{"id":477628,"date":"2025-11-19T22:23:00","date_gmt":"2025-11-19T15:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/19\/300-warga-dievakuasi-usai-letusan-gunung-semeru-status-naik-jadi-awas\/"},"modified":"2025-11-19T22:23:00","modified_gmt":"2025-11-19T15:23:00","slug":"300-warga-dievakuasi-usai-letusan-gunung-semeru-status-naik-jadi-awas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/19\/300-warga-dievakuasi-usai-letusan-gunung-semeru-status-naik-jadi-awas\/","title":{"rendered":"300 Warga Dievakuasi Usai Letusan Gunung Semeru, Status Naik Jadi Awas"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"85\" data-end=\"382\"><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 300 warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah dievakuasi ke tempat pengungsian untuk mengantisipasi potensi bahaya material vulkanik pasca-letusan Gunung Semeru. Evakuasi dilakukan hingga Rabu malam, 19 November 2025.<\/p>\n<p data-start=\"384\" data-end=\"641\">Dikutip dari <em>Antara<\/em>, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan ratusan warga yang dievakuasi berasal dari Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.<\/p>\n<p data-start=\"643\" data-end=\"827\">Para pengungsi dipindahkan sementara ke sejumlah lokasi yang telah disiapkan tim gabungan, yakni Balai Desa Oro-oro Ombo, Balai Desa Penanggal, dan gedung SD 2 Supiturang di Pronojiwo.<\/p>\n<p data-start=\"829\" data-end=\"934\">\u201cData sementara sebanyak 300 warga mengungsi. Namun, pendataan masih dilakukan tim di lapangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"936\" data-end=\"1003\"><strong data-start=\"940\" data-end=\"1003\">BNPB Pantau Aktivitas Semeru dan Dampingi Pemerintah Daerah<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1005\" data-end=\"1170\">BNPB memastikan pemantauan aktivitas Gunung Semeru akan dilakukan secara intensif, bersamaan dengan pendampingan terhadap pemerintah daerah dalam penanganan darurat.<\/p>\n<p data-start=\"1172\" data-end=\"1397\">Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Pemerintah Kabupaten Lumajang saat ini tengah menyusun penetapan Status Tanggap Darurat yang direncanakan berlangsung selama tujuh hari, mulai 19 hingga 26 November 2025.<\/p>\n<p data-start=\"1399\" data-end=\"1530\">\u201cHal ini diharapkan pos komando segera diaktifkan dan penanganan darurat bencana dapat berjalan secara efektif,\u201d kata Abdul Muhari.<\/p>\n<h3 data-start=\"1532\" data-end=\"1598\"><strong data-start=\"1536\" data-end=\"1598\">Letusan Capai 2.000 Meter, Awan Panas Meluncur 7 Kilometer<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1600\" data-end=\"1862\">Badan Geologi Kementerian ESDM sebelumnya melaporkan bahwa Gunung Semeru meletus pada pukul 16.00 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak. Erupsi disertai awan panas dengan jarak luncur hingga tujuh kilometer dari arah puncak.<\/p>\n<p data-start=\"1864\" data-end=\"2101\">Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut. Letusan dideteksi melalui seismogram pos pemantauan gunung api di Lumajang dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.<\/p>\n<p data-start=\"2103\" data-end=\"2225\">Akibat meningkatnya aktivitas tersebut, Badan Geologi secara resmi menaikkan status Gunung Semeru dari Siaga menjadi Awas. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 300 warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah dievakuasi ke tempat pengungsian untuk mengantisipasi potensi bahaya material vulkanik pasca-letusan Gunung Semeru. Evakuasi dilakukan hingga Rabu malam, 19 November 2025. Dikutip dari Antara, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan ratusan warga yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":477629,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[12500,29381,124471,135312,197251,329630,330369,330370,627],"series":[],"class_list":["post-477628","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-jawa-timur","tag-lingkungan","tag-gunung-semeru","tag-erupsi","tag-lumajang","tag-tanggap-darurat","tag-awan-panas","tag-badan-geologi","tag-bnpb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/477628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=477628"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/477628\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/477629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=477628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=477628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=477628"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=477628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}