{"id":489142,"date":"2026-02-01T07:06:00","date_gmt":"2026-02-01T00:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/01\/karma-nasdem\/"},"modified":"2026-02-01T07:20:13","modified_gmt":"2026-02-01T00:20:13","slug":"karma-nasdem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/01\/karma-nasdem\/","title":{"rendered":"Karma NasDem"},"content":{"rendered":"<p><em><b>Oleh: <\/b>Erizal<sup><a href=\"#footnote_1_489142\" id=\"identifier_1_489142\" class=\"footnote-link footnote-identifier-link\" title=\"Direktur ABC Riset &amp; Consulting\">1<\/a><\/sup><\/em><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">S<\/span>ETELAH Ahmad Ali, Bestari Barus, kini giliran Rusdi Masse Mappasessu yang bergabung dengan PSI.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Ahmad Ali dan Bestari Barus, Rusdi Masse bergabung dengan PSI meninggalkan posisinya sebagai anggota DPR.<\/p>\n<p>Bahkan, posisi mentereng sekelas Wakil Ketua Komisi III, menggantikan Ahmad Sahroni, yang dinonaktifkan.<\/p>\n<p>Jadi, tak hanya meninggalkan posisinya di internal <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nasdem\/\">NasDem<\/a> sebagai Ketua DPW Sulawesi Selatan, tapi juga posisinya sebagai pejabat publik di DPR.<\/p>\n<p>Kalau Ahmad Ali dan Bestari Barus memang tak sedang menjabat apa-apa. Jadi tak terlalu keluar banyak. Bisa jadi, dapat lebih banyak pula dari PSI. Kalau Rusdi Masse, memang belum bisa dicerna oleh akal orang biasa.<\/p>\n<p>Semenarik apakah PSI di mata Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse, dibandingkan NasDem?<\/p>\n<p>Padahal saat ini NasDem adalah partai dengan jumlah kursi terbanyak ke-4, setelah Gerindra. Selisih kursi dengan Gerindra hanya 17 kursi. Gerindra 86 kursi, sedangkan NasDem 69 kursi.<\/p>\n<p>Sementara PSI tak ada kursi satu pun di DPR RI. Partai gurem. Lalu, apakah sebenarnya yang dicari di PSI?<\/p>\n<p>Saya kurang percaya, politisi berpartai bukan mencari posisi, tapi kenyamanan. Rasanya ini terlalu mengada-ada.<\/p>\n<p>Di partai mana pun, akan sama. Tak ada bedanya. Bahkan, pola partai mencari suara, juga tak ada bedanya.<\/p>\n<p>Asal dapat suara, apa pun akan dilakukan, termasuk <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> uang. Politik uang dalam artian yang lebih halus seperti uang operasional, misalnya.<\/p>\n<p>Tapi, apa yang dilakukan PSI saat ini, kurang lebih itulah yang dilakukan NasDem dulunya. Me-NasDem-kan tokoh-tokoh yang sudah ada. Dengan cara halus maupun kasar.<\/p>\n<p>Cara kasarnya pakai tangan Jaksa Agung, yang kebetulan kader NasDem. Bahkan, Rusdi Masse pun sebelumnya dicaplok dari Partai Golkar, hingga pada Pemilu 2019, ia keluar sebagai peraih suara terbanyak.<\/p>\n<p>Apakah NasDem sedang menjalani karmanya? Bisa iya, bisa tidak. Tak ada karma dalam politik. Dalam politik, siapa yang lebih lihai&#8211;untuk tak memakai kata licik&#8211;dialah pemenangnya.<\/p>\n<p>Surya Paloh tentu tidak tinggal diam. Apalagi dia sudah balik dari situ. Awal dan ujungnya, pasti ia sudah tahu.<\/p>\n<p>Bisa jadi ia akan memulai, di saat PSI sudah selesai. Sumber dayanya terlalu banyak yang bisa dimaksimalkan.<\/p>\n<p>PSI memang sedang semangat-semangat. Setelah Kaesang menyatakan Jawa Tengah akan menjadi Kandang Gajah, bukan lagi Kandang Banteng.<\/p>\n<p>Kini giliran Ahmad Ali pula yang menyatakan Sulawesi Selatan akan menjadi Kandang Gajah berikutnya.<\/p>\n<p>Tapi sebetulnya, Sulawesi Selatan bukanlah Kandang NasDem, melainkan Kandang Golkar. Sejak lama Pohon Beringin kokoh tak tergoyahkan di situ.<\/p>\n<p>Usai bertemu Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Oktober 2025, Surya Paloh seperti menghilang. Bahkan, ia tak terlihat saat bencana di Aceh, yang notabene kampung halamannya.<\/p>\n<p>Ke mana Surya Paloh, kata sebuah tulisan di media sosial. Fotonya besar sekali. Seperti Gerindra, perolehan suara NasDem tak pernah turun sejak ikut Pemilu 2014.<\/p>\n<p>Apakah ini saatnya perolehan suara NasDem menurun akibat manuver PSI? Ataukah akan ada kejutan baru yang sedang dipersiapkan Surya Paloh?<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/489142?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div><ol class=\"footnotes\"><li id=\"footnote_1_489142\" class=\"footnote\">Direktur ABC Riset &amp; Consulting<span class=\"footnote-back-link-wrapper\">[<a href=\"#identifier_1_489142\" class=\"footnote-link footnote-back-link\">\u21a9<\/a>]<\/span><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak hanya meninggalkan posisinya di internal NasDem sebagai Ketua DPW Sulawesi Selatan, tapi juga posisinya sebagai pejabat publik di DPR.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":489143,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"Nasdem","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[37],"tags":[4625,10985,10984,32513],"series":[],"class_list":["post-489142","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-nasdem","tag-partai-solidaritas-indonesia","tag-psi","tag-surya-paloh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/489142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=489142"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/489142\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/489143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=489142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=489142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=489142"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=489142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}