{"id":486727,"date":"2026-01-11T10:35:00","date_gmt":"2026-01-11T03:35:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/11\/menanti-nyali-kpk-panggil-jokowi-di-kasus-kuota-haji\/"},"modified":"2026-01-12T10:34:58","modified_gmt":"2026-01-12T03:34:58","slug":"menanti-nyali-kpk-panggil-jokowi-di-kasus-kuota-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/11\/menanti-nyali-kpk-panggil-jokowi-di-kasus-kuota-haji\/","title":{"rendered":"Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, meyakini nama Presiden ke-7 RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> akan turut disebut dalam pengusutan kasus dugaan penyimpangan kuota haji 2024.<\/p>\n<p>Namun demikian, ia meragukan keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>) untuk memanggil <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> dalam perkara tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya meyakini, seperti halnya kasus Tom Lembong dan Nadiem Makarim, dalam kasus kuota haji ini nama Jokowi akan disebut berkali-kali. Tapi saya juga meyakini, KPK tak akan pernah punya nyali untuk memanggil Jokowi,\u201d ujar Islah lewat akun X miliknya, dikutip, Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n<p>Islah mengungkapkan, dirinya akan membeberkan berbagai temuan dan analisis terkait kasus kuota haji dalam sebuah podcast pekan depan. Paparan tersebut, kata dia, merujuk pada dokumen yang disebut sebagai Buku Putih Kuota Haji 2024.<\/p>\n<p>\u201cSaya akan bercerita tentang isi \u2018Buku Putih Kuota Haji 2024\u2019 ini dalam suatu podcast minggu depan,\u201d kata Islah.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, terdapat sejumlah pertanyaan besar yang perlu dijawab secara terbuka, termasuk dugaan keterkaitan antara Presiden Jokowi dan pihak swasta bernama Maktour dalam pengelolaan kuota haji.<\/p>\n<p>\u201cApa kaitannya dengan Jokowi dan Maktour? Penetapan tersangka untuk Gus Yaqut sebenarnya untuk menyelamatkan siapa?\u201d ujarnya mempertanyakan.<\/p>\n<p>Islah juga menyinggung kemungkinan adanya hubungan antara kasus kuota haji dengan dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mencuat beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>\u201cApakah ada kaitannya dengan konflik di PBNU bulan lalu?\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Islah menyoroti dakwaan terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, yang disebut membuat kebijakan yang menguntungkan pihak lain. Namun, menurutnya, sosok yang diuntungkan tersebut belum pernah diungkap secara jelas ke publik.<\/p>\n<p>\u201cSiapakah pemain utamanya dan siapa yang mengeruk keuntungan dalam kasus kuota haji? Gus Yaqut didakwa membuat kebijakan yang dapat menguntungkan orang lain, siapakah orang lain itu?\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Islah memastikan akan membuka seluruh analisis dan temuannya secara terbuka kepada publik. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut menyuarakan kebenaran meskipun berhadapan dengan kekuasaan.<\/p>\n<p>\u201cTunggu minggu depan, saya akan bicara. Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran, karena yang benar maupun yang salah akan mati pada waktunya,\u201d pungkas Islah.<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 137px; top: 72px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, meyakini nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo akan turut disebut dalam pengusutan kasus dugaan penyimpangan kuota haji 2024<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":486728,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,325476,37201,243,1645,94,6769,327839,308923,1420,367437],"series":[],"class_list":["post-486727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-eks-menteri-agama","tag-haji-indonesia","tag-hukum","tag-joko-widodo","tag-jokowi","tag-korupsi","tag-korupsi-haji","tag-korupsi-kuota-haji","tag-peristiwa","tag-yuqut-cholil-qoumas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/486727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=486727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/486727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/486728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=486727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=486727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=486727"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=486727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}