{"id":475067,"date":"2025-11-04T17:57:00","date_gmt":"2025-11-04T10:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/04\/prof-henri-balik-badan-kritik-jokowi-anaknya-belum-siap-direkayasa-dipaksakan-jadi-wapres\/"},"modified":"2025-11-04T17:58:29","modified_gmt":"2025-11-04T10:58:29","slug":"prof-henri-balik-badan-kritik-jokowi-anaknya-belum-siap-direkayasa-dipaksakan-jadi-wapres","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/04\/prof-henri-balik-badan-kritik-jokowi-anaknya-belum-siap-direkayasa-dipaksakan-jadi-wapres\/","title":{"rendered":"Prof Henri Balik Badan Kritik Jokowi: Anaknya Belum Siap, Direkayasa Dipaksakan jadi Wapres"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2007-2022, Prof Henri Subiakto, mengaku balik badan mengkritik <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) karena akhirnya banyak kotroversi.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dulu kita memang sangat bangga ya dengan pemimpin waktu itu ya, Pak Jokowi,&#8221; kata Prof Henri dilansir dari siniar Forum Keadilan Tv di Jakarta pada Selasa, 4 November 2025.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Ia terbawa euforia bahwa Jokowi berangkat dari orang biasa kemudian dikenal publik karena dinilai sukses di Solo lalu berhasil menjadi gubernur DKI Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Sukses di Solo, di Jakarta, di DKI juga kita bangga. Lalu akhirnya dia menjadi presiden. Kita melihat, wah ini hasil dari demokrasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Namun seiring perjalanan, setelah mengevaluasi kiprahnya, Prof Henri menilai bahwa Jokowi banyak kontroversi.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Bicara sekarang besok sudah berubah dan sebagainya. Kemudian juga kebijakan-kebijakannya juga banyak yang bermasalah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Puncaknya, yakni mendahulukan kepentingan keluarga, khususnya memaksakan putranya, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> sebagai calon wakil presiden.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Anaknya yang belum siap. Siapa yang bilang kalau anaknya siap untuk menjadi wakil presiden?&#8221; katanya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Prof Henri menilai bahwa mungkin untuk menjadi wali Kota Solo saja, Gibran tidak bisa karena masalah pendidikannya yang tidak jelas.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Tiba-tiba semuanya menjadi dipaksakan, dia menjadi wakil presiden,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Ia menyampaikan, kualitas Gibran belum sepadan dengan wapres-wapres sebelumnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Coba bayangkan, seorang Gibran harus bersaing dengan kualitasnya dengan Habibie yang dulu juga pernah jadi wakil presiden,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Kemudian dengan Mohammad Hatta lulusan dari Belanda, Jenderal Umar Wirahadikusumah mantan pangdam, Abdul Malik yang pernah menjadi diplomat dan pendiri Antara, serta sederet wapres lainnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ini kan problema dan itu ada rekayasa. Rekayasa di Mahkamah Konstitusi dan sebagainya. Saya kecewa,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Persoalan lainnya kemudian bermunculan dan menjadi tugas Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> untuk membenahinya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Struktur kekuatannya Pak Jokowi waktu itu hebat sekali,&#8221; ucapnya.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2007-2022, Prof Henri Subiakto, mengaku balik badan mengkritik Joko Widodo (Jokowi) karena akhirnya banyak kotroversi.\u00a0 &#8220;Dulu kita memang sangat bangga ya dengan pemimpin waktu itu ya, Pak Jokowi,&#8221; kata Prof Henri dilansir dari siniar Forum Keadilan Tv di Jakarta pada Selasa, 4 November 2025. \u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":475068,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-475067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/475067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=475067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/475067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/475068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=475067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=475067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=475067"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=475067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}