{"id":481741,"date":"2025-12-14T20:50:00","date_gmt":"2025-12-14T13:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/14\/walhi-bongkar-buruk-kehutanan-sumbar-gubernur-mahyeldi-dituding-cuci-tangan-di-tengah-banjir\/"},"modified":"2025-12-14T22:50:58","modified_gmt":"2025-12-14T15:50:58","slug":"walhi-bongkar-buruk-kehutanan-sumbar-gubernur-mahyeldi-dituding-cuci-tangan-di-tengah-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/14\/walhi-bongkar-buruk-kehutanan-sumbar-gubernur-mahyeldi-dituding-cuci-tangan-di-tengah-banjir\/","title":{"rendered":"WALHI Bongkar Buruk Kehutanan Sumbar! Gubernur Mahyeldi Dituding Cuci Tangan di Tengah Banjir"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Polemik penyebab bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat kian memanas.Setelah Pemerintah Provinsi Sumbar secara terbuka membantah kritik keras Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (<a title=\"Walhi\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/walhi\/\">Walhi<\/a>).<\/p>\n<p>Respons Pemprov justru dinilai publik sebagai upaya defensif yang terkesan melempar tanggung jawab ke pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Yang mana saat ini penderitaan masyarakat yang terdampak bencana ekologis berulang.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Ferdinal Asmin, menyatakan pernyataan Gubernur Mahyeldi Ansharullah terkait tata kelola hutan telah sesuai dengan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa urusan perizinan kehutanan merupakan domain pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Sehingga pemerintah daerah tidak dapat disalahkan sepenuhnya atas kerusakan hutan yang terjadi.<\/p>\n<p>Pernyataan ini justru memicu kritik lanjutan karena dianggap mengaburkan peran strategis pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem dan daerah aliran sungai.<\/p>\n<p>Walhi Sumbar menilai bantahan tersebut sebagai bentuk \u201ccuci tangan\u201d di tengah krisis ekologis yang kian parah.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Wengki Purwanto, secara tegas menyebut Gubernur Sumbar sebagai salah satu aktor negara.<\/p>\n<p>Yang bertanggung jawab atas hancurnya hutan dan meningkatnya risiko bencana.<\/p>\n<p>Menurut Walhi, dalih kewenangan pusat tidak bisa dijadikan tameng untuk menghindari tanggung jawab moral dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>.<\/p>\n<p>Apalagi Pemprov Sumbar tercatat aktif mengeluarkan berbagai rekomendasi pemanfaatan kawasan hutan.<\/p>\n<p>Catatan Walhi pada 2021, Pemprov Sumbar merekomendasikan kawasan hutan seluas puluhan ribu hektare di Solok Selatan untuk usaha hasil hutan kayu hutan alam.<\/p>\n<p>Meski di dalamnya terdapat wilayah perhutanan sosial yang menjadi sumber hidup masyarakat adat.<\/p>\n<p>Rekomendasi serupa juga pernah diberikan untuk kawasan Pulau Sipora di Mentawai, yang secara ekologis sangat rentan.<\/p>\n<p>Kebijakan-kebijakan ini dinilai memperparah degradasi lingkungan dan memperbesar potensi bencana.<\/p>\n<p>Walhi juga mengungkap fakta lama bahwa ratusan ribu hektare hutan di Sumbar telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit dan wilayah tambang, baik legal maupun ilegal.<\/p>\n<p>Dampaknya bukan hanya kerusakan ekosistem, tetapi juga konflik sosial berkepanjangan dan hilangnya ruang hidup masyarakat.<\/p>\n<p>Ironisnya, di saat kerusakan itu belum dipulihkan, Pemprov Sumbar justru kembali mengusulkan ribuan hektare wilayah baru untuk pertambangan di berbagai kabupaten.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pemprov Sumbar bersikukuh bahwa deforestasi di wilayahnya tergolong kecil dan sebagian besar disebabkan oleh kebutuhan fasilitas umum serta aktivitas masyarakat.<\/p>\n<p>Pernyataan ini kembali menuai kritik karena dianggap meremehkan dampak kumulatif kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p>Dan menutup mata terhadap maraknya tambang ilegal yang merusak hutan dan sungai.<\/p>\n<p>Di tengah saling bantah ini, masyarakat Sumatera Barat menjadi pihak yang paling dirugikan.<\/p>\n<p>Banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur terus berulang, sementara elite sibuk berdebat soal kewenangan dan narasi.<\/p>\n<p>Publik pun mulai mempertanyakan keberanian pemerintah daerah untuk bertanggung jawab dan mengambil langkah pemulihan, bukan sekadar mencari pembenaran administratif.<\/p>\n<p>Tanpa perubahan kebijakan yang nyata, bencana di Sumatera Barat dikhawatirkan hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali terulang dengan skala yang lebih besar.<\/p>\n<p>Demikian perkembangan informasi terkait Walhi sebut Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi cuci tangan dari tanggung jawab.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polemik penyebab bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat kian memanas.Setelah Pemerintah Provinsi Sumbar secara terbuka membantah kritik keras Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":481742,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[68,1420,15612,34829,90793,274908,331301],"series":[],"class_list":["post-481741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-headline","tag-peristiwa","tag-walhi","tag-hutan","tag-deforestasi","tag-berita","tag-hutan-sumbar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/481741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=481741"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/481741\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/481742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=481741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=481741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=481741"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=481741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}