menu sesuai standar ahli gizi.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya menunya nggak terlalu sedikit. Cuma karena melihatnya, kan orang tua itu punya keinginan, saya ingin makannya itu, yang begini-begini gitu ya, request,\u201d ungkapnya.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cTapi kan yang SPPG itu punya ahli gizi sendiri, standar sendiri bahwa hari ini itu dia makannya apa, hari ini makannya apa. Jadi yang posting orang tua itu, ya dia itu merasa, oh nggak sesuai dengan selera yang keinginannya itu,\u201d sambungnya.\u00a0<\/p>\n<p>Iwan menambahkan, menu yang diberikan pada siswa memang bervariasi. Namun, menu kentang rebus kali ini dikeluhkan oleh wali murid.<\/p>\n<p>\u201cAda kentang. Kentangnya direbus, ada gorengan yang isinya ada daging, ada telur, sama tahu di dalamnya tuh. Sayurannya ada wortel diiris. Terus buah-buahannya ada jeruk,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, pihaknya masih menunggu info dari korwil SPPG terkait kelurahan menu MBG tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Mary menjelaskan, program MBG dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional melalui SPPG.\u00a0<\/p>\n<p>Masing-masing SPPG memiliki ahli gizi tersendiri. BGN yang mengeluarkan pedoman standar gizi.<\/p>\n<p>\u201cSaya masih menunggu info dari korwil SPPG. MBG dilaksanakan oleh BGN melalui SPPG,\u201d ungkapnya.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cMasing-masing SPPG punya ahli gizi tersendiri. BGN yang mengeluarkan pedoman standar gizi,\u201d katanya,\u201d pungkasnya.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Mampang 1, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat viral di sosial media (sosmed). Tampak MBG tersebut berisi tiga potong kentang rebus, satu kerupuk pangsit, potongan wortel, satu saset saos, dan satu buah jeruk.\u00a0 Pada akun Instagram @depok24jam, banyak netizen yang mempertanyakan kualitas MBG tersebut.\u00a0 \u201cMending [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":468648,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-468647","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/468647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=468647"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/468647\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/468648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=468647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=468647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=468647"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=468647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}