{"id":474549,"date":"2025-11-02T16:19:00","date_gmt":"2025-11-02T09:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/02\/adi-prayitno-ungkap-tiga-indikator-budi-arie-mulai-berpaling-dari-jokowi\/"},"modified":"2025-11-02T16:20:49","modified_gmt":"2025-11-02T09:20:49","slug":"adi-prayitno-ungkap-tiga-indikator-budi-arie-mulai-berpaling-dari-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/02\/adi-prayitno-ungkap-tiga-indikator-budi-arie-mulai-berpaling-dari-jokowi\/","title":{"rendered":"Adi Prayitno Ungkap Tiga Indikator Budi Arie Mulai Berpaling dari Jokowi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Direktur Eksekutif Parameter <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> Indonesia, Adi Prayitno, menilai Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mulai berpaling dari Presiden ke-7 <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> atau <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Adi, sejumlah langkah Budi Arie dan organisasi relawan yang dipimpinnya, Projo, memperkuat kesan bahwa orientasi politik mereka mulai bergeser.<\/p>\n<p>&#8220;Publik membaca ini sebagai tanda Budi Arie mulai berpaling dari Jokowi,&#8221; kata Adi kepada Tribunnews.com, Minggu (2\/11\/2025).<\/p>\n<p>Adi memaparkan sedikitnya tiga indikasi yang memperlihatkan perubahan arah tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Pertama, Budi Arie tidak memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini dikenal dekat dengan Jokowi.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal PSI identik dengan Jokowi. Apalagi Ketumnya Kaesang, putra Jokowi,&#8221; ujar Adi.<\/p>\n<p>Kedua, rencana Projo mengubah logo organisasinya agar tidak menampilkan siluet wajah Jokowi dinilai sebagai upaya melepaskan citra kultus individu.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal selama ini Projo sangt banggakan diri dengan pasang foto Jokowi di logo mereka,&#8221; tegas Adi.<\/p>\n<p>Ketiga, penegasan Budi Arie bahwa Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi, melainkan berasal dari bahasa Sanskerta atau Jawa Kawi yang berarti \u201cnegeri\u201d dan \u201crakyat\u201d, turut memperkuat kesan adanya jarak politik.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal selama ini Projo itu Pro Jokowi,&#8221; ungkap Adi.<\/p>\n<p><b>Terpilih aklamasi<\/b><\/p>\n<p>Budi Arie Setiadi kembali terpilih sebagai Ketua Umum Projo hasil Kongres III di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (2\/11\/2025).<\/p>\n<p>Projo adalah organisasi kemasyarakatan yang awalnya merupakan relawan pendukung Presiden Joko Widodo, namun kini telah berkembang menjadi ormas yang mendukung pemerintahan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>.<\/p>\n<p>Ketua pimpinan sidang, Freddy Damanik, membacakan hasil pleno yang menetapkan Budi Arie sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo sekaligus ketua formatur penyusun kepengurusan baru.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil kesepakatan bersama atau aklamasi seluruh peserta seluruh Kongres Projo ke-III memutuskan menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketum DPP Projo periode 2025-2030 dan sebagai Ketua Formatur mengatur kepengurusan DPP Projo,&#8221; kata Freddy.\u00a0<\/p>\n<p>Aklamasi adalah cara pengambilan keputusan atau pemilihan tanpa melalui voting, melainkan dengan persetujuan bulat dari semua peserta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mulai berpaling dari Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.\u00a0 Menurut Adi, sejumlah langkah Budi Arie dan organisasi relawan yang dipimpinnya, Projo, memperkuat kesan bahwa orientasi politik mereka mulai bergeser. &#8220;Publik membaca ini sebagai tanda Budi Arie mulai berpaling [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":474550,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-474549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/474549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=474549"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/474549\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/474550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=474549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=474549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=474549"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=474549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}