{"id":472349,"date":"2025-10-23T09:54:00","date_gmt":"2025-10-23T02:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/23\/kpk-ungkap-tambang-emas-ilegal-libatkan-wn-china-dekat-mandalika-hasilkan-3-kg-emas-per-hari\/"},"modified":"2025-10-24T03:59:11","modified_gmt":"2025-10-23T20:59:11","slug":"kpk-ungkap-tambang-emas-ilegal-libatkan-wn-china-dekat-mandalika-hasilkan-3-kg-emas-per-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/23\/kpk-ungkap-tambang-emas-ilegal-libatkan-wn-china-dekat-mandalika-hasilkan-3-kg-emas-per-hari\/","title":{"rendered":"KPK Ungkap Tambang Emas Ilegal Libatkan WN China Dekat Mandalika, Hasilkan 3 Kg Emas Per Hari"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>) mengungkap temuan tambang emas ilegal skala besar yang beroperasi di dekat Sirkuit Mandalika, Lombok.Tambang ini disebut melibatkan warga negara (WN) Cina dan diperkirakan mampu menghasilkan hingga 3 kilogram emas setiap harinya.<\/p>\n<p>Kepala Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi Supervisi (Korsup) Wilayah V KPK, Dian Patria, mengungkapkan penemuan ini bermula dari adanya laporan insiden pembakaran basecamp atau markas pekerja tambang WN Cina pada Agustus 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Kita Oktober 2024 ke Sekotong, NTB. Karena saya dapat laporan bulan Agustus, waktu itu ada pembakaran basecamp emas&#8230; yang diisi orang-orang Cina,&#8221; kata Dian dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 22 Oktober 2025.<\/p>\n<p>Kronologi Tambang Emas Ilegal Dekat Mandalika<\/p>\n<p>Setelah ditelusuri, basecamp tersebut ternyata merupakan bagian dari operasi tambang emas ilegal yang lokasinya hanya berjarak satu jam dari Sirkuit Mandalika, tepatnya di wilayah Sekotong.<\/p>\n<p>Dian mengaku terkejut menemukan aktivitas ilegal sebesar itu di Pulau Lombok. &#8220;Saya enggak pernah nyangka di Pulau Lombok, satu jam dari Mandalika ada tambang emas besar baru tahu saya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Atas temuan tersebut, Dian Patria menyatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lapangan untuk koordinasi dan supervisi. Tujuannya adalah agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih luas.<\/p>\n<p>Menurut Dian, kasus penambangan ilegal ini tidak hanya berkaitan dengan tindak pidana korupsi.<\/p>\n<p>Ia menyebut aktivitas ini juga terkait erat dengan tindak pidana sektoral lainnya, seperti kejahatan kehutanan, perusakan lingkungan, dan penggelapan pajak.<\/p>\n<p>Keseriusan masalah ini, kata Dian, terlihat dari skala produksi tambang ilegal tersebut. &#8220;Ternyata bisa 3 kg emas satu hari. Ternyata di Lombok itu banyak tambang emas ilegal,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Dian juga menyoroti ironi di lapangan. Meski banyak tambang ilegal disebut sebagai &#8220;wilayah pertambangan masyarakat&#8221;, ia justru menemukan fakta yang janggal saat berinteraksi dengan para pekerjanya.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi terus terang, kalau beberapa yang saya ketemu kok rakyatnya nggak bisa bahasa Indonesia ya. Jadi, enggak tahu rakyatnya yang mana ini maksudnya,&#8221; pungkasnya.***<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/472349?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan tambang emas ilegal skala besar yang beroperasi di dekat Sirkuit Mandalika, Lombok.Tambang ini disebut melibatkan warga negara (WN) Cina dan diperkirakan mampu menghasilkan hingga 3 kilogram emas setiap harinya. Kepala Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi Supervisi (Korsup) Wilayah V KPK, Dian Patria, mengungkapkan penemuan ini bermula dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":472350,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[32,438,34],"tags":[274908,5071,68,243,5281,231,1420,83704,39329,16903,112019],"series":[],"class_list":["post-472349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-energi","category-nasional","tag-berita","tag-emas","tag-headline","tag-hukum","tag-komisi-pemberantasan-korupsi","tag-kpk","tag-peristiwa","tag-tambang-emas","tag-tambang-emas-ilegal","tag-warga-negara-china","tag-wna-china"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/472349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=472349"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/472349\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/472350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=472349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=472349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=472349"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=472349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}