{"id":484310,"date":"2025-12-29T14:41:00","date_gmt":"2025-12-29T07:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/29\/viral-tali-darurat-putus-relawan-hanyut-di-sungai-deras-aceh-bikin-netizen-syok\/"},"modified":"2025-12-30T01:09:42","modified_gmt":"2025-12-29T18:09:42","slug":"viral-tali-darurat-putus-relawan-hanyut-di-sungai-deras-aceh-bikin-netizen-syok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/29\/viral-tali-darurat-putus-relawan-hanyut-di-sungai-deras-aceh-bikin-netizen-syok\/","title":{"rendered":"Viral Tali Darurat Putus! Relawan Hanyut di Sungai Deras Aceh Bikin Netizen Syok"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8211; Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video dramatis yang membuat warganet menahan napas.<\/p>\n<p>Rekaman itu memperlihatkan seorang <a title=\"relawan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/relawan\/\">relawan<\/a> tengah berusaha menyeberangi sungai menggunakan tali darurat di wilayah Burlah Ketol, Aceh.<\/p>\n<p>Arus sungai yang deras tampak menghantam bebatuan, sementara para relawan lain bersiaga di kedua sisi, berharap proses penyeberangan berjalan lancar.<\/p>\n<p>Namun detik-detik berikutnya justru berubah menjadi momen menegangkan.<\/p>\n<p>Saat sang relawan berada di tengah bentangan sungai, tiba-tiba saja tali darurat yang menjadi satu-satunya penopang itu putus.<\/p>\n<p>Dalam hitungan sepersekian detik, tubuhnya langsung terhempas ke dalam sungai dan terseret derasnya arus.<\/p>\n<p>Jeritan panik terdengar dari para relawan yang menyaksikan kejadian itu secara langsung.<\/p>\n<p>Sementara dalam rekaman terlihat bagaimana orang-orang di tepi sungai spontan berlarian mencoba memberi pertolongan.<\/p>\n<p>Video tersebut langsung menyebar cepat di berbagai platform, dari Instagram, TikTok, hingga grup-grup WhatsApp. Warganet mengaku syok melihat momen kritis itu.<\/p>\n<p>Banyak yang menuliskan komentar bernada ngeri, bahkan beberapa mengaku tangan mereka ikut berkeringat saat menonton ulang videonya.<\/p>\n<p>Situasi di lapangan memang tampak jauh dari kata aman. Sungai yang meluap akibat banjir di beberapa wilayah Aceh dan Sumatra membuat sejumlah akses jalan terputus.<\/p>\n<p>Banyak daerah yang masih sulit dijangkau, dan relawan terpaksa menggunakan tali darurat untuk menyeberang demi mengirim bantuan.<\/p>\n<p>Kejadian dalam video itu pun menjadi gambaran nyata betapa ekstremnya kondisi yang harus mereka hadapi.<\/p>\n<p>Beruntung, setelah momen dramatis tersebut, relawan yang hanyut berhasil diselamatkan.<\/p>\n<p>Para relawan lain yang berjaga di sisi sungai langsung terjun melakukan penyusuran, menarik tubuh korban ke lokasi yang lebih aman.<\/p>\n<p>Berkat respons cepat itu, ia dilaporkan tidak mengalami luka serius.<\/p>\n<p>Warganet pun ikut lega, banyak yang menyampaikan syukur sekaligus apresiasi kepada para relawan yang mempertaruhkan keselamatan demi membantu warga terdampak banjir.<\/p>\n<p>Namun, video itu juga memicu diskusi serius di kolom komentar.<\/p>\n<p>Banyak pengguna menyoroti minimnya fasilitas darurat yang memadai di wilayah terdampak.<\/p>\n<p>Mereka berharap pemerintah segera turun tangan, menyiapkan jalur darurat.<\/p>\n<p>Atau membangun jembatan sementara yang layak agar relawan, tim SAR, maupun warga bisa menyeberang dengan aman tanpa mempertaruhkan nyawa.<\/p>\n<p>Rasa kaget, iba, dan syukur bercampur jadi satu di antara para netizen yang menyaksikan video viral tersebut.<\/p>\n<p>Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar konten dramatis, melainkan pengingat bahwa kondisi lapangan di wilayah bencana masih sangat berat.<\/p>\n<p>Video itu juga memperlihatkan keberanian dan pengorbanan para relawan yang terus bekerja tanpa henti, meski nyawa mereka sendiri ikut terancam.<\/p>\n<p>Warganet berharap tidak ada lagi insiden serupa terjadi, dan keselamatan relawan maupun warga bisa lebih terjamin di tengah bencana yang sedang melanda.***<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 1010px; top: 40px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang relawan tengah berusaha menyeberangi sungai menggunakan tali darurat di wilayah Burlah Ketol, Provinsi Aceh<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":484311,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[328874,626,330980,274908,68,1420,124137],"series":[],"class_list":["post-484310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-banjir-aceh","tag-bencana-banjir","tag-bencana-sumatera","tag-berita","tag-headline","tag-peristiwa","tag-relawan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/484310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=484310"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/484310\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/484311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=484310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=484310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=484310"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=484310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}