{"id":473934,"date":"2025-10-30T11:38:00","date_gmt":"2025-10-30T04:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/30\/purbaya-dibenci-pejabat-karena-guncang-zona-nyaman\/"},"modified":"2025-10-30T11:46:46","modified_gmt":"2025-10-30T04:46:46","slug":"purbaya-dibenci-pejabat-karena-guncang-zona-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/10\/30\/purbaya-dibenci-pejabat-karena-guncang-zona-nyaman\/","title":{"rendered":"Purbaya Dibenci Pejabat karena Guncang Zona Nyaman"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudha Sadewa, kini menjadi sorotan bukan hanya karena kebijakan fiskalnya yang dinilai berani, tetapi juga karena gaya komunikasinya yang dianggap tak biasa bagi pejabat publik.<\/p>\n<p>Sosok Purbaya dikenal lugas dan blak-blakan, jauh dari kesan formal dan penuh basa-basi. Gaya bicaranya yang tegas membuat sebagian publik menyebutnya \u201cala koboi\u201d, sementara yang lain menilai kejujurannya sebagai cerminan sikap apa adanya.<\/p>\n<p>Namun, gaya komunikasinya yang keras dan tanpa tedeng aling-aling itu rupanya juga memunculkan resistensi dari sejumlah pihak. Ekonom Kun Nurachadijat menilai, munculnya kelompok yang tidak menyukai bahkan membenci Purbaya bisa dilihat dari berbagai motif.<\/p>\n<p>\u201cTentu ada banyak perspektif yang beragam. Ada yang tidak suka secara pribadi, ada yang tidak suka pada konsepsi yang dijalankan, dan ada juga yang merasa terganggu karena kestabilan comfort zone-nya terusik,\u201d ujar Kun di kanal Youtube forum keadilan, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.<\/p>\n<p>Ia menggambarkan kehadiran Purbaya di kabinet sebagai sosok yang \u201cmengguncang sangkar burung\u201d. Menurut Kun, ukuran keberhasilan seorang menteri dalam perspektif ekonomi bukan semata pada popularitas, melainkan bagaimana dana negara dapat terserap efektif melalui belanja pemerintah.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cIndikator kesuksesan itu dilihat dari government expenditure. Dan saya lihat Purbaya ini selalu mengedepankan data,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kun juga menyinggung bahwa ketegangan antara Purbaya dan sejumlah tokoh <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, sebut saja Luhut Binsar Panjaitan, lalu ada Dedi Mulyadi, dan sekarang Hasan Nasbi, bisa jadi berkaitan dengan benturan kepentingan.\u00a0<\/p>\n<p>Ia bahkan menyamakan situasi politik yang dihadapi Purbaya dengan pepatah Sunda yang pernah diucapkan Prabu Siliwangi: anak ayam ngagarolong tikolong, yang berarti anak ayam yang tak terduga justru tumbuh menjadi ayam jago yang mengusik.<\/p>\n<p>\u201cPurbaya ini seperti barang baru yang mengusik semua, akhirnya jadi public enemy,\u201d kata Kun.<\/p>\n<p>Meski begitu, ia mengingatkan semua pejabat agar tetap fokus bekerja sesuai mandat. Bekerjalah berdasarkan key performance indicator dari atasannya, yaitu Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudha Sadewa, kini menjadi sorotan bukan hanya karena kebijakan fiskalnya yang dinilai berani, tetapi juga karena gaya komunikasinya yang dianggap tak biasa bagi pejabat publik. Sosok Purbaya dikenal lugas dan blak-blakan, jauh dari kesan formal dan penuh basa-basi. Gaya bicaranya yang tegas membuat sebagian publik menyebutnya \u201cala koboi\u201d, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":473935,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-473934","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/473934","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=473934"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/473934\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/473935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=473934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=473934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=473934"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=473934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}