{"id":478273,"date":"2025-11-24T17:30:20","date_gmt":"2025-11-24T10:30:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=478273"},"modified":"2025-11-24T18:23:48","modified_gmt":"2025-11-24T11:23:48","slug":"cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/","title":{"rendered":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"6\"><span class=\"dropcap\">K<\/span>ONFERENSI Perubahan <a title=\"Iklim\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/iklim\/\">Iklim<\/a> Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-30 (<a title=\"COP30\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/cop30\/\">COP30<\/a>) di Belem, Amazon, Brasil, yang berlangsung dari 10 hingga 21 November 2025, telah memasuki tahap krusial, di mana diskusi intensif berpusat pada tiga pilar utama: pendanaan iklim, adaptasi, dan transisi yang adil.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Pekan pertama ditandai dengan langkah-langkah simbolis untuk ketahanan, seperti Deklarasi Belem tentang Kelaparan, Kemiskinan, dan Aksi Iklim yang Berpusat pada Manusia. Memasuki pekan kedua, fokus utama ditekankan pada penempatan alam sebagai inti aksi iklim: memperkuat perlindungan hutan, menjunjung hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal, serta memperluas solusi berbasis alam.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Simon Stiell, secara tegas menyebut bahwa pendanaan iklim adalah urat nadi aksi. Namun, ia mengakui pendanaan yang ada &#8220;belum memadai atau cukup andal&#8221; dan &#8220;belum dibagikan secara luas atau cukup adil.&#8221; Permasalahan sensitif ini\u2014terutama transfer dana dari negara maju ke negara berkembang dan penetapan target penurunan emisi baru\u2014kerap terhambat dalam agenda formal negosiasi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\">Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak jalur yang jelas dan kredibel untuk mencapai target $1,3 triliun dolar AS per tahun untuk pendanaan iklim negara berkembang pada 2035. Ia juga menyerukan negara-negara maju untuk memimpin mobilisasi dana adaptasi tahunan sebesar $300 miliar dolar AS.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">Melihat besarnya angka yang beredar dan dinamika negosiasi, muncul pertanyaan fundamental: Apakah forum ini benar-benar didorong oleh komitmen penyelamatan bumi, ataukah ia menjelma menjadi arena ekspansi modal baru?<\/p>\n<h3>Kapitalisme: Akar Utama Krisis Ekologis Global<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"12\">Ketika diskursus publik terus-menerus menempatkan tanggung jawab pada individu\u2014melalui anjuran hemat listrik, daur ulang, atau mengurangi konsumsi daging\u2014kita luput melihat pelaku struktural utama yang patut disalahkan: Kapitalisme Industrial.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">Perubahan iklim, yang mengacu pada pergeseran jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca akibat aktivitas manusia sejak era 1800-an, utamanya bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas) yang merupakan fondasi utama industri kapitalis. Keterkaitan antara kapitalisme dan krisis iklim dapat dianalisis melalui mekanisme berikut:<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"14\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,0,0\"><b>Dogma Pertumbuhan Tanpa Batas:<\/b> Kapitalisme memprioritaskan pertumbuhan ekonomi yang tidak berkesudahan, yang secara inheren bergantung pada peningkatan produksi dan konsumsi eksponensial. Ini mendorong eksploitasi sumber daya alam yang masif dan penggunaan energi yang tidak efisien.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,1,0\"><b>Ketergantungan Bahan Bakar Fosil:<\/b> Sejak Revolusi Industri, bahan bakar fosil menjadi tungku industri dan sumber energi utama karena biayanya yang rendah dalam jangka pendek, terlepas dari dampak lingkungan yang destruktif dalam jangka panjang.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,2,0\"><b>Budaya Limbah (Planned Obsolescence):<\/b> Demi profit, industri memproduksi barang secara berlebihan dan merancang produk agar cepat usang. Pembuangan produk ini, termasuk pembuangan makanan yang ditolak karena alasan estetika, menghasilkan emisi gas rumah kaca signifikan melalui proses dekomposisi.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,3,0\"><b>Kapitalisme Bencana dan <i>Greenwashing<\/i>:<\/b> Sistem ini tidak hanya berkontribusi pada bencana iklim tetapi juga memanfaatkannya sebagai peluang ekonomi baru. Melalui pasar karbon dan investasi dalam &#8220;solusi hijau&#8221; yang belum teruji atau bahkan &#8220;solusi palsu,&#8221; kapitalisme melakukan <i>greenwashing<\/i>, yakni menyelesaikan masalah dengan cara yang justru menciptakan masalah lingkungan atau sosial baru.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Pembagian Kerja Global dan Kolonialisme Baru<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"16\">Dampak perubahan iklim bersifat diskriminatif, sering kali paling parah dirasakan oleh masyarakat kurang beruntung di negara berkembang dan negara dunia ketiga yang miskin. Fenomena ini erat kaitannya dengan strategi &#8220;globalisasi&#8221; yang sebenarnya adalah Pembagian Kerja Internasional Baru.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Dalam strategi ini, negara-negara maju telah memindahkan industri kotor mereka ke negara-negara berkembang. Motivasi utamanya adalah:<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"18\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,0,0\"><b>Tenaga Kerja Lebih Murah:<\/b> Mengakses buruh dengan upah yang jauh lebih rendah.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,1,0\"><b>Regulasi Lingkungan yang Longgar:<\/b> Menghindari standar lingkungan yang ketat di negara asal mereka.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,2,0\"><b>Insentif Investasi:<\/b> Memperoleh keringanan pajak dan subsidi dari negara berkembang yang bersemangat menarik modal.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,3,0\"><b>Logistik:<\/b> Berada lebih dekat dengan sumber bahan mentah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"19\">Secara ideologis, globalisasi ini dapat dibaca sebagai penjajahan gaya baru. Jika sebelumnya negara terbelakang hanya dijadikan penyuplai komoditas, kini mereka diintegrasikan ke dalam ekonomi global sebagai pusat produksi dan perakitan manufaktur. Perpindahan pabrik-pabrik dari Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang ke Tiongkok, Vietnam, India, dan Indonesia menciptakan jurang utara-selatan di mana negara-negara berkembang menanggung beban polusi, gas rumah kaca, dan deforestasi yang sangat tinggi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"20\">Sementara negara-negara maju berdiri di podium PBB menyuarakan pelestarian bumi, merekalah dalang di balik petaka ekologis yang terjadi di Selatan. Fenomena ini diperparah oleh figur kapitalis global, seperti Bill Gates, yang\u2014meski dikenal sebagai filantropis iklim\u2014secara pribadi memiliki jejak karbon yang masif (penggunaan jet pribadi, kepemilikan properti besar) dan kepemilikan saham di bisnis bahan bakar fosil. Bahkan, inisiatif pertanian skala besar yang didukung yayasannya dikritik karena memprioritaskan pertanian industri intensif kimiawi, alih-alih metode agroekologi yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<h3>Ambiguitas Komitmen: Krisis Lingkungan di Gaza<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"22\">Komitmen PBB terhadap pengendalian iklim di COP30 semakin dipertanyakan ketika dampak kerusakan alam akibat konflik geopolitik tidak menjadi isu strategis. Kasus genosida yang dilakukan Israel di Palestina melalui ratusan ribu ton bom di Gaza adalah contoh nyata bencana ekologis yang diabaikan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"23\">Laporan PBB (Juni 2024) menguraikan dampak mengerikan perang terhadap lingkungan Gaza:<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"24\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"24,0,0\"><b>Puing dan Kontaminasi:<\/b> Sekitar 39 juta ton puing telah menumpuk, menciptakan rata-rata 107 kg puing per meter persegi. Puing ini mengandung sisa-sisa manusia, amunisi yang belum meledak, dan menimbulkan risiko kesehatan toksik.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"24,1,0\"><b>Krisis Air dan Sanitasi:<\/b> Sekitar 67% fasilitas air dan sanitasi rusak atau hancur. Akibat pemutusan pasokan bahan bakar, 130.000 meter kubik limbah mentah dibuang ke laut setiap hari, mencemari air tanah dan memicu penyakit menular (diare, penyakit kulit).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"24,2,0\"><b>Kerusakan Lahan Pertanian:<\/b> Sekitar 87% lahan pertanian dan hampir 50% tanaman pohon (termasuk zaitun) rusak parah, mengancam sumber pangan dan mata pencaharian jangka panjang.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"24,3,0\"><b>Emisi Karbon dan Polusi Udara:<\/b> Operasi militer menghasilkan emisi karbon dioksida setara pembakaran ratusan ribu ton batu bara. Asap, partikulat, dan penggunaan bahan kimia seperti fosfor putih menciptakan polusi udara dan risiko pernapasan yang akut.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"25\">Kerusakan ini telah menciptakan &#8220;tanah terlantar&#8221; di Gaza utara, yang secara efektif tidak dapat menopang kehidupan. Namun, isu bencana lingkungan yang diakibatkan perang ini tidak dibahas dalam konferensi COP30.<\/p>\n<h3>Kesimpulan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"27\">Sejauh mana pertemuan PBB menegosiasikan keberlanjutan kehidupan bumi?<\/p>\n<p data-path-to-node=\"28\">Pengabaian terhadap bencana lingkungan akibat konflik militer di Gaza, ditambah dengan fokus negosiasi yang lebih cenderung pada mobilisasi modal (pendanaan iklim, pasar karbon) daripada perubahan struktural radikal, mengonfirmasi bahwa COP30 berisiko menjadi agenda bisnis yang dikemas dalam retorika pelestarian lingkungan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"29\">Kapitalisme bukan hanya pencetus krisis iklim, melainkan juga pemain besar yang memanfaatkannya sebagai peluang ekspansi. Selama sistem ekonomi global terus mengutamakan keuntungan jangka pendek dan pertumbuhan tak terbatas di atas kelestarian ekologis dan keadilan sosial, Konferensi Para Pihak hanya akan menjadi panggung di mana tanggung jawab struktural disamarkan di balik komitmen <i>voluntary<\/i> dan solusi pasar.[]<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/478273?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":478291,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[37],"tags":[5686,5687,330008],"series":[],"class_list":["post-478273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-iklim","tag-perubahan-iklim","tag-cop30"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t\n\t<meta name=\"description\" content=\"Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Aisyah Karim\"\/>\n\t<meta name=\"p:domain_verify\" content=\"589a976c546e720e3c097582d1f4946f\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"iklim,perubahan iklim,cop30,opini\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO Pro (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/11\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/11\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"744\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-24T10:30:20+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-24T11:23:48+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/aisyah.karim.524934\/\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/11\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aisyah Karim\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu baca\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/opini\\\/#listItem\",\"name\":\"OPINI\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/opini\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"OPINI\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/opini\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#listItem\",\"name\":\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"name\":\"Beranda\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/opini\\\/#listItem\",\"name\":\"OPINI\"}}]},{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#newsarticle\",\"name\":\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim\",\"headline\":\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/aisyahkarim\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg\",\"width\":1200,\"height\":744,\"caption\":\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim. FOTO\\\/Net. \\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"datePublished\":\"2025-11-24T17:30:20+07:00\",\"dateModified\":\"2025-11-24T18:23:48+07:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"OPINI, iklim, perubahan iklim, cop30\",\"dateline\":\"Dipublish pada November 24, 2025.\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"email\":\"desk.harianaceh@gmail.com\",\"telephone\":\"+628972920416\",\"foundingDate\":\"2013-06-10\",\"numberOfEmployees\":{\"@type\":\"QuantitativeValue\",\"value\":10},\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/logo-hai-312x55-1.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#organizationLogo\",\"width\":312,\"height\":55,\"caption\":\"Logo Harian Aceh Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.x.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianaceh.indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/harianacehindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tumblr.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/aisyahkarim\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/aisyahkarim\\\/\",\"name\":\"Aisyah Karim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/772bbfb0b43d1d1ef2940340eb8f362f64b26287f9c93e863a60a16a3a00d462?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Aisyah Karim\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/aisyah.karim.524934\\\/\"]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/\",\"name\":\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim\",\"description\":\"Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\\\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/aisyahkarim\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/aisyahkarim\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#mainImage\",\"width\":1200,\"height\":744,\"caption\":\"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim. FOTO\\\/Net. \\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2025\\\/11\\\/24\\\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-11-24T17:30:20+07:00\",\"dateModified\":\"2025-11-24T18:23:48+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t\r\n\t\t<title>COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim<\/title>\n\n","aioseo_head_json":{"title":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim","description":"Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?","canonical_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"iklim,perubahan iklim,cop30,opini","webmasterTools":{"p:domain_verify":"589a976c546e720e3c097582d1f4946f","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/opini\/#listItem","name":"OPINI"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/opini\/#listItem","position":2,"name":"OPINI","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/opini\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#listItem","name":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","name":"Beranda"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#listItem","position":3,"name":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/opini\/#listItem","name":"OPINI"}}]},{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#newsarticle","name":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim","headline":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim","author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/aisyahkarim\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/11\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg","width":1200,"height":744,"caption":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim. FOTO\/Net. \u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto"},"datePublished":"2025-11-24T17:30:20+07:00","dateModified":"2025-11-24T18:23:48+07:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#webpage"},"articleSection":"OPINI, iklim, perubahan iklim, cop30","dateline":"Dipublish pada November 24, 2025."},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","email":"desk.harianaceh@gmail.com","telephone":"+628972920416","foundingDate":"2013-06-10","numberOfEmployees":{"@type":"QuantitativeValue","value":10},"logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/04\/logo-hai-312x55-1.png","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#organizationLogo","width":312,"height":55,"caption":"Logo Harian Aceh Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.x.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianaceh.indonesia\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/id.pinterest.com\/harianacehindonesia\/","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia\/","https:\/\/www.tumblr.com\/harianaceh","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/aisyahkarim\/#author","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/aisyahkarim\/","name":"Aisyah Karim","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/772bbfb0b43d1d1ef2940340eb8f362f64b26287f9c93e863a60a16a3a00d462?s=96&d=mm&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Aisyah Karim"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/aisyah.karim.524934\/"]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#webpage","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/","name":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim","description":"Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/aisyahkarim\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/aisyahkarim\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/11\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#mainImage","width":1200,"height":744,"caption":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim. FOTO\/Net. \u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/#mainImage"},"datePublished":"2025-11-24T17:30:20+07:00","dateModified":"2025-11-24T18:23:48+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id","og:type":"article","og:title":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim","og:description":"Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?","og:url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/","og:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/11\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg","og:image:secure_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/11\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg","og:image:width":1200,"og:image:height":744,"article:published_time":"2025-11-24T10:30:20+00:00","article:modified_time":"2025-11-24T11:23:48+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","article:author":"https:\/\/www.facebook.com\/aisyah.karim.524934\/","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@harianacehcoid","twitter:title":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim","twitter:description":"Analisis COP30: Opini tajam! Menggugat kapitalisme sebagai akar krisis iklim. Menyoroti greenwashing, pasar karbon, dan isu konflik\/HAM di forum PBB. Siapa tanggung jawab sejati?","twitter:creator":"@harianacehcoid","twitter:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/11\/CPO30-Brasil-berkaitan-dengan-Perubahan-iklim-e1763979819547.jpg","twitter:label1":"Ditulis oleh","twitter:data1":"Aisyah Karim","twitter:label2":"Estimasi waktu baca","twitter:data2":"5 menit"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"478273","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"iklim","score":90,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":5,"maxScore":5,"error":0},"keyphraseInIntroduction":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInSubHeadings":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[{"keyphrase":"perubahan iklim","score":58,"analysis":{"keyphraseInDescription":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":2},"keyphraseInIntroduction":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"score":0,"type":"low","maxScore":9,"error":1}}}]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"NewsArticle","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"seo_analyzer_scan_date":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"reviewed_by":"1","ai":null,"created":"2025-11-24 09:03:27","updated":"2026-09-13 04:31:41","focus_keyword":"iklim","additional_keywords":[{"word":"perubahan iklim","score":58}],"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\" title=\"Beranda\">Beranda<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/opini\/\" title=\"OPINI\">OPINI<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\tCOP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim\n<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Beranda","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id"},{"label":"OPINI","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/opini\/"},{"label":"COP30 Brasil: Menggugat Tanggung Jawab Sejati di Balik Krisis Iklim","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/11\/24\/cop30-brasil-menggugat-tanggung-jawab-sejati-di-balik-krisis-iklim\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/478273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=478273"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/478273\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/478291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=478273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=478273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=478273"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=478273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}