{"id":473775,"date":"2025-10-29T18:23:00","date_gmt":"2025-10-29T11:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/29\/dr-wiratmadinata-nasionalisme-rakyat-aceh-sudah-tumbuh-sejak-sebelum-indonesia-merdeka\/"},"modified":"2025-10-29T20:40:57","modified_gmt":"2025-10-29T13:40:57","slug":"dr-wiratmadinata-nasionalisme-rakyat-aceh-sudah-tumbuh-sejak-sebelum-indonesia-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/29\/dr-wiratmadinata-nasionalisme-rakyat-aceh-sudah-tumbuh-sejak-sebelum-indonesia-merdeka\/","title":{"rendered":"Dr. Wiratmadinata: Nasionalisme Rakyat Aceh Sudah Tumbuh Sejak Sebelum Indonesia Merdeka"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Dr. Wiratmadinata, menyebut bahwa nasionalisme masyarakat Aceh telah tumbuh sejak masa sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, kesadaran berbangsa dan bernegara masyarakat Aceh sudah mengakar kuat, sehingga hingga kini Aceh tetap menjadi bagian penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Dr. Wiratmadinata di sela kegiatan Ngopi Aceh Damai II Tahun 2025 bertema \u201cMemperkokoh Nasionalisme di Kalangan Pemuda dan Mahasiswa\u201d yang digelar di Aula Kantor Badan Kesbangpol Aceh, Banda Aceh, Rabu, 29 Oktober 2025.<\/p>\n<p>\u201cSejak tahun 1945, bahkan sebelum Indonesia merdeka, kesadaran orang Aceh dalam berbangsa dan bernegara sudah tinggi. Buktinya, kita masih menjadi bagian dari Negara Indonesia,\u201d ujar Wiratmadinata kepada <em>BANDA ACEH<\/em>.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi damai yang terjaga hingga kini menjadi cerminan kuatnya nasionalisme masyarakat Aceh, terutama di kalangan generasi muda.<\/p>\n<p>\u201cSelama kita masih damai dan Aceh masih bagian dari Indonesia, berarti kesadaran pemuda Aceh bagus secara nasionalisme,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Wiratmadinata menjelaskan bahwa nasionalisme merupakan pilihan sadar sebagai warga negara yang berlandaskan pada prinsip konstitusi. Ia menegaskan, menjadi bagian dari Indonesia tidak berarti harus kehilangan jati diri keacehan.<\/p>\n<p>\u201cMenjadi bagian dari Indonesia adalah pilihan sadar. Tak usah khawatir jati diri kita akan hilang. Kita bisa tetap menjadi Aceh, Jawa, Sunda, atau Batak. Itu adalah kodrat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, identitas etnis merupakan kodrat yang tidak bisa diubah, sehingga tidak perlu dipertentangkan dengan nasionalisme.<\/p>\n<p>\u201cTerlahir sebagai orang Aceh itu kodrat, tapi menjadi warga negara Indonesia adalah pilihan. Ketika memilih, konsekuensinya adalah menjadi warga negara yang baik,\u201d tutur Wiratmadinata.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia mendorong generasi muda Aceh untuk membangun nasionalisme melalui kontribusi nyata di daerah.<\/p>\n<p>\u201cKalau kamu ingin membangun Indonesia, bangun dirimu sebagai orang Aceh. Bangun daerahmu. Kalau kamu sukses, berarti kamu ikut sukses membangun Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Wiratmadinata menutup dengan menekankan pentingnya memahami nasionalisme dalam bingkai konstitusi dan keberagaman etnis.<\/p>\n<p>\u201cKetika kita menyadari nasionalisme dalam konteks besar yang majemuk, konstruksinya adalah konstitusionalisme. Etnisitas dan jati diri asli tidak perlu dipertentangkan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><strong>Editor:<\/strong> Mirzuanda. R<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Dr. Wiratmadinata, menyebut bahwa nasionalisme masyarakat Aceh telah tumbuh sejak masa sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, kesadaran berbangsa dan bernegara masyarakat Aceh sudah mengakar kuat, sehingga hingga kini Aceh tetap menjadi bagian penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan Dr. Wiratmadinata di sela [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":473776,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[13434,3722,297049,148021,35974,168049,327657],"series":[],"class_list":["post-473775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-banda-aceh","tag-fkpt-aceh","tag-kesbangpol","tag-nasionalisme","tag-news","tag-pemuda-aceh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/473775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=473775"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/473775\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/473776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=473775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=473775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=473775"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=473775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}