{"id":479797,"date":"2025-12-02T15:57:00","date_gmt":"2025-12-02T08:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/02\/pt-toba-pulp-lestari-perusahaan-yang-diduga-jadi-biang-kerok-banjir-sumatra-benarkah-milik-luhut\/"},"modified":"2025-12-02T17:30:34","modified_gmt":"2025-12-02T10:30:34","slug":"pt-toba-pulp-lestari-perusahaan-yang-diduga-jadi-biang-kerok-banjir-sumatra-benarkah-milik-luhut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/02\/pt-toba-pulp-lestari-perusahaan-yang-diduga-jadi-biang-kerok-banjir-sumatra-benarkah-milik-luhut\/","title":{"rendered":"PT Toba Pulp Lestari, Perusahaan yang Diduga jadi Biang Kerok Banjir Sumatra, Benarkah Milik Luhut?"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>PT Toba Pulp Lestari disebut-sebut sebagai biang kerok banjir Sumatera Utara. Sosok di balik perusahaan itu pun tak ayal bikin penasaran banyak orang.\u00a0Banjir Sumatera masih menyita perhatian banyak pihak. Hingga 1 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 600 orang meninggal dunia.<\/p>\n<p>Ditambah lagi ratusan orang yang masih hilang dan terluka, serta puluhan ribu rumah mengalami kerusakan ringan hingga parah.\u00a0<\/p>\n<p>Bencana ini juga merusak sekitar 271 jembatan dan 282 fasilitas pendidikan. Banjir bandang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini bukan sekadar dipicu hujan deras.<\/p>\n<p>Berbagai pihak menilai ulah manusia ikut memperparah banjir. Contohnya pembalakan liar yang merusak hutan, sehingga mengurangi daya serap air.\u00a0<\/p>\n<p>Salah satu perusahaan yang disebut-sebut berkontribusi pada banjir bandang ini, terutama di Sumatera Utara, adalah PT Toba Pulp Lestari.\u00a0<\/p>\n<p>Perusahaan itu kerap dikaitkan dengan Luhut Binsar Pandjaitan. Lantas, benarkah Ketua Dewan Ekonomi Nasional itu pemilik PT Toba Pulp Lestari?\u00a0<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\">Mengenal Pemilik PT Toba Pulp Lestari<\/h2>\n<p>PT Toba Pulp Lestari, yang dulu bernama PT Inti Indorayon Utama Tbk (INRU), merupakan perusahaan penghasil serat rayon dan bubur kertas.\u00a0<\/p>\n<p>Perusahaan ini didirikan oleh konglomerat Indonesia Sukanto Tanoto pada 1983. Namun, berdasarkan Bursa Efek Indonesia, Sukanto Tanoto bukan lagi pemiliknya.\u00a0<\/p>\n<p>Pemilik PT Toba Pulp Lestari adalah perusahaan Hong Kong bernama Allied Hill Limited (AHL) yang memiliki saham mayoritas sebesar 92,54 persen.\u00a0<\/p>\n<p>Sementara, saham lainnya dimiliki masyarakat sebanyak 2,14 persen dan 5,32 persen.\u00a0<\/p>\n<p>Meski bermarkas di Hong Kong, AHL dimiliki pengusaha Singapura Joseph Oetomo. Dengan demikian, PT Toba Pulp Lestari bukan milik Luhut Binsar Pandjaitan.\u00a0<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\">Profil Singkat PT Toba Pulp Lestari<\/h2>\n<p>Berdasarkan laman resmi perusahaan, PT Toba Pulp Lestari (TPL) berdiri pada 26 April 1983 dengan nama PT Inti Indorayon Utama Tbk (INRU).\u00a0<\/p>\n<p>Sembilan tahun kemudian, TPL mendapat Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) seluas 269.060 hektare dari Menteri Kehutanan.\u00a0<\/p>\n<p>Nama perusahaannya lalu diganti dari PT Inti Indorayon Utama Tbk menjadi PT Toba Pulp Lestari pada 23 Agustus 2001.\u00a0<\/p>\n<p>Pada 2011, terjadi penyesuaian luas area operasional TPL berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p>Area operasional yang sebelumnya seluas 269.060 hektare menjadi 188.055 hektare. Seiring waktu, luas areanya kian menyusut.\u00a0<\/p>\n<p>Pada 2025, TPL punya izin mengelola 167.912 hektare Hutan Tanaman Industri di Sumatera Utara di wilayah Aek Nauli, Habinsaran, Tapanuli Selatan, Aek Raja, dan Tele.\u00a0<\/p>\n<p>Berikut adalah rincian area operasional PT Toba Pulp Lestari di Sumatera Utara:\u00a0<\/p>\n<p>Aek Nauli: 20.360 hektare<\/p>\n<p>Habinsaran: 26.765 hektare<\/p>\n<p>Tapanuli Selatan: 28.340 hektare<\/p>\n<p>Aek Raja: 45.562 hektare<\/p>\n<p>Tele: 46.885 hektare<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\">Bantah Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera Utara<\/h2>\n<p>PT Toba Pulp Lestari membantah menjadi penyebab banjir di Sumatera Utara.\u00a0<\/p>\n<p>I<\/p>\n<p>Salah satu bukti yang dilampirkan adalah audit menyeluruh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2022-2023.\u00a0<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil audit tersebut, PT Toba Pulp Lestari dinyatakan taat mematuhi seluruh regulasi dan tidak ditemukan pelanggaran dalam aspek lingkungan dan sosial.\u00a0<\/p>\n<p>PT Toba Pulp Lestari juga membantah tuduhan deforestasi alias pengurangan atau penghilangan luas hutan secara permanen.\u00a0<\/p>\n<p>Mereka menyebut perusahaan melakukan operasional pemanenan dan penanaman kembali.\u00a0<\/p>\n<p>Rekomendasi Penutupan PT Toba Pulp Lestari<\/p>\n<p>Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bakal menandatangani surat rekomendasi penutupan PT Toba Pulp Lestari yang akan dikirim ke pemerintah pusat.\u00a0<\/p>\n<p>Keputusan itu diambil menyusul konflik agraria antara perusahaan dan masyarakat adat di Buntu Panaturan, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, PT Toba Pulp Lestari juga membantah terjadi konflik dengan masyarakat sekitar. Manajemen mengklaim memiliki program yang melibatkan warga lokal.\u00a0<\/p>\n<p>Jika melihat laman resmi perusahaan, ada sembilan program sosial yang dilakukan PT Toba Pulp Lestari.\u00a0<\/p>\n<p>Kesembilan program itu adalah beras emas, ekonomi kreatif desa, sekolah kopi, tumpang sari, pendidikan, investasi sosial, kesehatan, dan lingkungan hidup.\u00a0<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/479797?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; PT Toba Pulp Lestari disebut-sebut sebagai biang kerok banjir Sumatera Utara. Sosok di balik perusahaan itu pun tak ayal bikin penasaran banyak orang.\u00a0Banjir Sumatera masih menyita perhatian banyak pihak. Hingga 1 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 600 orang meninggal dunia. Ditambah lagi ratusan orang yang masih hilang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":479798,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[68,606,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-479797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-headline","tag-luhut-binsar-pandjaitan","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/479797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=479797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/479797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/479798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=479797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=479797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=479797"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=479797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}