{"id":482225,"date":"2025-12-16T21:59:00","date_gmt":"2025-12-16T14:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/16\/pak-prabowo-nyawa-rakyat-bukan-statistik-jangan-nirempati\/"},"modified":"2025-12-17T03:23:48","modified_gmt":"2025-12-16T20:23:48","slug":"warganet-pak-prabowo-nyawa-rakyat-bukan-statistik-jangan-nirempati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/16\/warganet-pak-prabowo-nyawa-rakyat-bukan-statistik-jangan-nirempati\/","title":{"rendered":"Warganet: Pak Prabowo, Nyawa Rakyat Bukan Statistik, Jangan Nirempati"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Pernyataan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> soal penanganan bencana menuai kritik di jagat maya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> menyebut situasi masih terkendali lantaran bencana baru terjadi di tiga dari 38 provinsi.<\/p>\n<p>&#8220;Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan, ini tiga dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus,&#8221; kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin 15 Desember 2025.<\/p>\n<p>Alih-alih menenangkan, pernyataan Presiden Prabowo justru menyulut kemarahan publik.<\/p>\n<p>Warganet menilai Kepala Negara terlalu dingin, kering empati, dan melihat penderitaan rakyat sebatas angka statistik.<\/p>\n<p><i>&#8220;Pernyataan paling nirempati dari No 1 kita,&#8221; <\/i>tulis akun @PolitisiTidurr menanggapi unggahan akun Tempo di platform X,<\/p>\n<p>Ia menyindir logika pemerintah yang seolah menunggu seluruh Indonesia hancur dulu sebelum menetapkan status bencana nasional.<\/p>\n<p><i>&#8220;Aceh, Sumut, Sumbar itu isinya manusia, bukan angka di papan tulis,&#8221;<\/i> tegasnya.<\/p>\n<p>Nada serupa datang dari akun @diaumond.<\/p>\n<p>Ia mempertanyakan klaim terkendali di tengah laporan korban jiwa dan wilayah yang masih terisolasi.<\/p>\n<p><i>&#8220;Ini nyawa manusia loh, kok kesannya kayak cuma angka. Satu orang aja berharga,&#8221;<\/i> tulisnya.<\/p>\n<p>Sebagian netizen bahkan menggunakan analogi tajam.<\/p>\n<p><i>&#8220;Kalau satu jari dipotong, yang sakit cuma jari atau satu badan?&#8221; <\/i>sindir @ZRimaNasrullah, diamini akun lain yang menilai negara tak boleh menunggu skala kerusakan membesar baru bertindak.<\/p>\n<p><i>&#8220;Cuma 3 dari 38. Logika yang sama, kalau memisahkan diri 1 masih ada 37 toh&#8230;<\/i>&#8221; usik @budihartanto.<\/p>\n<p>Kritik juga menyinggung inkonsistensi sikap pemerintah. @mintono_tri mengingatkan kasus Lapindo yang ditetapkan sebagai bencana nasional meski tanpa korban jiwa.<\/p>\n<p><i>&#8220;Sekarang korban sudah lebih dari seribu, kok dibilang terkendali?&#8221; <\/i>timpal @AryadiPS.<\/p>\n<p>Ada pula yang menilai Presiden hanya menerima laporan manis dari lingkar Istana.<\/p>\n<p>@SaipudinHm mengaku mendapat informasi langsung dari Aceh bahwa kondisi di lapangan jauh lebih buruk dibanding pemberitaan.<\/p>\n<p><i>&#8220;Saat Presiden datang semua terlihat bagus, setelah pergi gelap lagi,&#8221; <\/i>tulisnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal penanganan bencana menuai kritik di jagat maya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":482226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[625,15814,331396,330844,626,274908,1420,5300,2081],"series":[],"class_list":["post-482225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-banjir","tag-banjir-bandang","tag-banjir-kayu-sumatera","tag-banjir-sumatera","tag-bencana-banjir","tag-berita","tag-peristiwa","tag-prabowo","tag-prabowo-subianto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/482225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=482225"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/482225\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/482226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=482225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=482225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=482225"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=482225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}