{"id":475379,"date":"2025-11-06T07:36:00","date_gmt":"2025-11-06T00:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/06\/agus-pambagio-kalau-proyek-whoosh-dibuka-banyak-yang-kena\/"},"modified":"2025-11-06T07:47:51","modified_gmt":"2025-11-06T00:47:51","slug":"agus-pambagio-kalau-proyek-whoosh-dibuka-banyak-yang-kena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/06\/agus-pambagio-kalau-proyek-whoosh-dibuka-banyak-yang-kena\/","title":{"rendered":"Agus Pambagio: Kalau Proyek Whoosh Dibuka, Banyak yang Kena"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Analis kebijakan publik dan pakar transportasi Agus Pambagio terus menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta\u2013Bandung (KCJB) atau Whoosh, yang menurutnya sejak awal penuh kejanggalan.Dalam Seri Diskusi Kebangsaan yang digelar Strategi Institute dengan tema \u201cSkandal Whoosh Pintu Masuk Bongkar Korupsi <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>\u201d di Gedung Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 5 November 2025, Agus mengaku sudah hampir seratus hari terus-menerus menyuarakan kritik terhadap proyek strategis nasional itu.<\/p>\n<p>\u201cHari ini hari ke-97 saya bicara soal Whoosh. Sedikit melelahkan, tapi ya risiko,\u201d ujar Agus membuka pemaparannya.<\/p>\n<p>Menurutnya, kejanggalan proyek ini sudah tampak sejak awal perencanaannya, ketika pemerintah tiba-tiba mengalihkan proyek dari Jepang ke China meski Jepang telah menyiapkan studi dan rancangan yang matang.<\/p>\n<p>\u201cSecara kriminal mungkin tidak salah, tapi secara etika kebijakan itu tidak elok. Jepang sudah siap, sudah menyusun studi lengkap. Tapi tiba-tiba berubah begitu saja,\u201d ujar Agus.<\/p>\n<p>Ia juga menceritakan pernah dipanggil pemerintah saat itu setelah kritiknya soal proyek Whoosh mulai menarik perhatian publik.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa dirinya mendukung kemajuan teknologi, namun tetap menolak keputusan yang dianggap tidak tepat.<\/p>\n<p>\u201cSaya ditanya apakah saya mendukung teknologi. Saya bilang mendukung. Tapi mendukung teknologi bukan berarti membenarkan keputusan yang bermasalah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Agus kemudian menyoroti sejumlah persoalan yang muncul selama pengerjaan proyek, mulai dari pembengkakan biaya (cost overrun), perubahan spesifikasi teknis, hingga pembayaran lahan dan subkontraktor yang belum tuntas.<\/p>\n<p>\u201cAnggarannya keluar, tapi ada tanah dan subkontraktor yang belum dibayar. Itu saja sudah bicara banyak,\u201d kata Agus.<\/p>\n<p>Ia bahkan menyebut proyek kereta cepat ini sebagai proyek yang busuk sejak awal.<\/p>\n<p>\u201cSaya bilang proyek ini busuk sejak awal. Kalau sudah busuk di depan, kenapa diteruskan? Harusnya ditolak. Tapi tetap jalan. Itu masalahnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Agus menutup pemaparannya dengan pernyataan bahwa jika proyek ini benar-benar diusut secara tuntas, dampaknya akan meluas ke banyak pihak.<\/p>\n<p>\u201cKalau ini dibuka, banyak yang kena. Pertanyaannya cuma satu: berani atau tidak,\u201d katanya lagi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Analis kebijakan publik dan pakar transportasi Agus Pambagio terus menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta\u2013Bandung (KCJB) atau Whoosh, yang menurutnya sejak awal penuh kejanggalan.Dalam Seri Diskusi Kebangsaan yang digelar Strategi Institute dengan tema \u201cSkandal Whoosh Pintu Masuk Bongkar Korupsi Jokowi\u201d di Gedung Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 5 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":475380,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-475379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/475379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=475379"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/475379\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/475380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=475379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=475379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=475379"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=475379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}