{"id":473465,"date":"2025-10-28T10:43:00","date_gmt":"2025-10-28T03:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/28\/coretax-rp13-triliun-seperti-buatan-anak-sma-dpr-minta-audit-proyek-aplikasi-perpajakan-sri-mulyani\/"},"modified":"2025-10-28T13:35:57","modified_gmt":"2025-10-28T06:35:57","slug":"coretax-rp13-triliun-seperti-buatan-anak-sma-dpr-minta-audit-proyek-aplikasi-perpajakan-sri-mulyani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/28\/coretax-rp13-triliun-seperti-buatan-anak-sma-dpr-minta-audit-proyek-aplikasi-perpajakan-sri-mulyani\/","title":{"rendered":"Coretax Rp1,3 Triliun seperti Buatan Anak SMA, DPR Minta Audit Proyek Aplikasi Perpajakan Sri Mulyani"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Proyek sistem perpajakan <a title=\"Coretax\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/coretax\/\">Coretax<\/a> senilai Rp1,3 triliun kini jadi sorotan tajam. Kritik bermula dari pernyataan <a title=\"Menteri Keuangan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/menteri-keuangan\/\">Menteri Keuangan<\/a> <a title=\"Purbaya Yudhi Sadewa\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/purbaya-yudhi-sadewa\/\">Purbaya Yudhi Sadewa<\/a> yang menyebut kualitas sistem digital itu \u201cseperti buatan anak SMA\u201d.<\/p>\n<p>Tak butuh waktu lama, anggota DPR dan sejumlah ekonom mendesak agar proyek warisan era <a title=\"Sri Mulyani\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/sri-mulyani\/\">Sri Mulyani<\/a> itu diaudit secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, menilai kasus Coretax adalah cermin buruknya perencanaan dan pengawasan proyek digital di kementerian.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, dana sebesar Rp1,3 triliun yang bersumber dari uang rakyat harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.<\/p>\n<p>\u201cUang negara yang besar harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai rakyat rugi dua kali\u2014uangnya dipakai, tapi hasilnya justru merepotkan,\u201d ujar Amin di Jakarta, Selasa (28\/10\/2025).<\/p>\n<p>Menurut Amin, transformasi digital seharusnya menghadirkan efisiensi dan kemudahan bagi masyarakat, bukan menambah beban baru.<\/p>\n<p>Ia menilai proyek besar seperti Coretax semestinya digarap oleh tenaga ahli yang memahami teknologi informasi dan sistem perpajakan, bukan sekadar kontraktor yang mengejar tender.<\/p>\n<p>\u201cKalau mau digitalisasi pajak, pastikan dikerjakan oleh orang yang benar-benar paham teknologi. Jangan asal dapat proyek,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Sistem Bermasalah, Data Tak Sinkron<\/h3>\n<p>Sejak diluncurkan, Coretax digadang-gadang menjadi tulang punggung modernisasi sistem pajak Indonesia. Namun, kenyataannya jauh dari harapan.<\/p>\n<p>Sejumlah pengguna mengeluhkan sistem yang sering error, data wajib pajak yang tak sinkron, hingga gangguan dalam pelayanan publik.<\/p>\n<p>\u201cBayangkan, proyek senilai Rp1,3 triliun tapi sistemnya kerap bermasalah. Ini jelas mengecewakan,\u201d ujar Amin.<\/p>\n<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri mengakui kualitas sistem itu memang bermasalah.<\/p>\n<p>Ia bahkan menyebut hasil audit internal menemukan kejanggalan dalam kode program yang dinilai amatir.<\/p>\n<p>\u201cBegitu tim saya lihat source code-nya, mereka bilang, ini seperti dibuat programmer tingkat SMA,\u201d ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (24\/10\/2025).<\/p>\n<p>Purbaya juga mengungkap bahwa sistem tersebut dikembangkan oleh perusahaan asing, LG CNS, selama empat tahun, namun hasilnya tak memenuhi standar.<\/p>\n<p>\u201cBagian atas dan tengah sistem masih bisa diperbaiki, tapi yang dikerjakan oleh pihak LG tidak bisa diselamatkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebagai langkah darurat, Purbaya mengaku sudah memanggil sejumlah white hacker asal Indonesia untuk menguji sistem keamanan Coretax.<\/p>\n<p>Langkah itu dilakukan demi memastikan tidak ada celah keamanan atau manipulasi data di dalam sistem.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah panggil para hacker jagoan, termasuk yang peringkat dunia. Mereka sudah uji coba sistem, dan hasilnya memang banyak yang harus diperbaiki,\u201d ujar Purbaya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Desakan Audit<\/h3>\n<p>Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mendesak agar proyek Coretax segera diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau BPKP.<\/p>\n<p>Ia menilai, temuan ini terlalu serius untuk dibiarkan tanpa pertanggungjawaban hukum.<\/p>\n<p>\u201cBPK harus turun tangan. Semua pihak yang terlibat, termasuk yang disebut oleh Menteri Keuangan, perlu dimintai keterangan. Ini menyangkut uang publik dalam jumlah besar,\u201d kata Bhima.<\/p>\n<p>Bhima juga mengingatkan bahwa publik berhak tahu bagaimana proyek sebesar itu bisa lolos dari pengawasan internal dan eksternal.<\/p>\n<p>Ia menyebut bahwa dugaan adanya kesalahan dalam perencanaan hingga pelaksanaan harus diusut tuntas.***<\/p>\n<!-- WP-Appbox (Version: 4.5.13 \/\/ Store: googleplay \/\/ ID: id.go.pajak.djp) -->\n<div class=\"wpappbox wpappbox-afa345bdec6868cdd04d44c897a73906 googleplay colorful simple\">\n\t<div class=\"qrcode\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/api.qrserver.com\/v1\/create-qr-code\/?data=https%3A%2F%2Fplay.google.com%2Fstore%2Fapps%2Fdetails%3Fid%3Did.go.pajak.djp&size=200x200&ecc=M&margin=0\" alt=\"M-Pajak\" \/><\/div>\n\t<div class=\"appicon\">\n\t\t<a target=\"_blank\" rel=\"nofollow\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.go.pajak.djp\" aria-label=\"M-Pajak\"><img decoding=\"async\" src=\"\/\/play-lh.googleusercontent.com\/X_BPRK18NsvJaFv1bMRvDDy1Wh9h0h0Bph1kb1YAtZtrBYEVHoPFspyAWy7YRayq8oFrgVPaJy9RqiNav1VSpBs=s128-h480\" alt=\"M-Pajak\" \/><\/a>\n\t<\/div>\n\t<div class=\"applinks\">\n\t\t<div class=\"appbuttons\">\n\t\t\t<a target=\"_blank\" rel=\"nofollow\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.go.pajak.djp\" aria-label=\"M-Pajak\">Install<\/a>\n\t\t\t<span onMouseOver=\"jQuery('.wpappbox-afa345bdec6868cdd04d44c897a73906 .qrcode').show();\" onMouseOut=\"jQuery('.wpappbox-afa345bdec6868cdd04d44c897a73906 .qrcode').hide();\">QR-Code<\/span>\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\t<div class=\"appdetails\">\n\t\t<div class=\"apptitle\"><a target=\"_blank\" rel=\"nofollow\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.go.pajak.djp\" title=\"M-Pajak\" aria-label=\"M-Pajak\" class=\"apptitle\">M-Pajak<\/a><\/div>\n\t\t<div class=\"developer\">\n\t\t\t<span class=\"label\">Developer: <\/span>\n\t\t\t<span class=\"value\"><a target=\"_blank\" rel=\"nofollow\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/dev?id=7611599770217938811\"><span>Direktorat Jenderal Pajak<\/span><\/a><\/span>\n\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"price\">\n\t\t\t<span class=\"label\">Price: <\/span>\n\t\t\t<span class=\"value\">Free<\/span> \n\t\t\t<span class=\"rating\"><div title=\"5 of 5 stars\" class=\"rating-stars stars-colorful stars50\"><\/div><\/span>\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><!-- \/WP-Appbox -->\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proyek sistem perpajakan Coretax senilai Rp1,3 triliun kini jadi sorotan tajam. Kritik bermula dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut kualitas sistem digital itu \u201cseperti buatan anak SMA\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":473466,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[63,61],"tags":[321326,274908,321169,68,327625,1420,165025,326770,1846],"series":[],"class_list":["post-473465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aplikasi","category-teknologi","tag-aplikasi-coretax","tag-berita","tag-coretax","tag-headline","tag-menkeu-purbaya","tag-peristiwa","tag-purbaya","tag-purbaya-yudhi-sadewa","tag-sri-mulyani"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/473465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=473465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/473465\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/473466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=473465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=473465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=473465"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=473465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}