{"id":482823,"date":"2025-12-19T21:48:00","date_gmt":"2025-12-19T14:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/19\/viral-banjir-papua-bawa-ribuan-gelondongan-kayu-warganet-malah-ada-yang-koar-suruh-tanam-sawit\/"},"modified":"2025-12-20T21:02:35","modified_gmt":"2025-12-20T14:02:35","slug":"viral-banjir-papua-bawa-ribuan-gelondongan-kayu-warganet-malah-ada-yang-koar-suruh-tanam-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/19\/viral-banjir-papua-bawa-ribuan-gelondongan-kayu-warganet-malah-ada-yang-koar-suruh-tanam-sawit\/","title":{"rendered":"Viral Banjir Papua Bawa Ribuan Gelondongan Kayu, Warganet: Malah Ada yang Koar Suruh Tanam Sawit"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 <\/b>Fenomena menyeramkan kembali jadi sorotan publik. Belum reda kemarahan warganet setelah ribuan kayu gelondongan terseret banjir di Sumatera, kini kejadian serupa terulang di Papua.<\/p>\n<p>Kejadiannya berlangsung pada Rabu (17\/12\/2025) di Distrik Keerom, Papua, dan langsung menggegerkan media sosial.<\/p>\n<p>Banjir bandang yang dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu membuat aliran Sungai Pas berubah.<\/p>\n<p>Menjadi arus ganas yang menyeret ribuan batang kayu gelondongan berukuran besar.<\/p>\n<p>Tumpukan kayu itu meluncur deras mengikuti luapan sungai dan mengarah langsung ke permukiman warga.<\/p>\n<p>Pemandangan itu bukan hanya mengejutkan, tetapi juga menimbulkan rasa ngeri.<\/p>\n<p>Sungai yang biasanya tenang tiba-tiba dipenuhi batang pohon raksasa yang saling menghantam di arus deras.<\/p>\n<p>Dampaknya tak main-main. Jembatan yang membentang di atas Sungai Pas dilaporkan putus total setelah dihantam derasnya air dan kayu-kayu yang bergerak tak terkendali.<\/p>\n<p>Warga yang mengenal jembatan itu sebagai jalur vital pun terpaksa mencari akses alternatif karena struktur yang menjadi penghubung utama itu sudah tak bisa dilewati lagi.<\/p>\n<p>Banyak warga yang berada di lokasi memotret momen saat gelondongan kayu itu hanyut dan bertumpuk seperti lautan batang pohon.<\/p>\n<p>Unggahan-unggahan itu memancing kemarahan publik. Tidak sedikit yang menilai bahwa fenomena ini bukan sekadar \u201cbencana alam biasa\u201d.<\/p>\n<p>Warganet bertanya-tanya dari mana asal ribuan kayu itu?<\/p>\n<p>Mengapa jumlahnya bisa sebesar itu? Papua selama ini dikenal memiliki hutan yang masih sangat alami.<\/p>\n<p>Maka wajar jika publik curiga ada aktivitas pembalakan liar yang selama ini tak terdeteksi atau sengaja dibiarkan.<\/p>\n<p>Kecurigaan itu makin membesar ketika publik mengaitkannya dengan pernyataan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>.<\/p>\n<p>Yang beberapa hari sebelumnya menyebut Papua sebagai wilayah yang cocok ditanami kelapa sawit untuk produksi bahan bakar nabati (BBM).<\/p>\n<p><i>&#8220;Papuaa banjir,malah ada yg koar koar suruh tanam sawit,singkong,tebu. Diaa ituu sarjana pertanian kah\ud83d\ude2d katanya mari jaga lingkungan,baru ngmg hari ini besoknya bedaa lg,ya alloh capek kaliiii tiap lihat beritaa&#8221;, <\/i>tulis seorang netizen di x.<\/p>\n<p>Komentar itu memicu perdebatan panjang dan membuat isu soal eksploitasi hutan Papua kembali memanas.<\/p>\n<p>Bagi sebagian orang, kejadian banjir bercampur gelondongan kayu ini terasa seperti \u201calarm keras\u201d bahwa ada sesuatu yang tidak beres.<\/p>\n<p>Fenomena hanyutnya kayu gelondongan bukan hal sepele.<\/p>\n<p>Dalam banyak kasus di wilayah Indonesia, tumpukan kayu yang terbawa arus sering kali berkaitan dengan penggundulan hutan di daerah hulu.<\/p>\n<p>Saat hujan deras turun, tanah yang kehilangan vegetasi tidak lagi mampu menahan laju air.<\/p>\n<p>Alhasil, banjir terjadi dan material yang tersisa di hutan termasuk batang pohon hasil penebangan ikut tercabut dan turun ke hilir.<\/p>\n<p>Di Papua, hal seperti ini mestinya tidak terjadi bila hutan masih utuh. Karena itulah kejadian di Keerom menjadi peringatan keras bagi semua pihak.<\/p>\n<p>Bukan hanya soal kerusakan lingkungan, tetapi juga soal keselamatan masyarakat di wilayah hilir yang sewaktu-waktu bisa menjadi korban.<\/p>\n<p>Warganet kini menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk mengungkap asal-usul kayu gelondongan itu secara transparan.<\/p>\n<p>Mereka meminta investigasi menyeluruh, terutama terkait kemungkinan praktik penebangan ilegal yang telah lama dikeluhkan masyarakat lokal namun tak kunjung ditindak tegas.<\/p>\n<p>Banjir bisa saja dianggap sebagai bencana alam, tetapi ribuan kayu yang ikut hanyut mustahil muncul begitu saja tanpa sebab.<\/p>\n<p>Kejadian di Keerom menjadi gambaran jelas bahwa ketika hutan dirusak, alam akan \u201cmembalas\u201d dengan cara yang menyentuh langsung kehidupan warga.<\/p>\n<p>Aerusak akses jalan, mengancam rumah, bahkan mengancam nyawa.<\/p>\n<p>Fenomena ini bukan lagi sekadar viral. Ini adalah sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Fenomena menyeramkan kembali jadi sorotan publik. Belum reda kemarahan warganet setelah ribuan kayu gelondongan terseret banjir di Sumatera, kini kejadian serupa terulang di Papua. Kejadiannya berlangsung pada Rabu (17\/12\/2025) di Distrik Keerom, Papua, dan langsung menggegerkan media sosial. Banjir bandang yang dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu membuat aliran Sungai Pas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":482824,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[274908,330858,68,276,1420],"series":[],"class_list":["post-482823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-berita","tag-gelondongan-kayu","tag-headline","tag-papua","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/482823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=482823"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/482823\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/482824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=482823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=482823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=482823"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=482823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}