{"id":484497,"date":"2025-12-30T20:11:00","date_gmt":"2025-12-30T13:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/30\/heboh-ksad-maruli-ngutang-bangun-jembatan-aceh-jaminannya-tentara-purbaya-sampai-kaget\/"},"modified":"2025-12-30T20:40:29","modified_gmt":"2025-12-30T13:40:29","slug":"heboh-ksad-maruli-simanjuntak-ngutang-bangun-jembatan-aceh-jaminannya-tentara-purbaya-sampai-kaget","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/12\/30\/heboh-ksad-maruli-simanjuntak-ngutang-bangun-jembatan-aceh-jaminannya-tentara-purbaya-sampai-kaget\/","title":{"rendered":"Heboh KSAD Maruli Simanjuntak Ngutang Bangun Jembatan Aceh Jaminannya Tentara, Purbaya Sampai Kaget!"},"content":{"rendered":"<div class=\"pps-series-post-details pps-series-post-details-variant-classic pps-series-post-details-483461\" data-series-id=\"331560\"><div class=\"pps-series-meta-content\"><div class=\"pps-series-meta-text\">Topik Berita: <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/series\/bencana-sumatera\/\">Bencana Sumatera<\/a><\/div><\/div><\/div><p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Pernyataan mengejutkan muncul dalam rapat koordinasi nasional penanganan bencana ketika Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal <a title=\"Maruli Simanjuntak\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/maruli-simanjuntak\/\">Maruli Simanjuntak<\/a>.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan bahwa pembangunan sejumlah jembatan darurat di Aceh dilakukan dengan cara berutang.<\/p>\n<p>Yang membuat suasana rapat semakin riuh adalah jawaban spontan Maruli ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanyakan soal jaminan utang tersebut \u201cJaminannya tentara.\u201d<\/p>\n<p>Pernyataan itu langsung membuat Purbaya terkejut.<\/p>\n<p>Ia mengaku baru mengetahui bahwa pengerjaan jembatan bailey dan jembatan darurat lain di Aceh ternyata dibiayai dengan skema utang internal TNI AD.<\/p>\n<p>Selama ini, pemerintah memahami bahwa pendanaan proyek pemulihan pascabencana.<\/p>\n<p>Terutama jalur darurat yang menghubungkan wilayah Aceh bagian tengah dan utara, berjalan melalui skema resmi BNPB.<\/p>\n<p>Namun kenyataannya di lapangan berbeda. TNI AD bergerak cepat dan tak menunggu turunnya anggaran.<\/p>\n<p>Jenderal Maruli menjelaskan bahwa berbagai pengerjaan konstruksi dilakukan segera setelah akses vital terputus akibat bencana.<\/p>\n<p>Puluhan titik jalan utama lumpuh, distribusi logistik tersendat, dan masyarakat di beberapa kecamatan terisolasi.<\/p>\n<p>&#8220;Sampai dengan saat ini kami belum mengerti sistem keuangannya, Pak.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kita swadaya semua ini, Pak. Ya, sementara mungkin sampai pertengahan bulan depan kita masih kuat, Pak. Setelah itu ya sudah korek-korek, Pak,&#8221;<\/p>\n<p>ungkap Maruli dikutip pojoksatu.id dari okezone 30\/12\/2025.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut memantik diskusi serius tentang sinkronisasi antara kecepatan penanganan darurat dan mekanisme pendanaan negara.<\/p>\n<p>TNI, yang bergerak cepat di lapangan, berhadapan dengan sistem birokrasi yang masih menuntut verifikasi, dokumen, dan prosedur resmi sebelum dana cair.<\/p>\n<p>Kondisi itu membuat pembangunan jembatan dilakukan dengan metode \u201ctancap gas\u201d, sementara persoalan anggaran dibicarakan belakangan.<\/p>\n<p>Di Aceh, TNI AD membangun puluhan jembatan bailey, jembatan armco, serta jembatan gantung sebagai akses sementara.<\/p>\n<p>Pekerjaan dilakukan 24 jam nonstop, memakai pola tiga shift demi mempercepat pemulihan.<\/p>\n<p>Akses yang sebelumnya putus berubah menjadi dapat dilalui kendaraan logistik dalam hitungan hari.<\/p>\n<p>Tetapi upaya itu menghadirkan beban lain biaya besar yang tak tertutupi oleh anggaran darurat yang seharusnya mengalir otomatis.<\/p>\n<p>Dalam laporan internal, sejumlah pembangunan jembatan bahkan dikerjakan dengan material yang diperoleh dulu lewat pinjaman dari berbagai penyedia.<\/p>\n<p>Purbaya mengakui adanya komunikasi yang belum sinkron.<\/p>\n<p>Ia menyebut perlu duduk bersama agar pembiayaan darurat bisa langsung mengalir tanpa menghambat kecepatan instansi seperti TNI yang berada di garis depan.<\/p>\n<p>Pengakuan Jenderal Maruli juga membuka fakta lain di lapangan, beberapa jembatan bailey sempat mengalami gangguan, termasuk dugaan sabotase berupa baut yang dicopot oleh pihak tidak dikenal.<\/p>\n<p>Kondisi itu menambah tekanan bagi TNI AD yang sudah bekerja di tengah keterbatasan dana dan medan sulit.<\/p>\n<p>Meski begitu, TNI AD tetap melanjutkan pembangunan karena situasi Aceh menuntut percepatan.<\/p>\n<p>Ribuan warga bergantung pada akses yang terputus, dan jalur bantuan tak boleh berhenti.<\/p>\n<p>Pembuatan jembatan darurat adalah langkah strategis agar stabilisasi pascabencana bisa berlangsung cepat.<\/p>\n<p>Pernyataan \u201cjaminannya tentara\u201d mungkin disampaikan dengan nada bercanda, tetapi fakta bahwa TNI harus menalangi biaya pembangunan tetap menjadi sorotan besar.<\/p>\n<p>Isu tersebut kini mendorong perbaikan tata kelola anggaran bencana agar lebih responsif, lebih fleksibel, dan tak menghambat gerak cepat di lapangan.<\/p>\n<p>Namun cerita di baliknya tentang utang, ketegangan birokrasi, dan dedikasi prajurit menjadi bab baru yang memantik perhatian publik.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pps-series-post-details pps-series-post-details-variant-classic pps-series-post-details-483461 pps-series-meta-excerpt\" data-series-id=\"331560\"><div class=\"pps-series-meta-content\"><div class=\"pps-series-meta-text\">Topik Berita: <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/series\/bencana-sumatera\/\">Bencana Sumatera<\/a><\/div><\/div><\/div><p>Pernyataan mengejutkan muncul dalam rapat koordinasi nasional penanganan bencana ketika Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":484498,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"Maruli Simanjuntak","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[367093,68,625,1420,6692,25162,274908,326770,327625,367092],"series":[331560],"class_list":["post-484497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-jembatan-beily","tag-headline","tag-banjir","tag-peristiwa","tag-utang","tag-bencana-alam","tag-berita","tag-purbaya-yudhi-sadewa","tag-menkeu-purbaya","tag-hutang","series-bencana-sumatera"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/484497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=484497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/484497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/484498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=484497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=484497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=484497"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=484497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}