{"id":469632,"date":"2025-10-11T12:38:00","date_gmt":"2025-10-11T05:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/11\/purbaya-sentil-utang-whoosh-kalau-rugi-jangan-ditanggung-pemerintah\/"},"modified":"2025-10-12T02:59:56","modified_gmt":"2025-10-11T19:59:56","slug":"purbaya-sentil-utang-whoosh-kalau-rugi-jangan-ditanggung-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/11\/purbaya-sentil-utang-whoosh-kalau-rugi-jangan-ditanggung-pemerintah\/","title":{"rendered":"Purbaya Sentil Utang Whoosh, Kalau Rugi Jangan Ditanggung Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung harus dikelola secara profesional oleh badan usaha yang terlibat, tanpa melibatkan dana publik. Hal tersebut dikatakannya saat merespon usulan Danantara soal restrukturisasi utang\u00a0 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ditanggung APBN.<\/p>\n<p>\u201cKCIC di bawah Danantara kan ya. Seharusnya mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri, rata-rata setahun bisa dapat Rp80 triliun atau lebih. Harusnya mereka manage dari situ, jangan sampai kita lagi,\u201d kata Purbaya dalam Zoom Meeting bersama wartawan pada Jumat, 10 Oktober 2025.<\/p>\n<p>Purbaya menegaskan pemerintah ingin mengakhiri praktik yang membuat negara menanggung risiko dari proyek komersial. Menurutnya, peran antara entitas bisnis dan pemerintah perlu dipisah agar risiko finansial tidak kembali ditanggung negara<\/p>\n<p>\u201cJangan kalau untung swasta, kalau rugi pemerintah. Itu yang mau kita ubah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto juga memastikan pemerintah sama sekali tidak memiliki utang dalam proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKereta Cepat Jakarta-Bandung itu kan business to business, jadi untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu tidak ada utang pemerintah. Tidak ada utang pemerintah, karena dilakukan oleh badan usaha, konsorsium badan usaha Indonesia dan Cina (KCIC), di mana konsorsium Indonesianya dimiliki oleh PT KAI,\u201d kata Suminto di Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 10 Oktober 2025<\/p>\n<p>Kereta Cepat Jakarta-Bandung digarap oleh KCIC, perusahaan patungan antara konsorsium BUMN dan konsorsium perusahaan perkeretaapian China. Skema pembiayaannya murni berbasis bisnis dengan porsi kepemilikan 60 persen oleh Indonesia melalui Pilar Sinergi Indonesia, yang terdiri atas PT KAI, Wijaya Karya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara, serta 40 persen oleh pihak Tiongkok.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung harus dikelola secara profesional oleh badan usaha yang terlibat, tanpa melibatkan dana publik. Hal tersebut dikatakannya saat merespon usulan Danantara soal restrukturisasi utang\u00a0 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ditanggung APBN. \u201cKCIC di bawah Danantara kan ya. Seharusnya mereka sudah punya manajemen sendiri, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":469633,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[32,428],"tags":[274908,328059,328060,68,1420,326770,328058,219933],"series":[],"class_list":["post-469632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-finansial","tag-berita","tag-bisnis-kereta-api-cepat-rugi","tag-bisnis-whoosh-rugi","tag-headline","tag-peristiwa","tag-purbaya-yudhi-sadewa","tag-utang-whoosh","tag-whoosh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/469632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=469632"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/469632\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/469633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=469632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=469632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=469632"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=469632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}