{"id":476805,"date":"2025-11-15T22:01:00","date_gmt":"2025-11-15T15:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/15\/viral-di-bogor-santri-kecil-kabur-dari-pesantren-karena-rindu-orang-tua-polisi-temukan-dan-antar-pulang\/"},"modified":"2025-11-15T22:16:19","modified_gmt":"2025-11-15T15:16:19","slug":"viral-di-bogor-santri-kecil-kabur-dari-pesantren-karena-rindu-orang-tua-polisi-temukan-dan-antar-pulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/15\/viral-di-bogor-santri-kecil-kabur-dari-pesantren-karena-rindu-orang-tua-polisi-temukan-dan-antar-pulang\/","title":{"rendered":"Viral di Bogor Santri Kecil Kabur dari Pesantren karena Rindu Orang Tua, Polisi Temukan dan Antar Pulang"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0<\/b> Kisah haru dari Polsek Parung, Bogor, kini semakin utuh setelah terungkap bahwa anak yang ditemukan itu adalah santri yang kabur dari pesantren karena rindu orang tua.Seorang anak laki-laki ditemukan oleh polisi di Desa Jabon Mekar, Parung, pada Kamis 13\/11\/2025 setelah laporan dari warga.<\/p>\n<p>Lalu bertemu kembali pada keluarga pada tanggal 14\/11\/2025 sore hari.<\/p>\n<p>Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menyampaikan bahwa anak tersebut ternyata seorang santri di pondok pesantren di Tajurhalang.<\/p>\n<p>Karena saat ditemui dia tidak bisa menyebut alamat rumah dan hanya mengingat nama ayah Abi\/Dedi dan ibu Umi\/Bulan, petugas harus melakukan pendataan intensif.<\/p>\n<p>Polisi kemudian menginapkan anak itu di salah satu rumah besar milik keluarga anggota Polsek, sambil menunggu identitas lengkap dan keluarganya terkuak.<\/p>\n<p>Baca Juga:\u00a0<\/p>\n<p>Buruan Lamar! Indocement Cari Talenta Baru untuk Procurement, Maintenance, dan IT Security<\/p>\n<p>Di sela-sela penantian, seorang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) bernama Deni aktif menyelidiki dan berbagi informasi di media sosial.<\/p>\n<p>Dari sana, diketahui bahwa anak itu hanya belajar di pesantren selama sekitar satu minggu.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut keteranga pondok pesantren, sang anak meninggalkan pesantren pada hari yang sama setelah salat Asar.<\/p>\n<p>Alasan kaburnya cukup sederhana tapi dalam dia sangat merindukan orang tua.\u00a0<\/p>\n<p>Pesantren tersebut menjalankan program tahfidz Al-Qur\u2019an, dan anak itu baru sehari menjadi santri untuk menghafal Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Ketika polisi dan PSM akhirnya menemukan pondoknya, momen pertemuan kembali dengan orang tua menjadi sangat emosional.<\/p>\n<p>Anak itu diserahkan kepada orang tuanya setelah polisi dan pekerja sosial memastikan identitasnya.<\/p>\n<p>Kapolsek Parung menyebut bahwa penanganan kasus ini dilakukan dengan cara manusiawi.<\/p>\n<p>Anak diarahkan agar tetap tenang, diajak bermain, diberikan pendampingan oleh petugas, agar tidak panik di tengah situasi yang membingungkan baginya.<\/p>\n<p>Kisah ini mengingatkan bahwa di balik sosok santri yang taat, ada kerinduan masa kecil dan hubungan keluarga yang sangat kuat.<\/p>\n<p>Tindakan cepat dan empati dari polisi Parung.<\/p>\n<p>Ditambah keterlibatan media sosial sebagai alat penyebaran informasi, menjadi kunci agar sang anak bisa pulang dengan selamat ke pelukan orang tua.<\/p>\n<p>Kisah seperti ini juga mengangkat sisi lain dari tugas polisi\u00a0 bukan hanya sebagai penegak hukum.<\/p>\n<p>Tapi sebagai pemelihara keamanan sosial dan pelindung anak-anak yang rentan.<\/p>\n<p>Dan bagi si santri kecil itu, kabur dari pondok bukan karena konflik besar, tetapi sekadar dorongan hati anak yang sangat mencintai keluarganya.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Kisah haru dari Polsek Parung, Bogor, kini semakin utuh setelah terungkap bahwa anak yang ditemukan itu adalah santri yang kabur dari pesantren karena rindu orang tua.Seorang anak laki-laki ditemukan oleh polisi di Desa Jabon Mekar, Parung, pada Kamis 13\/11\/2025 setelah laporan dari warga. Lalu bertemu kembali pada keluarga pada tanggal 14\/11\/2025 sore [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":476806,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-476805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/476805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=476805"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/476805\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/476806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=476805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=476805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=476805"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=476805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}