{"id":476177,"date":"2025-11-12T18:14:00","date_gmt":"2025-11-12T11:14:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/12\/ayah-bilqis-cerita-perubahan-sikap-putrinya-pasca-diculik-dan-ditemukan-dalam-hutan-suku-anak-dalam\/"},"modified":"2025-11-12T23:04:34","modified_gmt":"2025-11-12T16:04:34","slug":"ayah-bilqis-cerita-perubahan-sikap-putrinya-pasca-diculik-dan-ditemukan-dalam-hutan-suku-anak-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/12\/ayah-bilqis-cerita-perubahan-sikap-putrinya-pasca-diculik-dan-ditemukan-dalam-hutan-suku-anak-dalam\/","title":{"rendered":"Ayah Bilqis Cerita Perubahan Sikap Putrinya Pasca Diculik dan Ditemukan dalam Hutan Suku Anak Dalam"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Dwi Nurmas (34), ayah <a title=\"Bilqis\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/bilqis\/\">Bilqis<\/a> Ramadhany (4), mengungkap perubahan sikap putrinya setelah pulang ke Makassar, Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>Bilqis menjadi korban penculikan setelah bermain di Taman Pakui, Makassar pada Minggu (2\/11\/2025).<\/p>\n<p>Dia diculik sindikat perdagangan anak lintas provinsi. Ia ditemukan selamat di Jambi setelah sempat dijual melalui jaringan adopsi ilegal.<\/p>\n<p>Seorang perempuan menggandeng Bilqis dan membawanya pergi. Aksi ini terekam CCTV dan viral di media sosial. Bilqis dijual melalui grup Facebook bertema adopsi anak.<\/p>\n<p>Awalnya dibeli oleh seorang perempuan di Jakarta seharga Rp 3 juta. Lalu dijual lagi ke pasangan asal Jambi seharga Rp 30 juta.<\/p>\n<p>Pasangan tersebut menjual Bilqis ke komunitas Suku Anak Dalam di Merangin, Jambi, seharga Rp 80 juta.<\/p>\n<p>Bilqis ditemukan oleh aparat di kawasan hutan Merangin, Jambi, pada Sabtu (8\/11\/2025), dalam pangkuan warga Suku Anak Dalam.<\/p>\n<p>Bilqis dipulangkan ke Makassar dan bertemu kembali dengan orang tuanya pada Minggu (10\/11\/2025).<\/p>\n<p>Namun, setelah pulang ke rumah, dia mengalami perubahan sikap.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Perubahan Sikap Bilqis<\/h3>\n<p>Dwi Nurmas menuturkan Bilqis ekarang lebih agresif. Sebelum diculik, Bilqis lebih lembut.<\/p>\n<p>&#8220;Iya ada perubahan (prilaku). Sekarang itu lebih agresif,&#8221; kata Dimas dikutip dari TribunTimur.<\/p>\n<p>Dimas mengakui Bilqis memang sosok anak yang aktif. Namun demikian, sebelum diculik ia tetap lembut.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau misalnya dia tutup pintu itu sebelumnya tidak terlalu keras, sekarang bunyi, kayak lebih keras begitu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain itu, ketika menginginkan sesuatu lanjut Dimas, Bilqis permintaannya mau seketika dituruti.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau misalnya minta uang mau belanja, tidak mau menunggu, harus langsung dikasih,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Dwi juga bertanya kepada putrinya selama berada di perkampungan adat salah satu suku di Provinsi Jambi itu.<\/p>\n<p>Bilqis mengaku diperlakukan layaknya seorang anak.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tanya, tidur di mana nak? Dia bilang sama bapak-bapak. Dia pikirnya bapak begitu,&#8221; kata Dimas sapaan Dwi Nurmas ditemui rumahnya, Jl Pelita Raya 2, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa (11\/11\/2025) malam.<\/p>\n<p>&#8220;Makan apa di sana? Dia bilang makan mie. Kayak biasa,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Bilqis juga kata Dimas, mengaku melihat anjing di perkampungan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Ada anjing katanya dia lihat, banyak,&#8221; ucap Dimas.<\/p>\n<p>Dwi Nurmas memaafkan empat pelaku penculikan anaknya.<\/p>\n<p>Namun demikian, ia tetap meminta, para pelaku diproses seusai yang berlaku.<\/p>\n<p>&#8220;Saya maafkan semua pelaku ini, cuman hukum harus tetap dijalani,&#8221; kata Dimas sapaan Dwi Nurmas ditemui di rumahnya, Jl Pelita 2, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa (11\/11\/2025).<\/p>\n<p>Dimas mengaku, menyerahkan sepenuhnya penangan kasus empat tersangka ke aparat penegak hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Mau dihukum berapa tahun, saya tidak tahu, saya warga biasa. Hukumlah yang anu (menentukan),&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Sopir travel ini mengaku, memang telah memaafkan pelaku sejak Bilqis belum ditemukan.<\/p>\n<p>Sebab dalam doanya, hanya Bilqis yang ia harap dapat kembali dengan selamat.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi saya sudah niatkan, saya maafkan. Asalkan anak saya kembali dengan selamat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia pun mengaku menyerahkan sepenuhnya penangan para tersangka ke penegak hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Biarlah pengadilan yang tahu bagaimana baiknya,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Psikolog Lakukan Trauma Healing<\/h3>\n<p>Sementara itu, psikolog Klinik Puspaga Dinas PPA Kota Makassar, Muriskida Yusuf usai melakukan trauma healing terhadap Bilqis mengungkapkan hal yang sama.<\/p>\n<p>Musriskida Yusuf hadir bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar.<\/p>\n<p>Tampak, Musriskida mengajak Bilqis bermain boneka hingga menggambar.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kondisi psikologisnya sendiri sebenarnya Bilqis sudah bisa diajak bermain,&#8221; kata Musriskida.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sebagai psikolog tidak bisa memaksakan juga kalau menggali cerita atau seperti apa,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Terkait adanya perubahan prilaku Bilqis yang lebih agresif, Musriskida tak menampik.<\/p>\n<p>&#8220;Dari keterangan orang tua mungkin ada perilaku yang berubah seperti Bilqis lebih agresif dan menunjukkan perubahan-perubahan perilaku lainnya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, lanjut dia, perubahan prilaku itu belum bisa disimpulkan sepenuhnya.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi belum bisa dinilai, masih bertahap, baru pertemuan pertama juga,&#8221; ucapnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dwi Nurmas (34), ayah Bilqis Ramadhany (4), mengungkap perubahan sikap putrinya setelah pulang ke Makassar, Sulawesi Selatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":476178,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908,329902],"series":[],"class_list":["post-476177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita","tag-bilqis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/476177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=476177"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/476177\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/476178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=476177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=476177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=476177"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=476177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}