{"id":470561,"date":"2025-10-15T19:59:00","date_gmt":"2025-10-15T12:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/15\/mahfud-md-bongkar-markup-kereta-cepat-whoosh-biaya-naik-tiga-kali-lipat-uangnya-ke-mana\/"},"modified":"2025-10-16T07:26:50","modified_gmt":"2025-10-16T00:26:50","slug":"mahfud-md-bongkar-markup-kereta-cepat-whoosh-biaya-naik-tiga-kali-lipat-uangnya-ke-mana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/15\/mahfud-md-bongkar-markup-kereta-cepat-whoosh-biaya-naik-tiga-kali-lipat-uangnya-ke-mana\/","title":{"rendered":"Mahfud MD Bongkar Markup Kereta Cepat Whoosh: Biaya Naik Tiga Kali Lipat, Uangnya ke Mana?!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Mantan Menko Polhukam <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahfud-md\/\">Mahfud MD<\/a> kembali bikin publik tercengang. Dalam tayangan di kanal YouTube Mahfud MD Official, ia menyoroti dugaan markup besar-besaran dalam proyek kereta cepat Whoosh.<\/p>\n<p>Menurut Mahfud, biaya pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sementara di China hanya 17\u201318 juta dolar AS.<\/p>\n<p>\u201cNaik tiga kali lipat kan? Ini siapa yang naikkan, uangnya ke mana?\u201d ujar Mahfud dalam video berdurasi lebih dari 20 menit itu.<\/p>\n<p>Mahfud menjelaskan, proyek kereta cepat awalnya ditawarkan oleh Jepang dengan bunga pinjaman hanya 0,1%. Namun, pemerintah kala itu justru membatalkan kerja sama dengan Jepang dan berpaling ke China dengan bunga 2% yang kemudian membengkak jadi 3,4%.<\/p>\n<p>Menteri Perhubungan saat itu, Ignasius Jonan, bahkan disebut menolak proyek ini karena dianggap tidak layak secara ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cPak Jonan bilang tidak visibel, akhirnya malah dipecat,\u201d kata Mahfud, mengutip cerita dari pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo.<\/p>\n<p>Yang lebih mengejutkan, kata Mahfud, beban utang proyek ini terus menumpuk.<\/p>\n<p>Setiap tahun, bunga utang kereta cepat mencapai Rp2 triliun, sementara pendapatan tiket maksimal hanya Rp1,5 triliun.<\/p>\n<p>\u201cArtinya, negara nombok terus. Kalau begini, rakyat yang dirugikan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia pun mendukung langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa yang menolak agar proyek kereta cepat Whoosh dibiayai oleh APBN.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Risiko Gagal Bayar dan Ancaman Kedaulatan Wilayah<\/h3>\n<p>Mahfud juga memperingatkan bahaya jika Indonesia gagal bayar utang proyek tersebut.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan kasus Sri Lanka, yang kehilangan kendali atas pelabuhan strategis setelah gagal melunasi utang kepada China.<\/p>\n<p>\u201cKalau gagal bayar, jangan-jangan China minta kompensasi wilayah, misalnya di Natuna Utara. Itu berbahaya, melanggar konstitusi kita,\u201d kata Mahfud.<\/p>\n<p>Mahfud mendesak agar kasus dugaan markup ini diselidiki secara hukum, karena selisih biaya yang mencapai tiga kali lipat bisa masuk ranah pidana korupsi.<\/p>\n<p>\u201cKalau betul ada markup, itu pidana. Harus diselidiki ke mana uangnya mengalir,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>\u201cJangan biarkan bangsa ini terbiasa membiarkan yang bersalah lalu dimaafkan begitu saja.\u201d<\/p>\n<p>Di bagian lain, Mahfud juga menyinggung langkah Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> yang mulai menunjukkan ketegasan dalam memberantas korupsi besar, termasuk kasus timah di Bangka Belitung dan pembatalan status PSN proyek PIK 2.<\/p>\n<p>\u201c<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> mulai merangkak memberantas korupsi. Dari kasus Riza Chalid sampai timah, ini langkah yang bagus,\u201d ujarnya.<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 161px; top: 72px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan Menko Polhukam Mahfud MD kembali bikin publik tercengang. Dalam tayangan di kanal YouTube Mahfud MD Official, ia menyoroti dugaan markup besar-besaran dalam proyek kereta cepat Whoosh<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":470562,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[32,427],"tags":[1420,32964,219933,274908,328202,237],"series":[],"class_list":["post-470561","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-bisnis","tag-peristiwa","tag-kereta-cepat","tag-whoosh","tag-berita","tag-mark-up-kereta-cepat","tag-mahfud-md"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/470561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=470561"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/470561\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/470562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=470561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=470561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=470561"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=470561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}