{"id":472292,"date":"2025-10-22T22:35:00","date_gmt":"2025-10-22T15:35:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/"},"modified":"2025-10-23T02:57:43","modified_gmt":"2025-10-22T19:57:43","slug":"usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/","title":{"rendered":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan nyari enaknya sendiri gitu. (Sudah) Ditugasi, dibayar, digaji negara untuk menangani korupsi lho kok duduk di belakang meja nunggu laporan, itu namanya bukan KPK lagi yang super body,&#8221; ujar Boyamin kepada Inilah.com, Rabu (22\/10\/2025).<\/p>\n<p>Dirinya mengakui mungkin saja benar adanya dugaan mark-up dalam proyek Whoosh tersebut, bagaimana dahulu proyek ini akan diambil oleh Jepang namun malah justru jatuh ke tangan China.<\/p>\n<p>&#8220;Ujungnya lebih mahal dari volume nilai proyeknya, terus pinjamannya juga lebih mahal dari Jepang. Kenapa diambil kan bisa saat pengambilan keputusan bekerja sama dari perusahaan China itu saja, kan bisa ada dugaan penyimpangan itu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Belum lagi, lanjutnya, ada pula dugaan penyimpangan bila timbunan digunakan di sepanjang jalur Jakarta-Bandung bagian penopang rel, diduga juga terdapat kekurangan spesifikasi.<\/p>\n<p>&#8220;Misalnya harus betul-betul terpilih, harus pasir dan batu, tapi ada dugaan tanahnya misalnya atau yang lain-lain. Jadi bukan sekadar perencanaan dan dugaan mark-up, tapi juga bisa jadi pengurangan spesifikasi, itu kan ada dugaan penyimpangan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, KPK &#8216;super ngawur&#8217; bila dalam menangani temuan perkara korupsi seperti ini saja, harus menunggu laporan. Padahal KPK bisa saja seperti Polri yang menangani perkara dengan laporan model A.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya yang ditemukan oleh polisi sendiri. Kalau KPK juga mensyaratkan ada pelapor itu ngawurnya bukan main. Di UU Pemberantasan Korupsi atau UU KPK enggak ada syarat itu,&#8221; ungkap Boyamin.<\/p>\n<p>Ia menekankan tak ada keharusan menunggu laporan terkait dugaan mark-up ini. Jika KPK tak kunjung menyelidiki kasus ini, maka MAKI menyebut siap untuk menggugat lembaga antirasuah tersebut ke praperadilan.<\/p>\n<p>&#8220;Karena kewajiban dia (KPK) harus menangani, bahkan kalau ditangani pihak lain saja ada halangan diambil-alih gitu, artinya itu KPK harus aktif itu. Dan kalau mensyaratkan kan Pak Mahfud untuk lapor itu ya lebih salah lagi,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahfud-md\/\">Mahfud MD<\/a> dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, yakni Mahfud MD Official, mengungkapkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk penggelembungan anggaran atau mark up di proyek Whoosh.<\/p>\n<p>&#8220;Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini?&#8221;<\/p>\n<p>Selanjutnya KPK mengimbau Mahfud MD untuk membuat laporan mengenai dugaan korupsi dalam proyek Whoosh.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih informasi awalnya, dan jika memang Prof. Mahfud ada data yang nanti bisa menjadi pengayaan bagi KPK, maka kami akan sangat terbuka untuk kemudian mempelajari dan menganalisisnya,&#8221; ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (20\/10).<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/472292?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. &#8220;Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":472293,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,68,84808,32964,328890,231,27738,1420,219933],"series":[],"class_list":["post-472292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-headline","tag-kereta-api-cepat","tag-kereta-cepat","tag-korupsi-whoosh","tag-kpk","tag-maki","tag-peristiwa","tag-whoosh"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t\n\t<meta name=\"description\" content=\"BANDA ACEH - Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. &quot;Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\"\/>\n\t<meta name=\"p:domain_verify\" content=\"589a976c546e720e3c097582d1f4946f\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"berita,headline,kereta api cepat,kereta cepat,korupsi whoosh,kpk,maki,peristiwa,whoosh,nasional\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO Pro (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"BANDA ACEH - Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. &quot;Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/10\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/10\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-22T15:35:00+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-22T19:57:43+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"BANDA ACEH - Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. &quot;Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/10\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu baca\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"NASIONAL\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"NASIONAL\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#listItem\",\"name\":\"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"name\":\"Beranda\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"NASIONAL\"}}]},{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#newsarticle\",\"name\":\"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri\",\"headline\":\"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"\\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"datePublished\":\"2025-10-22T22:35:00+07:00\",\"dateModified\":\"2025-10-23T02:57:43+07:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"NASIONAL, berita, Headline, kereta api cepat, kereta cepat, korupsi whoosh, kpk, MAKI, peristiwa, whoosh\",\"dateline\":\"Dipublish pada Oktober 22, 2025.\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"email\":\"desk.harianaceh@gmail.com\",\"telephone\":\"+628972920416\",\"foundingDate\":\"2013-06-10\",\"numberOfEmployees\":{\"@type\":\"QuantitativeValue\",\"value\":10},\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/logo-hai-312x55-1.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#organizationLogo\",\"width\":312,\"height\":55,\"caption\":\"Logo Harian Aceh Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.x.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianaceh.indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/harianacehindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tumblr.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.twitter.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianacehindonesia\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.pinterest.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\",\"https:\\\/\\\/harianacehindonesia.tumblr.com\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\",\"https:\\\/\\\/www.threads.com\\\/@harianaceh.indonesia\"]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/\",\"name\":\"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri\",\"description\":\"BANDA ACEH - Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. \\\"Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#mainImage\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"\\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/10\\\/22\\\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-10-22T22:35:00+07:00\",\"dateModified\":\"2025-10-23T02:57:43+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t\r\n\t\t<title>Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri<\/title>\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri","description":"BANDA ACEH - Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. \"Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan","canonical_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"berita,headline,kereta api cepat,kereta cepat,korupsi whoosh,kpk,maki,peristiwa,whoosh,nasional","webmasterTools":{"p:domain_verify":"589a976c546e720e3c097582d1f4946f","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","name":"NASIONAL"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","position":2,"name":"NASIONAL","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#listItem","name":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","name":"Beranda"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#listItem","position":3,"name":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","name":"NASIONAL"}}]},{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#newsarticle","name":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri","headline":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri","author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/10\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png","width":640,"height":360,"caption":"\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto"},"datePublished":"2025-10-22T22:35:00+07:00","dateModified":"2025-10-23T02:57:43+07:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#webpage"},"articleSection":"NASIONAL, berita, Headline, kereta api cepat, kereta cepat, korupsi whoosh, kpk, MAKI, peristiwa, whoosh","dateline":"Dipublish pada Oktober 22, 2025."},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","email":"desk.harianaceh@gmail.com","telephone":"+628972920416","foundingDate":"2013-06-10","numberOfEmployees":{"@type":"QuantitativeValue","value":10},"logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/04\/logo-hai-312x55-1.png","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#organizationLogo","width":312,"height":55,"caption":"Logo Harian Aceh Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.x.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianaceh.indonesia\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/id.pinterest.com\/harianacehindonesia\/","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia\/","https:\/\/www.tumblr.com\/harianaceh","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Redaksi"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.twitter.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianacehindonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/www.pinterest.com\/harianaceh","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia","https:\/\/harianacehindonesia.tumblr.com","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social","https:\/\/www.threads.com\/@harianaceh.indonesia"]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#webpage","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/","name":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri","description":"BANDA ACEH - Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. \"Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/10\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#mainImage","width":640,"height":360,"caption":"\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/#mainImage"},"datePublished":"2025-10-22T22:35:00+07:00","dateModified":"2025-10-23T02:57:43+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id","og:type":"article","og:title":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri","og:description":"BANDA ACEH - Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. &quot;Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan","og:url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/","og:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/10\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png","og:image:secure_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/10\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png","og:image:width":640,"og:image:height":360,"article:published_time":"2025-10-22T15:35:00+00:00","article:modified_time":"2025-10-22T19:57:43+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","article:author":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@harianacehcoid","twitter:title":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri","twitter:description":"BANDA ACEH - Dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga kini masih menjadi pertanyaan publik dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya. Namun sayangnya KPK masih belum melakukan penyelidikan.Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai KPK sudah sangat ngawur dan semakin mempertanyakan peran KPK. &quot;Jadi KPK ini betul-betul ngawur dan","twitter:creator":"@harianacehcoid","twitter:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/10\/Generated20Image20October202220202520-2010_33PM.png","twitter:label1":"Ditulis oleh","twitter:data1":"Redaksi","twitter:label2":"Estimasi waktu baca","twitter:data2":"2 menit"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"472292","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"seo_analyzer_scan_date":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"reviewed_by":null,"ai":null,"created":"2025-10-22 17:16:51","updated":"2026-09-13 01:43:10","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\" title=\"Beranda\">Beranda<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/\" title=\"NASIONAL\">NASIONAL<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\tUsut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri\n<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Beranda","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id"},{"label":"NASIONAL","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/"},{"label":"Usut Dugaan Korupsi Whoosh Tunggu Laporan, MAKI: KPK Ngawur dan Nyari Enaknya Sendiri","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/22\/usut-dugaan-korupsi-whoosh-tunggu-laporan-maki-kpk-ngawur-dan-nyari-enaknya-sendiri\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/472292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=472292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/472292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/472293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=472292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=472292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=472292"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=472292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}