{"id":487625,"date":"2026-01-16T07:16:00","date_gmt":"2026-01-16T00:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/16\/omong-kosong-jokowi-tak-tahu-kasus-kuota-haji\/"},"modified":"2026-01-16T07:50:28","modified_gmt":"2026-01-16T00:50:28","slug":"omong-kosong-jokowi-tak-tahu-kasus-kuota-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/16\/omong-kosong-jokowi-tak-tahu-kasus-kuota-haji\/","title":{"rendered":"Omong Kosong Jokowi Tak Tahu Kasus Kuota Haji"},"content":{"rendered":"<p><em><b>Oleh: <\/b>Erizal<sup><a href=\"#footnote_1_487625\" id=\"identifier_1_487625\" class=\"footnote-link footnote-identifier-link\" title=\"Islah Bahrawi\">1<\/a><\/sup><\/em><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">I<\/span>SLAH BAHRAWI alias Cak Islah mengamuk di podcast Akbar Faizal Uncensored terkait pentersangkaan Yaqut Cholil Qoumas.<\/p>\n<p>Mantan Menteri Agama ini ditersangkakan dalam kasus kuota haji 2024.<\/p>\n<p>Cak Islah marah, sedih, mau menangis, Gus Yaqut &#8211;teman baiknya&#8211;dikriminalisasi <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>. Cak Islah tegas sekali menyebutkan nama <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> atau <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>.<\/p>\n<p>Jokowi tak bisa lepas tangan. Ia harus bicara. Ia tahu dari awal masalah kuota haji ini diberikan Pemerintahan Arab Saudi.<\/p>\n<p>Omong kosong saja, kalau Jokowi tak tahu apa-apa masalah kuota haji ini. Hanya tipuan kelas tinggi saja, kalau Jokowi tak tahu apa-apa kasus ini. Itu di antara celotehan Cak Islah di hadapan Akbar Faizal.<\/p>\n<p>Bahkan, Cak Islah berani mengatakan bahwa Jokowi lah yang melarang Gus Yaqut agar tak menghadiri rapat Pansus Haji di DPR.<\/p>\n<p>Gus Yaqut malah ditugaskan ke Prancis, menghadiri acara yang seharusnya dihadiri Menhan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>.<\/p>\n<p>&#8220;Acara Menteri Pertahanan dihadiri Menteri Agama,&#8221; tanya Cak Islah.<\/p>\n<p>Acara tiga hari, tapi Gus Yaqut berada di Prancis selama 24 hari. Gus Yaqut seperti layang-layang putus. Selama 24 hari tak hanya Prancis, seluruh Eropa mungkin bisa dijajaki.<\/p>\n<p>Ketidakhadiran Gus Yaqut di DPR sangat merugikan dirinya. Bola liar tak sulit dijinakkan. Menghindar berarti takut, takut berarti ada masalah, ada masalah, terlibat.<\/p>\n<p>Cak Islah marah karena orang yang berjubah agama, tapi korup, yang dulu ditentang Gus Yaqut kini balik kepada dirinya.<\/p>\n<p>Orang yang menentang Islam garis keras di negeri ini, kini menjadi pesakitan. Orang yang menggaungkan Pancasila harga mati, kini dituduh korupsi. Cak Islah meyakini Gus Yaqut tidak korupsi.<\/p>\n<p>Tidak ditemukan aliran dana. Saat rumah Gus Yaqut digeledah KPK, tak satu pun barang-barang Gus Yaqut yang disita. Hanya paspor untuk pencekalan.<\/p>\n<p>&#8220;KPK dianggap bermain pencitraan seperti biasa,&#8221; kata Cak Islah.<\/p>\n<p>KPK juga dianggap orang-orang Jokowi, karena semua dilantik di eranya Jokowi. Gus Yaqut hanyalah sasaran antara. Sasaran sebenarnya Gus Yahya. Ups.<\/p>\n<p>Tapi gaya pembelaan Cak Islah ini lazim dilakukan oleh teman-temannya yang sedang ditangkap KPK.<\/p>\n<p>Ada orang besar di balik semua ini, tebang pilih, kenapa dia tersangka, sementara yang lain tidak; dikriminalisasi, dikorbankan, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Pembuktian KPK akan menjawab, bongkar-bongkaran Gus Yaqut juga sedang ditunggu. Benar-benar ada, atau hanya ilusi.***<\/p>\n<ol class=\"footnotes\"><li id=\"footnote_1_487625\" class=\"footnote\">Islah Bahrawi<span class=\"footnote-back-link-wrapper\">[<a href=\"#identifier_1_487625\" class=\"footnote-link footnote-back-link\">\u21a9<\/a>]<\/span><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Islah Bahrawi alias Cak Islah mengamuk di podcast Akbar Faizal Uncensored terkait pentersangkaan Yaqut Cholil Qoumas. Mantan Menteri Agama ini ditersangkakan dalam kasus kuota haji 2024.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":487626,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[37],"tags":[37201,367169,1645,94,308923,41950],"series":[],"class_list":["post-487625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-haji-indonesia","tag-islah-bahrawi","tag-joko-widodo","tag-jokowi","tag-korupsi-kuota-haji","tag-kuota-haji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/487625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=487625"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/487625\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/487626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=487625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=487625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=487625"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=487625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}