{"id":489014,"date":"2026-01-30T23:24:14","date_gmt":"2026-01-30T16:24:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=489014"},"modified":"2026-01-30T23:24:03","modified_gmt":"2026-01-30T16:24:03","slug":"potret-keteguhan-nurhabli-ridwan-sebulan-mengabdi-di-tengah-lumpur-bencana-aceh-tamiang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/01\/30\/potret-keteguhan-nurhabli-ridwan-sebulan-mengabdi-di-tengah-lumpur-bencana-aceh-tamiang\/","title":{"rendered":"Potret Keteguhan Nurhabli Ridwan: Sebulan Mengabdi di Tengah Lumpur Bencana Aceh Tamiang"},"content":{"rendered":"<div class=\"pps-series-post-details pps-series-post-details-variant-classic pps-series-post-details-483461\" data-series-id=\"331560\"><div class=\"pps-series-meta-content\"><div class=\"pps-series-meta-text\">Topik Berita: <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/series\/bencana-sumatera\/\">Bencana Sumatera<\/a><\/div><\/div><\/div><p><strong>ACEH TAMIANG<\/strong> \u2013 Di tengah hamparan lumpur sisa <a title=\"bencana\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/bencana\/\">bencana<\/a> hidrometeorologi yang masih menyelimuti pemukiman warga di Kabupaten Aceh Tamiang, sosok <a title=\"Nurhabli Ridwan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nurhabli-ridwan\/\">Nurhabli Ridwan<\/a> (31) berdiri sebagai representasi nyata dari dedikasi kemanusiaan tanpa batas.<\/p>\n<p>Relawan asal Deli Serdang, Sumatera Utara ini, memilih untuk bertahan lebih dari satu bulan di lokasi bencana demi mendampingi para penyintas yang tengah berjuang melewati masa-masa sulit.<\/p>\n<p>Nurhabli, yang akan genap berusia 31 tahun pada 3 Februari mendatang, bukanlah orang baru di dunia kerelawanan.<\/p>\n<p>Rekam jejaknya di bidang kemanusiaan telah dimulai sejak bangku SMK melalui berbagai organisasi di tanah kelahirannya.<\/p>\n<p>Saat ini, ia aktif di Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS).<\/p>\n<h3>Dari Distribusi Logistik hingga Pemulihan Fisik<\/h3>\n<p>Kehadiran Nurhabli di Aceh Tamiang bermula dari panggilan kemanusiaan saat bencana banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor melanda wilayah Aceh dan Sumatera.<\/p>\n<p>Awalnya, ia bersama tim kolaborasi dari Medan hanya bertugas mendistribusikan logistik ke daerah pelosok yang sulit dijangkau.<\/p>\n<p>Namun, pemandangan memilukan di lapangan mengubah rencananya.<\/p>\n<p>&#8220;Melihat rumah-rumah yang hancur rata dengan tanah, sisa lumpur yang tebal, serta warga yang menanti bantuan dengan tatapan kosong, saya merasa tidak bisa hanya datang lalu pulang,&#8221; ungkap Nurhabli.<\/p>\n<p>Ia akhirnya memutuskan menetap dan bergabung di Posko Pertamina Peduli yang berlokasi di halaman Kantor Disdukcapil Kabupaten Aceh Tamiang.<\/p>\n<p>Di sana, perannya sangat cair; mulai dari menjaga posko, melakukan asesmen data, distribusi air bersih, hingga turun langsung membersihkan sumur cincin dan lumpur di rumah-rumah warga.<\/p>\n<h3>Sinergi dan Kolaborasi Lintas Organisasi<\/h3>\n<p>Keberhasilan penanganan dampak bencana di Aceh Tamiang menurut Nurhabli tidak lepas dari kekuatan kolaborasi. GRAS menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li>Relawan Palang Merah Indonesia (PMI)<\/li>\n<li>Mapala Genetika UISU Medan<\/li>\n<li>Yayasan Pendidikan Islam Al-Fakhri Sunggal<\/li>\n<li>Emergency Response Posko Merah Putih (Erump)<\/li>\n<li>Pertamina Peduli<\/li>\n<li>KPA Karpa Buana &amp; KPA Teratai<\/li>\n<li>Yayasan Wanadri, TNI, hingga komunitas Amal Keluarga Besar Bugis-Makassar.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8220;Ini bukan lagi bencana biasa. Skala kerusakannya melumpuhkan hampir seluruh wilayah. Di sini, niat ikhlas dan persatuan antar-relawan dari berbagai daerah menjadi energi utama bagi kami,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h3>Menuju Masa Transisi dan Pemulihan<\/h3>\n<p>Saat ini, Pemerintah Aceh telah menetapkan status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana selama 90 hari, terhitung sejak 29 Januari hingga 29 April 2026.<\/p>\n<p>Langkah ini diambil untuk mempercepat rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan psikososial masyarakat.<\/p>\n<p>Peran relawan seperti Nurhabli pun bergeser, tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional bagi warga yang trauma.<\/p>\n<p>Baginya, menjadi relawan adalah pilihan hidup untuk menjadi manusia yang bermanfaat, meski harus meninggalkan kenyamanan demi membantu sesama.<\/p>\n<p>Harapannya, masa transisi ini dapat dimaksimalkan oleh pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi sehingga masyarakat tidak terlarut dalam kondisi darurat yang berkepanjangan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pps-series-post-details pps-series-post-details-variant-classic pps-series-post-details-483461 pps-series-meta-excerpt\" data-series-id=\"331560\"><div class=\"pps-series-meta-content\"><div class=\"pps-series-meta-text\">Topik Berita: <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/series\/bencana-sumatera\/\">Bencana Sumatera<\/a><\/div><\/div><\/div><p>Di tengah hamparan lumpur sisa bencana hidrometeorologi yang masih menyelimuti pemukiman warga di Kabupaten Aceh Tamiang, sosok Nurhabli Ridwan (31)<\/p>\n","protected":false},"author":1529,"featured_media":489015,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[13434,30446,324267,328266],"series":[331560],"class_list":["post-489014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-aceh","tag-bencana","tag-gras","tag-nurhabli-ridwan","series-bencana-sumatera"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/489014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1529"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=489014"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/489014\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/489015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=489014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=489014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=489014"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=489014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}