{"id":470760,"date":"2025-10-16T16:53:00","date_gmt":"2025-10-16T09:53:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/16\/cerita-mantan-ksau-ditelepon-luhut-saat-tolak-proyek-kereta-cepat\/"},"modified":"2025-10-16T16:55:51","modified_gmt":"2025-10-16T09:55:51","slug":"cerita-mantan-ksau-ditelepon-luhut-saat-tolak-proyek-kereta-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/16\/cerita-mantan-ksau-ditelepon-luhut-saat-tolak-proyek-kereta-cepat\/","title":{"rendered":"Cerita Mantan KSAU Ditelepon Luhut saat Tolak Proyek Kereta Cepat"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (Purn) H. Agus Supriatna, mengungkap kisah di balik penolakannya terhadap pembangunan stasiun Kereta Cepat Jakarta\u2013Bandung di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menegaskan, sejak awal proyek tersebut dianggap tidak sesuai aturan dan mengancam fungsi strategis kawasan militer Halim.<\/p>\n<p>\u201cDulu betul-betul saya tolak, nggak boleh. Saya masih ingat pertama kali, tahu-tahu ada 5-6 orang Cina. Jangankan bahasa Indonesia, bahasa Inggris saja mereka tidak bisa. Bawa alat-alat ke Halim itu,\u201d tutur Agus dalam kanal YouTube Anak Bangsa Channel, Kamis, 16 Oktober 2025.<\/p>\n<p>Agus menceritakan, kala itu dirinya langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan para pekerja asing tersebut beserta seluruh peralatan yang dibawa ke area Halim tanpa izin.<\/p>\n<p>\u201cSaya tangkap, suruh anak buah saya tangkap, sita semua barang-barangnya. WNA semua, tanpa izin lah Pak. Kalau dengan surat izin, masa ya saya tangkap, saya sita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Agus, yang membuatnya heran justru bukan pejabat Kementerian BUMN atau Kementerian Perhubungan yang menghubunginya saat insiden itu, melainkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.<\/p>\n<p>\u201cSaya bingung juga, kok yang telepon saya bukan Menteri BUMN, bukan juga Menteri Perhubungan, loh kok malah Bapak Luhut Binsar Pandjaitan. Saya berpikir positif saja, mungkin beliau bantu saya memastikan langkah saya benar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Agus menambahkan, para pekerja asing itu bahkan sempat akan dideportasi. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti apakah deportasi tersebut benar-benar dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cTernyata mereka ada rencana dideportasi, tapi berangkatnya saya nggak nganter, soalnya. Saya juga nggak tahu deportasi bener atau tidaknya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ketua Umum Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi itu menilai proyek Kereta Cepat Jakarta\u2013Bandung sarat masalah, terutama karena terus menimbulkan kerugian finansial setiap tahun.<\/p>\n<p>\u201cUtangnya kayak begitu bertambah tiap tahun, merugi. Kapasitas aja maksimum sampai 40 persen. Tapi DPR kan diam semua, makanya saya juga ikut diam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Agus pun menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak penggunaan APBN untuk menutup utang proyek kereta cepat.<\/p>\n<p>\u201cSudah disampaikan seperti ini, menolak membayar utang kereta cepat, saya setuju sekali dengan Pak Purbaya. Dan harus terus nih, tetap komitmen dengan apa yang beliau sampaikan,\u201d tegasnya.\u00a0<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/470760?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (Purn) H. Agus Supriatna, mengungkap kisah di balik penolakannya terhadap pembangunan stasiun Kereta Cepat Jakarta\u2013Bandung di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.\u00a0 Ia menegaskan, sejak awal proyek tersebut dianggap tidak sesuai aturan dan mengancam fungsi strategis kawasan militer Halim. \u201cDulu betul-betul saya tolak, nggak boleh. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":470761,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-470760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/470760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=470760"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/470760\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/470761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=470760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=470760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=470760"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=470760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}