{"id":490067,"date":"2026-02-06T20:37:00","date_gmt":"2026-02-06T13:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/06\/sekolah-negeri-tapi-berbayar-kasus-siswa-sd-di-ntt-ternyata-dipungut-rp12-juta-per-tahun\/"},"modified":"2026-02-07T00:06:25","modified_gmt":"2026-02-06T17:06:25","slug":"sekolah-negeri-tapi-berbayar-kasus-siswa-sd-di-ntt-ternyata-dipungut-rp12-juta-per-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/06\/sekolah-negeri-tapi-berbayar-kasus-siswa-sd-di-ntt-ternyata-dipungut-rp12-juta-per-tahun\/","title":{"rendered":"Sekolah Negeri tapi Berbayar, Kasus Siswa SD di NTT Ternyata Dipungut Rp1,2 Juta per Tahun"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Fakta baru terungkap dalam kasus meninggalnya YBR (10), <a title=\"siswa\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/siswa\/\">siswa<\/a> kelas IV sebuah Sekolah Dasar (<a title=\"SD\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/sd\/\">SD<\/a>) Negeri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n<p>Meski bersekolah di sekolah negeri, YBR tercatat memiliki kewajiban biaya pendidikan sebesar Rp1,2 juta per tahun.<\/p>\n<p>YBR diketahui meninggal dunia dalam kondisi ekonomi keluarga yang sulit.<\/p>\n<p>Informasi mengenai biaya sekolah tersebut kemudian memicu perhatian publik, terutama karena berkaitan dengan status sekolah negeri yang seharusnya menjamin akses pendidikan dasar.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Ngada melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DPMDP3A memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.<\/p>\n<p>Kepala UPTD PPA DPMDP3A Ngada, Veronika Milo, menyampaikan bahwa biaya pendidikan yang dikenakan kepada YBR sebesar Rp1.220.000 per tahun dan dapat dibayarkan secara cicilan.<\/p>\n<p>Menurut Veronika, orang tua YBR telah membayar Rp500.000 pada semester pertama.<\/p>\n<p>Sementara sisa Rp720.000 masih menjadi kewajiban untuk semester kedua dan belum bisa disebut sebagai tunggakan.<\/p>\n<p>\u201cSisa pembayaran Rp720.000 itu masih dalam tahun berjalan, sehingga tidak bisa disebut tunggakan,\u201d ujar Veronika, dikutip pojoksatu.id dari INews ID (6\/2\/2026).<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melakukan intimidasi, ancaman, ataupun pengusiran terhadap YBR terkait persoalan biaya pendidikan.<\/p>\n<p>Informasi mengenai cicilan disampaikan secara umum kepada seluruh siswa, bukan ditujukan kepada individu tertentu.<\/p>\n<p>\u201cSekolah hanya menyampaikan informasi kepada anak-anak untuk diteruskan kepada orang tua. Tidak ada intimidasi, tidak ada ancaman dikeluarkan dari sekolah,\u201d kata Veronika.<\/p>\n<p>Penyampaian informasi tersebut, lanjut dia, dilakukan setelah jam pelajaran sebagai bagian dari pengingat administratif rutin.<\/p>\n<p>Hal itu disebut sebagai prosedur yang biasa dilakukan sekolah kepada seluruh peserta didik.<\/p>\n<p>Meski demikian, kasus ini memunculkan kembali perdebatan soal pungutan biaya di sekolah negeri, terutama di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi.<\/p>\n<p>Banyak pihak mempertanyakan dasar penarikan biaya pendidikan tersebut dan dampaknya terhadap anak-anak dari keluarga tidak mampu.<\/p>\n<p>Warga setempat menilai, kondisi ekonomi keluarga YBR seharusnya menjadi perhatian khusus agar tidak menimbulkan beban tambahan.<\/p>\n<p>Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembiayaan pendidikan di sekolah negeri, khususnya di wilayah terpencil.<\/p>\n<p>Pemkab Ngada menegaskan akan terus melakukan pendampingan terhadap keluarga YBR serta memastikan tidak ada pelanggaran hak anak dalam proses pendidikan.<\/p>\n<p>Pemerintah daerah juga berjanji akan meninjau kembali kebijakan terkait biaya sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.<\/p>\n<p>Kasus YBR menjadi pengingat bahwa akses pendidikan dasar yang layak dan terjangkau masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di wilayah dengan keterbatasan ekonomi.<\/p>\n<p>Publik pun berharap tragedi ini menjadi momentum pembenahan sistem pendidikan agar benar-benar berpihak pada anak-anak.***<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/490067?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakta baru terungkap dalam kasus meninggalnya YBR (10), siswa kelas IV sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":490068,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"siswa","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[60],"tags":[274908,367995,1420,367993,367994,254],"series":[],"class_list":["post-490067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-berita","tag-kasus-siswa-sd-di-ntt","tag-peristiwa","tag-pungutan-liar-di-sekolah-negeri","tag-sekolah-negeri","tag-sorotan-publik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/490067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=490067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/490067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/490068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=490067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=490067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=490067"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=490067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}