{"id":472115,"date":"2025-10-21T21:57:53","date_gmt":"2025-10-21T14:57:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=472115"},"modified":"2025-10-21T21:57:54","modified_gmt":"2025-10-21T14:57:54","slug":"mentan-amran-sebut-bulog-hanya-serap-8-persen-gabah-nasional-bukan-penyebab-kenaikan-harga-beras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/21\/mentan-amran-sebut-bulog-hanya-serap-8-persen-gabah-nasional-bukan-penyebab-kenaikan-harga-beras\/","title":{"rendered":"Mentan Amran Sebut Bulog Hanya Serap 8 Persen Gabah Nasional, Bukan Penyebab Kenaikan Harga Beras"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"252\" data-end=\"481\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menepis tudingan bahwa kenaikan harga beras di pasaran disebabkan oleh Perum Bulog yang terlalu banyak menyerap gabah petani.<\/p>\n<p data-start=\"483\" data-end=\"688\">Amran menegaskan, kapasitas Bulog dalam menyerap gabah dari total produksi nasional sebenarnya sangat kecil, yakni hanya sekitar 8 persen, sementara 92 persen sisanya dikuasai oleh sektor swasta.<\/p>\n<p data-start=\"483\" data-end=\"688\">\u201cKemampuan Bulog dalam menyerap gabah petani hanya 8%. Ada ahli atau pengamat yang mengatakan harga beras naik karena Bulog menyerap banyak. Itu keliru,\u201d tegas Amran dalam acara <em data-start=\"870\" data-end=\"915\">Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan<\/em> di Auditorium Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21\/10\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"978\" data-end=\"1049\">Menurutnya, pandangan tersebut tidak berdasar pada data yang faktual.<\/p>\n<p data-start=\"978\" data-end=\"1049\">\u201cDia mengamati pakai rasa, bukan rasio. Kalau tahu data sebenarnya, yang diserap Bulog itu cuma 8%. Sisanya 92% dikuasai swasta, dan itu di luar kendali kita,\u201d ujarnya menambahkan.<\/p>\n<p data-start=\"1237\" data-end=\"1320\">Amran juga menyebut masih banyak kesalahpahaman publik dalam menilai peran Bulog.<\/p>\n<p data-start=\"1237\" data-end=\"1320\">\u201cMereka selalu mengatakan harga beras naik karena Bulog menyerap banyak, padahal tidak semuanya naik. Ini bentuk salah paham,\u201d kata dia.<\/p>\n<h3 data-start=\"1464\" data-end=\"1503\">Pandangan Berbeda dari Pengamat<\/h3>\n<p data-start=\"1505\" data-end=\"1682\">Pernyataan Amran tersebut menanggapi kritik sejumlah pengamat pertanian yang sebelumnya menuding kebijakan Bulog menyerap gabah besar-besaran menyebabkan distorsi pasar beras.<\/p>\n<p data-start=\"1684\" data-end=\"1919\">Salah satu di antaranya datang dari Khudori, Pengurus Pusat <em data-start=\"1748\" data-end=\"1799\">Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI)<\/em>. Ia menilai kebijakan penyerapan gabah oleh Bulog menyebabkan pasokan gabah ke penggilingan swasta berkurang drastis.<\/p>\n<p data-start=\"1684\" data-end=\"1919\">\u201cDengan Bulog wajib menyerap dalam jumlah besar, sebagian besar surplus produksi diserap oleh Bulog. Sementara penggilingan swasta hanya kebagian sisa. Stok mereka jadi menipis, pasokan ke pasar menurun hingga hanya sepertiga dari situasi normal,\u201d ungkap Khudori dalam webinar PERHEPI, Senin (14\/7\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"2231\" data-end=\"2380\">Ia juga menyoroti dampak kebijakan tersebut terhadap inflasi, sebab beras telah menjadi penyumbang utama kenaikan harga selama lima bulan terakhir.<\/p>\n<p data-start=\"2231\" data-end=\"2380\">\u201cData BPS menunjukkan sejak Januari, beras menjadi penyumbang inflasi terbesar. Banyak penggilingan yang tidak kuat menanggung kerugian karena harga di pasar tidak sebanding dengan HET,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-start=\"2584\" data-end=\"2712\">Khudori menambahkan, langkah Bulog menahan stok tanpa diimbangi pengendalian harga justru menciptakan ketidakseimbangan pasar.<\/p>\n<p data-start=\"2584\" data-end=\"2712\">\u201cTugas pemerintah bukan hanya memastikan stok, tapi juga mengendalikan harga. Ketika stok hanya ditahan dan ditumpuk, inilah yang menimbulkan distorsi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p data-start=\"2882\" data-end=\"2990\">Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya memukul penggilingan kecil dan menengah, tetapi juga skala besar.<\/p>\n<p data-start=\"2882\" data-end=\"2990\">\u201cKalau tidak ada kebijakan korektif dalam waktu dekat, dampaknya akan terus meluas,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p data-start=\"3098\" data-end=\"3353\">Sebagai catatan, Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional terus berkoordinasi dengan Bulog dan pelaku usaha untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras nasional, di tengah fluktuasi harga pangan yang masih terjadi hingga akhir 2025.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menepis tudingan bahwa kenaikan harga beras di pasaran disebabkan oleh Perum Bulog yang terlalu banyak menyerap gabah petani. Amran menegaskan, kapasitas Bulog dalam menyerap gabah dari total produksi nasional sebenarnya sangat kecil, yakni hanya sekitar 8 persen, sementara 92 persen sisanya dikuasai oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":351156,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[32,427],"tags":[5395,75321,231676],"series":[],"class_list":["post-472115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-bisnis","tag-bulog","tag-harga-beras","tag-mentan-amran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/472115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=472115"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/472115\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/351156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=472115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=472115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=472115"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=472115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}