{"id":486947,"date":"2026-01-12T17:26:00","date_gmt":"2026-01-12T10:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/12\/sosok-gimah-warga-lumajang-yang-minta-gunung-semeru-dipindah-dan-ditutup-semen\/"},"modified":"2026-01-12T17:40:13","modified_gmt":"2026-01-12T10:40:13","slug":"sosok-gimah-warga-lumajang-yang-minta-gunung-semeru-dipindah-dan-ditutup-semen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/12\/sosok-gimah-warga-lumajang-yang-minta-gunung-semeru-dipindah-dan-ditutup-semen\/","title":{"rendered":"Sosok Gimah, Warga Lumajang yang Minta Gunung Semeru Dipindah dan Ditutup Semen"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 \u2013 &#8220;Coba dipindah saja bapak itu gunungnya, dipindah ke mana gitu. Biar saya aman di sini.&#8221; Celoteh polos nan menggelitik ini keluar dari mulut Gimah, seorang wanita paruh baya asal Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timu (Jatim), yang mendadak jadi buah bibir netizen se-Indonesia.<\/p>\n<p>Di tengah suasana mencekam pasca-erupsi, Gimah justru membawa tawa bagi jutaan orang.\u00a0<\/p>\n<p>Lewat unggahan akun media sosial TikTok @tni_in_action, video wawancara Gimah telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali dan dibagikan sebanyak 31 ribu kali hingga Senin (12\/1\/2026).<\/p>\n<p><b>Lelah Hadapi Erupsi Rutin<\/b><\/p>\n<p>Bukan tanpa alasan Gimah melontarkan permintaan mustahil tersebut. Ia mengaku lelah, karena desanya terus-menerus menjadi langganan bencana Gunung Semeru dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>&#8220;Masak empat tahun sekali (erupsi). Coba tanya Bu Indah itu (Bupati Lumajang) bisa tidak ditutup gunungnya. Se-Indonesia saja dibawa semennya ke sini (untuk menutup kawah), tidak akan ada separuhnya,&#8221; ujar Gimah sambil berseloroh.<\/p>\n<p>Meski mengundang gelak tawa netizen, pernyataan Gimah sebenarnya menyiratkan trauma mendalam seorang warga yang tinggal di zona merah bencana.<\/p>\n<p><b>Kenangan Mencekam Saat Erupsi<\/b><\/p>\n<p>Gimah yang tinggal di Dusun Gumukmas ini, menceritakan kembali detik-detik saat erupsi melanda wilayahnya pada Rabu, 19 November 2025 lalu.\u00a0<\/p>\n<p>Baginya, suara gemuruh dan hujan abu panas adalah pengalaman yang tak akan pernah bisa ia lupakan.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya saya pikir lahar biasa, jadi saya tidak ke mana-mana. Tapi kok semakin lama semakin besar. Saya lari ke Supiturang, debunya semakin besar dan panas,&#8221; kenangnya.<\/p>\n<p>Beruntung, rumah yang ia tempati bersama suaminya tidak mengalami kerusakan parah.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah rumah tidak ada yang rusak, cuma bagian depan saja. Sekarang masih November, jadi tidak menyangka (akan erupsi lagi),&#8221; tambah Gimah.<\/p>\n<p><b>Upaya Mitigasi di Lapangan<\/b><\/p>\n<p>Sementara celoteh Gimah viral sebagai hiburan, TNI melalui Korem 083\/Baladhika Jaya tetap bekerja serius di lapangan untuk memastikan keselamatan warga.\u00a0<\/p>\n<p>Personel TNI terus dikebut untuk melakukan revitalisasi aliran lahar dan pembangunan tanggul.<\/p>\n<p>Peltu Suwandi, personel Penerangan Korem Baladhika Jaya, menjelaskan bahwa penggunaan alat berat difokuskan untuk membuat benteng pertahanan dari terjangan lahar susulan.<\/p>\n<p>&#8220;Alat-alat berat di belakang ini sedang membuat tanggul. Harapannya, jika ada erupsi susulan, material lahar tidak meluber ke pemukiman warga di Desa Supiturang,&#8221; tegas Peltu Suwandi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 \u2013 &#8220;Coba dipindah saja bapak itu gunungnya, dipindah ke mana gitu. Biar saya aman di sini.&#8221; Celoteh polos nan menggelitik ini keluar dari mulut Gimah, seorang wanita paruh baya asal Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timu (Jatim), yang mendadak jadi buah bibir netizen se-Indonesia. Di tengah suasana mencekam pasca-erupsi, Gimah justru membawa tawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":486948,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-486947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/486947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=486947"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/486947\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/486948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=486947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=486947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=486947"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=486947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}