{"id":486819,"date":"2026-01-12T07:09:00","date_gmt":"2026-01-12T00:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/12\/kata-yaqut-korupsi-adalah-musuh-bersama\/"},"modified":"2026-01-12T09:03:40","modified_gmt":"2026-01-12T02:03:40","slug":"kata-yaqut-korupsi-adalah-musuh-bersama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/12\/kata-yaqut-korupsi-adalah-musuh-bersama\/","title":{"rendered":"Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Oleh:<\/strong> Piul Andrio<sup><a href=\"#footnote_1_486819\" id=\"identifier_1_486819\" class=\"footnote-link footnote-identifier-link\" title=\"Aktivis media sosial\">1<\/a><\/sup><\/em><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">N<\/span>AMA besar dan harum Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas yang disegani seolah-olah kini tengah hancur oleh <a title=\"Yaqut Cholil Qoumas\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/yaqut-cholil-qoumas\/\">Yaqut Cholil Qoumas<\/a>.<\/p>\n<p>Kurang apa lagi pada diri Yaqut. Meniti\u00a0 kariernya sebagai aktivis organisasi hingga memperoleh jabatan mentereng sebagai Menteri Agama di pemerintahan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a>, tapi mirisnya mendapat status tersangka korupsi.<\/p>\n<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>) resmi menetapkan Yaqut sebagai tersangka korupsi pengalihan kuota haji tambahan pada penyelenggaraan haji tahun 2024.<\/p>\n<p>Kasus kejahatan sistemik masif kelanjutan dari temuan Pansus Angket Haji DPR yang menyoroti adanya penyalahgunaan wewenang dalam pembagian kuota haji tambahan yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang.<\/p>\n<p>Padahal kalau kita melihat latar belakang\u00a0 Yaqut ini berasal dari keluarga terpandang di lingkungan NU. Sebagai putra KH M. Cholil Bisri dan adik dari Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.<\/p>\n<p>Jabatan lain yang pernah disandang Yaqut adalah Wakil Bupati Rembang (2005-2010), Anggota DPR (2015-2020), dan Ketua Umum GP Ansor (2015-2024).<\/p>\n<p>Hal lain yang menjadi sorotan publik adalah kekayaan Yaqut. Pada 2018, LHKPN Yaqut tercatat Rp900 jutaan. Sedangkan pada 2025 tembus hingga Rp13,7 miliar.<\/p>\n<p>Semoga lonjakan LHKPN Yaqut bukan hasil korupsi.<\/p>\n<p>Sebelum menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, Yaqut sempat menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama.<\/p>\n<p>Hal ini disampaikannya dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada 9 Desember 2021 saat masih menjabat sebagai Menteri Agama.<\/p>\n<p>&#8220;Korupsi adalah musuh bersama. Karena itu perlu gerakan bersama dan terpadu dalam membangun budaya antikorupsi,&#8221; tegas Yaqut dikutip dari kanal YouTube Kementerian Agama (Kemenag).<\/p>\n<p>&#8220;Hal itu harus dilakukan sejak dari keluarga. Penanaman nilai-nilai dan pendidikan antikorupsi dimulai sejak dini,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Yaqut menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam penanaman karakter antikorupsi bagi generasi masa depan.<\/p>\n<p>&#8220;Pendidikan keluarga adalah pondasi awal menanamkan karakter antikorupsi mulai dari nilai kejujuran, kesederhanaan, dan budaya malu melakukan kesalahan,&#8221; kata Yaqut.<\/p>\n<p>Demi tercapainya cita-cita tersebut, Yaqut meminta agar para orang tua memberikan teladan bagi anaknya terkait budaya antikorupsi.<\/p>\n<p>&#8220;Mari kita bersatu padu membangun budaya antikorupsi,&#8221; tutup Yaqut dalam pidatonya.<\/p>\n<p>Namun kini Yaqut menjadi tersangka dugaan korupsi setelah empat tahun pidatonya yang berapi-api itu.<\/p>\n<ol class=\"footnotes\"><li id=\"footnote_1_486819\" class=\"footnote\">Aktivis media sosial<span class=\"footnote-back-link-wrapper\">[<a href=\"#identifier_1_486819\" class=\"footnote-link footnote-back-link\">\u21a9<\/a>]<\/span><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama besar dan harum Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas yang disegani seolah-olah kini tengah hancur oleh Yaqut Cholil Qoumas.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":486820,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[37],"tags":[1420,2233,6769,15416,37201,274908,308923],"series":[],"class_list":["post-486819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-peristiwa","tag-haji","tag-korupsi","tag-yaqut-cholil-qoumas","tag-haji-indonesia","tag-berita","tag-korupsi-kuota-haji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/486819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=486819"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/486819\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/486820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=486819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=486819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=486819"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=486819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}