{"id":489393,"date":"2026-02-02T14:50:00","date_gmt":"2026-02-02T07:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/02\/bertemu-prabowo-said-didu-ungkap-geng-sop-atau-solo-oligarki-parcok-sasaran-awal-rebut-kedaulatan\/"},"modified":"2026-02-02T16:01:59","modified_gmt":"2026-02-02T09:01:59","slug":"bertemu-prabowo-said-didu-ungkap-geng-sop-atau-solo-oligarki-parcok-sasaran-awal-rebut-kedaulatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/02\/bertemu-prabowo-said-didu-ungkap-geng-sop-atau-solo-oligarki-parcok-sasaran-awal-rebut-kedaulatan\/","title":{"rendered":"Bertemu Prabowo, Said Didu Ungkap Geng SOP Atau Solo Oligarki Parcok Sasaran Awal Rebut Kedaulatan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8212; Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> membuat langkah <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> mengejutkan dengan mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal vokal dan kritis ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (30\/1\/2026) malam.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan maraton selama hampir empat jam tersebut, mengenai &#8220;penculikan&#8221; kedaulatan negara oleh oligarki menjadi bahasan utama yang memicu kesepakatan tak terduga antara sang Presiden dan para pengeritiknya.<\/p>\n<p>Hal itu dikatakan aktivis sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, salah satu tokoh yang diundang <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>, melalui kanal YouTube YouTuber Pejuang, Minggu (1\/2\/2026).<\/p>\n<p>Said Didu mengungkapkan bahwa dirinya hadir membawa &#8220;mandat moral&#8221; untuk menyampaikan keresahan publik ke Prabowo.<\/p>\n<p>Menurut Said Didu secara lugas ia memaparkan rencana pembentukan gerakan di luar pemerintahan yang bertujuan merebut kembali kedaulatan rakyat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya melaporkan langsung bahwa kami di luar akan menghimpun diri dalam gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat. Dan saya kaget, Presiden langsung menyatakan bahwa keresahan itu juga dirasakan di dalam,&#8221; ujar Said Didu.<\/p>\n<p>Menurut Didu, Presiden Prabowo sangat memahami bahwa kondisi bangsa saat ini tengah mengalami kerusakan struktural karena kedaulatan politik, ekonomi, hukum, hingga sumber daya alam telah dikuasai oleh segelintir elite.<\/p>\n<p>Ia bahkan menjuluki gedung parlemen bukan lagi sebagai rumah rakyat, melainkan wadah transaksi kepentingan.<\/p>\n<p>&#8220;Gedung DPR itu bukan lagi rumah rakyat. Itu mal pedagang kedaulatan. Dagangannya satu: kedaulatan bangsa,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Oposisi Terhadap &#8220;Pagar&#8221; Presiden<\/p>\n<p>Sikap politik yang diambil Said Didu usai pertemuan ini terbilang unik.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa gerakannya tidak akan memosisikan diri sebagai oposisi bagi figur Presiden Prabowo, melainkan terhadap kekuatan gelap di sekitar lingkaran kekuasaan yang mencoba menghalangi agenda reformasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak oposisi terhadap Presiden. Oposisi kami adalah terhadap orang-orang di sekitar beliau yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan,&#8221; kata Said Didu.<\/p>\n<p>Ia secara spesifik menyentuh kelompok yang ia sebut sebagai &#8220;Geng SOP&#8221; atau Solo Oligarki Parcok sebagai pihak yang akan terdampak pertama kali oleh gerakan ini.<\/p>\n<p>\u201cTarget kita jelas: oligarki. Dengan agenda ini, yang pertama tersentuh pasti geng SOP, Solo Oligarki Parcok. Itu tidak terelakkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Karenanya Said Didu mengajak untuk menyatukan kekuatan rakyat di seluruh Indonesia demi merebut kembali kedaulatan bangsa yang,\u00a0 telah lama diperjualbelikan oleh elite kekuasaan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita juga enggak mau dibawah pemerintah. Enggak mau. Ya, dia jalan dengan agendanya, kita jalan dengan agenda kita,&#8221; kata Said Didu.<\/p>\n<p><b>Keterbukaan di Meja Kertanegara<\/b><\/p>\n<p>Pertemuan tersebut tidak hanya dihadiri oleh Said Didu.<\/p>\n<p>Sederet tokoh berintegritas seperti peneliti BRIN Siti Zuhro, eks Ketua <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a> Abraham Samad, hingga mantan Kabareskrim Komjen (Pol) Purn Susno Duadji turut hadir.<\/p>\n<p>Meski didampingi sekitar sepuluh staf kepercayaan, Presiden Prabowo disebut mempresentasikan sendiri kebijakan strategisnya untuk percepatan perbaikan bangsa.<\/p>\n<p>Diskusi berjalan dinamis, mencakup isu-isu sensitif mulai dari reformasi Polri, pemberantasan korupsi, hingga persoalan kedaulatan wilayah dan misi perdamaian di <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gaza\/\">Gaza<\/a>.<\/p>\n<p>Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut adalah inisiatif Presiden untuk mendengar masukan langsung dari mereka yang berada di barisan oposisi.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai langkah ini sebagai bukti nyata bahwa Presiden Prabowo sama sekali tidak anti-kritik.<\/p>\n<p><b>Melawan Hegemoni Oligarki<\/b><\/p>\n<p>Said Didu menyoroti pola oligarki yang selama ini merusak tatanan negara\u2014mulai dari memengaruhi legislasi, penguasaan konsesi tambang, hingga dominasi di sektor perbankan dan pasar modal.<\/p>\n<p>Ia mengutip data bahwa sekitar 60 oligark kini menguasai kekayaan nasional di tengah meningkatnya angka kemiskinan.<\/p>\n<p>&#8220;Sepuluh orang terkaya, kekayaannya naik tiga kali lipat, tapi kemiskinan juga naik tiga kali lipat. Ini perampokan,&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>Dengan pertemuan ini, publik kini melihat peta politik baru: kolaborasi antara komitmen kekuasaan dari dalam dan tekanan moral dari luar untuk satu target yang sama, yakni menumbangkan dominasi elit kecil yang mengangkangi kepentingan nasional<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8212; Presiden Prabowo Subianto membuat langkah Politik mengejutkan dengan mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal vokal dan kritis ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (30\/1\/2026) malam. Dalam pertemuan maraton selama hampir empat jam tersebut, mengenai &#8220;penculikan&#8221; kedaulatan negara oleh oligarki menjadi bahasan utama yang memicu kesepakatan tak terduga antara sang Presiden [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":489394,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-489393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/489393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=489393"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/489393\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/489394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=489393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=489393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=489393"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=489393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}