{"id":477699,"date":"2025-11-20T09:10:00","date_gmt":"2025-11-20T02:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/20\/4-pengakuan-akbp-b-soal-kematian-dosen-untag-semarang-ungkap-detik-detik-sebelum-jasad-ditemukan\/"},"modified":"2025-11-20T09:13:01","modified_gmt":"2025-11-20T02:13:01","slug":"4-pengakuan-akbp-b-soal-kematian-dosen-untag-semarang-ungkap-detik-detik-sebelum-jasad-ditemukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/20\/4-pengakuan-akbp-b-soal-kematian-dosen-untag-semarang-ungkap-detik-detik-sebelum-jasad-ditemukan\/","title":{"rendered":"4 Pengakuan AKBP B Soal Kematian Dosen Untag Semarang, Ungkap Detik-detik Sebelum Jasad Ditemukan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Saksi kunci kematian dosen Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang yang ditemukan di kamar kos-hotel (kostel), polisi berpangkat AKBP inisial B, akhirnya buka suara.\u00a0<\/p>\n<p>Dosen Untag Semarang berinisial DLL (35) tewas di kamar kostel Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Senin (17\/11\/2025) sekira pukul 05.30 WIB.<\/p>\n<p>DLL ditemukan dengan kondisi tanpa busana tergeletak di lantai samping tempat tidur.\u00a0<\/p>\n<p>Polisi menyebut penyebab kematian dosen muda ini karena sakit.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Penyebab kematian korban diduga karena sakit. Sebab, dua hari berturut\u00a0 (15-16 November) korban berobat ke rumah sakit Tlogorejo Semarang,&#8221; ucap Kapolsek Gajahmungkur AKP Nasoir, dikutip dari TribunJateng.<\/p>\n<p>Hasil rekam medis terakhir korban di rumah sakit tersebut tercatat tensi darahnya sekitar 190 milimeter air raksa dan gula darah 600 miligram per desiliter.<\/p>\n<p>Korban hanya menjalani rawat jalan selepas memeriksakan ke dokter.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi diduga korban meninggal dunia karena sakit. Tim Inafis Polrestabes Semarang juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><b>Terakhir Bertemu DLL<\/b><\/p>\n<p>Senada dengan itu, AKBP B juga menyebut bahwa kondisi DLL sempat menurun.\u00a0<\/p>\n<p>AKBP B mengaku sedang mendampingi DLL karena kondisinya yang disebut menurun sejak sehari sebelumnya, Minggu (16\/11\/2025).<\/p>\n<p>Hal itu membuat dirinya berada di dalam kamar 201 tersebut.<\/p>\n<p><b>Kondisi Terakhir DLL<\/b><\/p>\n<p>Perwira yang bertugas di Ditsamapta Polda Jawa Tengah itu menyebut, DLL sudah lama bermasalah dengan tekanan darah dan kadar gula tinggi.<\/p>\n<p>Menurut dia, DLL sempat muntah-muntah, Minggu (16\/11\/2025) sore.<\/p>\n<p>\u201cSaya antar ke rumah sakit dulu. Terakhir saya lihat, dia masih pakai kaus biru-kuning dan celana training,\u201d ujar Basuki, dikutip SURYA.CO.ID dari TribunJateng.<\/p>\n<p><b>Syok Lihat Kondisi DLL<\/b><\/p>\n<p>Ia mengaku terkejut saat mendapati DLL tergeletak tanpa busana keesokan hari, dengan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.<\/p>\n<p>Basuki berdalih kondisi itu dipicu reaksi tubuh menjelang kematian.<\/p>\n<p><b>Bantah Ada Hubungan Spesial<\/b><\/p>\n<p>Ia menyatakan tidak ada hubungan asmara, dan mengaku mengenal DLL hanya karena rasa simpati sejak orangtua DLL meninggal dunia.<\/p>\n<p>Bahkan, Basuki mengatakan sempat membiayai proses wisuda doktor DLL.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah tua. Tidak ada hubungan seperti yang orang pikirkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><b>Diperiksa Propam<\/b><\/p>\n<p>AKBP diperiksa penyidik propam selepas ditemukannya jasad DLL di kostel.<\/p>\n<p>&#8220;Ya sejak kami dapat informasi ini AKBP B sudah kami ambil. Dia sudah kami amankan dari kemarin sampai sekarang masih menjalani pemeriksaan,&#8221; ujar Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabidpropam) Saiful Anwar saat menemui mahasiswa Untag Semarang yang mendatangi Polda Jateng, Rabu (19\/11\/2025).<\/p>\n<p>Ratusan mahasiswa Untag mendatangi Polda Jateng untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus kematian dosennya.<\/p>\n<p>Mereka ditemui oleh Kabidpropam Kombes Pol Saiful Anwar dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio,\u00a0 Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Artanto.<\/p>\n<p>Saiful mengatakan, AKBP B masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman sehingga mahasiswa diminta bersabar akan proses ini.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti hasil penyelidikan akan kami sampaikan,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Ia meminta mahasiswa tidak perlu khawatir atas penanganan kasus ini.<\/p>\n<p>Pihaknya memastikan penyidik akan bekerja sesuai aturan dan prosedur.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kami butuh waktu, tidak bisa serta merta karena tugas kita nanti dipertanggungjawabkan hasilnya,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Ia meminta pula kepada mahasiswa jika menemukan penyidik main-main soal kasus ini bisa dilaporkan,<\/p>\n<p>&#8220;Kami nanti sikat semua. Kami kawal kasus ini jadi tidak main-main dalam kasus ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, AKBP B saat ini masih menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).<\/p>\n<p>Pihaknya meminta mahasiswa bersabar dan jangan terprovokasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kedatangan mahasiswa di Mapolda ini sebagai bentuk dukungan moril dan semangat bagi penyidik untuk mengungkap kasus ini secara transparan, profesional dan akuntabel,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><b>Siapa sebenarnya AKBP B?\u00a0<\/b><\/p>\n<p>Sosok AKBP B diungkap Komunitas Muda Mudi Alumni Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (Untag) Kota Semarang.\u00a0<\/p>\n<p>Ketua Umum Komunitas Muda Mudi Alumni Untag Semarang, Jansen Henry Kurniawan menyebut AKBP B memiliki jabatan di Ditsamapta Polda Jateng.<\/p>\n<p>&#8220;Oknum polisi ini yang mengabarkan kematian korban ke resepsionis hotel, Polsek Gajahmungkur dan tim Inafis Polrestabes Semarang,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Dia menilai kematian korban masih patut dicurigai mengingat keberadaan oknum polisi di lokasi kejadian.<\/p>\n<p>Terlebih, sebelum korban meninggal dunia pernah menceritakan sosok polisi ini. Kendati menjunjung asas praduga tak bersalah, tapi oknum polisi itu disebut dekat dengan korban.<\/p>\n<p>\u201cSempat cerita, karena korban tahu saya aktivis yang sering demo. Korban bilang \u2018ibu punya teman polisi, dia kasubdit pengendalian masa. Jangan-jangan kalian sering ketemu pas demo, soalnya kan demo itu pasti urusannya berkaitan dengan urusan pengendalian masa\u2019,\u201d ujarnya mengikuti perkataan korban.<\/p>\n<p>Untuk itu para alumni mendorong agar kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian dosennya. Dia berharap proses penanganan kasus diungkap secara transparan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ikatan alumni Untag mendesak kepolisian agar kasus ini dibuktikan secara terang benderang dan jangan melindungi oknum tertentu,&#8221; harapnya.<\/p>\n<p>Polda Jawa Tengah membenarkan Perwira menengah berinisial B dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) merupakan anggota kepolisian yang bertugas sebagai kepala sub direktorat Pengendalian Massa (Dalmas) Direktorat Samapta.<\/p>\n<p>&#8220;Benar, AKBP B memang pamen (perwira menengah) di Dalmas (Direktorat Samapta),&#8221; jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng Kombes Pol Artanto kepada Tribun, Selasa (18\/11\/2025).<\/p>\n<p>Artanto belum mengetahui secara detail keterlibatan AKBP B dalam kasus ini. Kendati demikian, kasus ini menjadi perhatian pihaknya.<\/p>\n<p>&#8220;Polda Jateng akan monitoring proses penyelidikan kasus ini, mengawasi penyelidikan yang dilakukan Polrestabes Semarang,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Menurut Artanto, Satreskrim Polrestabes Semarang akan melaporkan perkembangan kasus yang akan diterima oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng.<\/p>\n<p>Dari laporan kasus itu, Polda Jateng akan melakukan pengawasan terhadap kegiatan penyelidikan. &#8220;Semisal ditemukan pelanggaran yang dilakukan (oleh AKBP B) nanti kami akan menindak\u00a0 \u00a0sesuai aturan,&#8221; paparnya.\u00a0<\/p>\n<p>Terkait adanya hubungan korban dengan AKBP B, Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir membenarkannya.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, ia enggan menjelaskannya lebih detail hubungan mereka.&#8221;Bisa langsung tanya ke propam,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena juga membenarkan, ada anggota polisi di lokasi kejadian yang menemukan pertama kali korban.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ambil keterangan polisi ini untuk mengetahui peristiwa kejadian ini,&#8221; ujarnya kepada Tribun.Namun, Andika belum mengetahui hubungan antara polisi tersebut dengan korban. Pihaknya sementara ini hanya meminta keterangannya sembari mengumpulkan sejumlah bukti-bukti lain terutama rekaman kamera CCTV hotel.\u00a0<\/p>\n<p>Terkait kondisi korban, lanjut Andika,\u00a0 hasil pemeriksaan visum luar tidak ada tanda-tanda kekerasan.<\/p>\n<p>Akan tetapi pihaknya melakukan autopsi (bedah mayat) terhadap tubuh korban supaya mengetahui penyebab pasti kematian korban.<\/p>\n<p>&#8220;Kami lakukan autopsi sedang berproses hari ini. Tujuannya agar memastikan kematian korban terutama kepada keluarga korban,&#8221; ujarnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Saksi kunci kematian dosen Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang yang ditemukan di kamar kos-hotel (kostel), polisi berpangkat AKBP inisial B, akhirnya buka suara.\u00a0 Dosen Untag Semarang berinisial DLL (35) tewas di kamar kostel Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Senin (17\/11\/2025) sekira pukul 05.30 WIB. DLL ditemukan dengan kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":477679,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-477699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/477699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=477699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/477699\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/477679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=477699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=477699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=477699"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=477699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}