{"id":481759,"date":"2025-12-14T23:29:00","date_gmt":"2025-12-14T16:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/14\/pelaku-penembakan-festival-yahudi-di-sydney-diduga-pakai-senapan-berburu-hewan\/"},"modified":"2025-12-15T05:36:24","modified_gmt":"2025-12-14T22:36:24","slug":"pelaku-penembakan-festival-yahudi-di-sydney-diduga-pakai-senapan-berburu-hewan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/14\/pelaku-penembakan-festival-yahudi-di-sydney-diduga-pakai-senapan-berburu-hewan\/","title":{"rendered":"Pelaku Penembakan Festival Yahudi di Sydney Diduga Pakai Senapan Berburu Hewan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Penembakan massal di Pantai Bondi, <a title=\"Sydney\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/sydney\/\">Sydney<\/a>, Australia, sangat mengerikan sekaligus mengejutkan.<\/p>\n<p>Mengerikan karena dua pelaku melepaskan tembakan secara brutal ke arah kerumunan \u00a0festival Yahudi\u00a0di pantai hingga\u00a0 dilaporkan menewaskan 11 orang dan melukai 29 orang.<\/p>\n<p>Satu pelaku tewas. Sementara pelaku lainnya dalam kondisi kritis dan dalam penjagaan ketat di rumah sakit.<\/p>\n<p>Dan yang mengejutkan, pemembakan itu terjadi di negara yang memiliki undang-undang super ketat mengenai kepemilikan dan penggunaan senjata api, National Firearms Agreement.<\/p>\n<p>Undang-undang tersebut dibuat setelah tragedi berdarah di Port Arthur, Tasmania, Australia, pada 1996.<\/p>\n<p>Penembakan yang dilakukan oleh Martin Bryant, seorang dengan keterbelakangan mental ini, menewaskan 35 orang dan melukai 18 orang lainnya.<\/p>\n<p>Sejak undang-undang tersebut diberlakukan pada 1996, peristiwa di Pantai Bondi menjadi yang terburuk dalam sejarah penembakan massal di Australia.<\/p>\n<p>Pertanyaannya, apa jenis senjata api pelaku penembakan di Pantai Bondi dan bagaimana mereka mendapatkan senjata tersebut?<\/p>\n<p>Polisi negara bagian New South Wales (NSW) belum secara resmi mengkonfirmasi jenis senjata yang tepat yang digunakan oleh dua pria bersenjata yang melepaskan tembakan di Pantai Bondi siang ini.<\/p>\n<p>Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan berkait hal itu. Oleh karenanya belum bisa memastkan detail spesifok senjata yang digunakan.<\/p>\n<p>Tapi, polisi NSW mengatakan kepada news.com.au, rekaman pascakejadian dari dekat jembatan penyeberangan di atas Taman Bondi menunjukkan, yang berserakan adalah selongsong peluru senapan\u00a0 atau shotgun warna merah.<\/p>\n<p>Termasuk selongsong logam yang lebih tipis, umumnya digunakan untuk senapan berburu seperti senjata api bolt-action.<\/p>\n<p>Senapan tersebut dirancang untuk akurasi dan daya bunuh pada jarak yang lebih jauh.<\/p>\n<p>Meskipun memerlukan pengoperasian manual untuk setiap tembakan dan menembak lebih lambat daripada senjata api semi-otomatis, senapan ini masih dapat menembakkan beberapa peluru terarah dan presisi per menit di tangan orang berpengalaman.<\/p>\n<p>Beberapa pihak kini mempertanyakan bagaimana kedua pria tersebut bisa mendapatkan akses ke senjata mematikan tersebut, mengingat Australia memiliki undang-undang senjata api terketat di dunia.<\/p>\n<p>Undang-undang itu mewajibkan warga negara memiliki lisensi kepemilikan senjata api. Kemudian mendaftarkan senjata api tersebut. Termasuk alasan kuat dan spesifik seseorang memiliki senjata.<\/p>\n<p>Alasan yang diperbolehkan, yakni untuk olahraga, koleksi, dan pekerjaan dalam hal ini petugas kemanan atau polisi. Bahkan alasan untuk membela diri, tidak diperbolehkan.<\/p>\n<p>Jenis senjata juga tak boleh sembarangan. Umumnya petani atau peternak yang diizinkan memiliki senapan bolt-action untuk berburu hewan hama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, sangat mengerikan sekaligus mengejutkan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":481760,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[356,36],"tags":[1420,5085,73377,116842,274908],"series":[],"class_list":["post-481759","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-asia","category-internasional","tag-peristiwa","tag-australia","tag-kasus-penembakan","tag-sydney","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/481759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=481759"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/481759\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/481760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=481759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=481759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=481759"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=481759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}