{"id":48441,"date":"2022-06-28T19:05:00","date_gmt":"2022-06-28T12:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/"},"modified":"2022-06-28T19:15:59","modified_gmt":"2022-06-28T12:15:59","slug":"syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/","title":{"rendered":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211;\u00a0Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.<\/p>\n<p>Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6).<\/p>\n<p>\u201cDemokrasi kita tidak punya kemakmuran untuk rakyat dan rakyat dipelihara kemiskinannya untuk kita terus berada di situasi kolonialisme. Dan kita diadu domba persatuannya. Dengan istilah-istilah kadrun cebong dll supaya apa? Supaya devide et impera sampai sekarang tetap berlangsung. Inilah situasi kita,\u201d kata Syahganda.<\/p>\n<p>Ia menyesalkan watak penguasa yang cenderung bersikap layaknya kolonialisme gaya baru. Antara lain dengan menunjukkan sikap kolutif lantara hanya memikirkan dirinya dan keluarganya serta para kolega.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada perubahan dari dulu, karena apa? karena semua orang-orang yang berkuasa selalu dalam konteks feodalismenya hanya bagaimana memikirkan dirinya anak-anaknya, cucu-cucunya, istrinya, keluarganya, untuk jadi Bupati, Gubenur, Presiden pengen anaknya jadi Bupati Walikota dll,\u201d sesalnya.<\/p>\n<p>\u201cMereka tidak pernah memikirkan rakyat. Inilah problem strukturalnya,\u201d imbuh Syahganda menyesalkan.<\/p>\n<p>Atas dasar itu, Syahganda menegaskan bahwa perubahan mesti terus diperjuangkan dengan serius. Bukan justru penguasa yang terus mengadudomba rakyat dan melahirkan oligarki.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u201cInilah kenapa kita tetap butuh istilah perubahan. Kita butuh perubahan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Syahganda menambahkan, Proklamator Soekarno pernah mengatakan dalam Sidang Landraad di Bandung pada pertengahan 1930 saat dia dipenjara. Soekarno bilang\u00a0 Tuan-Tuan Hakim, Oligarki-Ogarki itu, Kaum saudagar-saudagar Belanda, Eropa, Inggris, Prancis yang datang ke Indonesia mereka merampok membawa semua mengendalikan\u201d.<\/p>\n<p>Menurut Syahganda, dalam konteks kekinian, pemerintahan kolonial dan oligarki-oligarki yang sama mengendalikan pemerintahan yang ada sekarang.<\/p>\n<p>\u201cIni teori post kolonialisme. Jadi bukan bohong-bohongan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cProf Edward Said yang mengatakan bahwa kolonial ini menstigma rakyat itu bodoh dan mereka akan terus berbuat. Sama kayak sekarang rakyat diadudomba kadrun-cebong radikal-radikul, rakyat ditangkep-tangkepin supaya apa? Supaya rakyat jadi penakut dan mereka terus mengeruk batubara, sawit, kayu-kayu dari Sumatera Selatan,\u201d demikian Syahganda.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/48441?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial. Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6). \u201cDemokrasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48443,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-48441","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO Pro 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"BANDA ACEH - Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6).\u201cDemokrasi kita tidak\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\"\/>\n\t<meta name=\"p:domain_verify\" content=\"589a976c546e720e3c097582d1f4946f\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"politik,nasional\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO Pro (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"BANDA ACEH - Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6).\u201cDemokrasi kita tidak\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/06\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/06\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-28T12:05:00+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-28T12:15:59+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"BANDA ACEH - Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6).\u201cDemokrasi kita tidak\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/06\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu baca\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"NASIONAL\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"NASIONAL\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#listItem\",\"name\":\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"name\":\"Beranda\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"NASIONAL\"}}]},{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#newsarticle\",\"name\":\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\",\"headline\":\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg\",\"width\":640,\"height\":320,\"caption\":\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\"},\"datePublished\":\"2022-06-28T19:05:00+07:00\",\"dateModified\":\"2022-06-28T19:15:59+07:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"NASIONAL, Politik\",\"dateline\":\"Dipublish pada Juni 28, 2022.\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"email\":\"desk.harianaceh@gmail.com\",\"telephone\":\"+628972920416\",\"foundingDate\":\"2013-06-10\",\"numberOfEmployees\":{\"@type\":\"QuantitativeValue\",\"value\":10},\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/logo-hai-312x55-1.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#organizationLogo\",\"width\":312,\"height\":55,\"caption\":\"Logo Harian Aceh Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.x.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianaceh.indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/harianacehindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tumblr.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.twitter.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianacehindonesia\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.pinterest.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\",\"https:\\\/\\\/harianacehindonesia.tumblr.com\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\",\"https:\\\/\\\/www.threads.com\\\/@harianaceh.indonesia\"]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/\",\"name\":\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\",\"description\":\"BANDA ACEH - Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \\u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\\u201d pada Selasa (28\\\/6).\\u201cDemokrasi kita tidak\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#mainImage\",\"width\":640,\"height\":320,\"caption\":\"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2022\\\/06\\\/28\\\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2022-06-28T19:05:00+07:00\",\"dateModified\":\"2022-06-28T19:15:59+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO Pro -->\r\n\t\t<title>Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!<\/title>\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!","description":"BANDA ACEH - Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6).\u201cDemokrasi kita tidak","canonical_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"politik,nasional","webmasterTools":{"p:domain_verify":"589a976c546e720e3c097582d1f4946f","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","name":"NASIONAL"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","position":2,"name":"NASIONAL","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#listItem","name":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","name":"Beranda"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#listItem","position":3,"name":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","name":"NASIONAL"}}]},{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#newsarticle","name":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!","headline":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!","author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/06\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg","width":640,"height":320,"caption":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!"},"datePublished":"2022-06-28T19:05:00+07:00","dateModified":"2022-06-28T19:15:59+07:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#webpage"},"articleSection":"NASIONAL, Politik","dateline":"Dipublish pada Juni 28, 2022."},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","email":"desk.harianaceh@gmail.com","telephone":"+628972920416","foundingDate":"2013-06-10","numberOfEmployees":{"@type":"QuantitativeValue","value":10},"logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/04\/logo-hai-312x55-1.png","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#organizationLogo","width":312,"height":55,"caption":"Logo Harian Aceh Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.x.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianaceh.indonesia\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/id.pinterest.com\/harianacehindonesia\/","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia\/","https:\/\/www.tumblr.com\/harianaceh","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Redaksi"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.twitter.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianacehindonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/www.pinterest.com\/harianaceh","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia","https:\/\/harianacehindonesia.tumblr.com","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social","https:\/\/www.threads.com\/@harianaceh.indonesia"]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#webpage","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/","name":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!","description":"BANDA ACEH - Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6).\u201cDemokrasi kita tidak","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/06\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#mainImage","width":640,"height":320,"caption":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/#mainImage"},"datePublished":"2022-06-28T19:05:00+07:00","dateModified":"2022-06-28T19:15:59+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id","og:type":"article","og:title":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!","og:description":"BANDA ACEH - Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6).\u201cDemokrasi kita tidak","og:url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/","og:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/06\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg","og:image:secure_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/06\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg","og:image:width":640,"og:image:height":320,"article:published_time":"2022-06-28T12:05:00+00:00","article:modified_time":"2022-06-28T12:15:59+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","article:author":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@harianacehcoid","twitter:title":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!","twitter:description":"BANDA ACEH - Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk \u201cDialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan\u201d pada Selasa (28\/6).\u201cDemokrasi kita tidak","twitter:creator":"@harianacehcoid","twitter:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/06\/Syahganda-Penguasa-Adudomba-Rakyat-dan-Anak-Cucunya-jadi-Pejabat-Itu-Watak.jpeg","twitter:label1":"Ditulis oleh","twitter:data1":"Redaksi","twitter:label2":"Estimasi waktu baca","twitter:data2":"2 menit"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"48441","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":true,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"seo_analyzer_scan_date":"2026-09-13 02:49:11","breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"reviewed_by":null,"ai":null,"created":"2023-08-17 20:34:50","updated":"2026-09-21 15:02:07","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\" title=\"Beranda\">Beranda<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/\" title=\"NASIONAL\">NASIONAL<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\tSyahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!\n<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Beranda","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id"},{"label":"NASIONAL","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/"},{"label":"Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/28\/syahganda-penguasa-adudomba-rakyat-dan-anak-cucunya-jadi-pejabat-itu-watak-kolonial\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/48441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=48441"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/48441\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/48443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=48441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=48441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=48441"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=48441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}