{"id":490580,"date":"2026-02-09T20:07:00","date_gmt":"2026-02-09T13:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/09\/ramai-kasus-bpkb-palsu-ini-7-cara-membedakan-bpkb-asli-atau-palsu-saat-beli-motor-bekas\/"},"modified":"2026-02-09T21:20:21","modified_gmt":"2026-02-09T14:20:21","slug":"ramai-kasus-bpkb-palsu-ini-7-cara-membedakan-bpkb-asli-atau-palsu-saat-beli-motor-bekas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/09\/ramai-kasus-bpkb-palsu-ini-7-cara-membedakan-bpkb-asli-atau-palsu-saat-beli-motor-bekas\/","title":{"rendered":"Ramai Kasus BPKB Palsu, Ini 7 Cara Membedakan BPKB Asli atau Palsu Saat Beli Motor Bekas"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Media sosial tengah diramaikan dengan kasus dugaan penipuan jual beli kendaraan bekas dengan menggunakan BPKB palsu. Video tersebut dibagikan oleh akun @kriminal.jak*** yang membagikan ulang unggahan dari pengguna @arcip.b***.<\/p>\n<p>Video viral tersebut memperlihatkan pengalaman seorang pria yang baru menyadari bahwa BPKB motor bekas yang dibelinya tidak asli. Dalam video itu dijelaskan, secara kasat mata dokumen tersebut tampak meyakinkan.<\/p>\n<p>Namun setelah diperiksa lebih teliti, ditemukan sejumlah kejanggalan pada data yang tercantum. Beberapa bagian informasi terlihat ditempel, ditimpa, bahkan diduga \u201cdisulam\u201d sehingga menimbulkan indikasi pemalsuan.<\/p>\n<p>\u201cKelihatannya asli, tapi data-datanya ditempel pakai doube tip, disulam dan ditimpa,\u201d ujar seorang warganet dalam video tersebut.<\/p>\n<p>Pemilik motor juga menyoroti ketidaksesuaian data instansi penerbit. Pada satu bagian BPKB tercantum keterangan Ditlantas Polda Jawa Timur, sementara bagian lain justru menyebutkan wilayah Resort Bogor.<\/p>\n<p>Perbedaan ini memicu kecurigaan bahwa dokumen tersebut telah dimanipulasi. Unggahan itu sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat ada pihak yang memaksa meminta pengecekan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.<\/p>\n<p><b>Cara Memastikan Keaslian BPKB saat Beli Kendaraan Bekas<\/b><\/p>\n<p>Melansir aku Instagram Divisi Humas Polri @divisihumaspolri, berikut beberapa cara membedakan BPKB asli atau palsu saat membeli kendaraan bekas.<\/p>\n<p><b>1. Pemilihan Bahan Sampul<\/b><\/p>\n<p>Cara membedakan BPKB asli atau palsu bisa dilihat dari bahan sampulnya. BPKB asli memiliki sampul tebal, kuat, dan terasa kokoh saat dipegang.\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, BPKB palsu biasanya memakai sampul tipis dengan kualitas cetakan yang kurang rapi. Jika sampul terlihat mudah sobek atau kusam, pembeli perlu lebih waspada.<\/p>\n<p><b>2. Cek Hologram<\/b><\/p>\n<p>BPKB asli dilengkapi hologram resmi yang terlihat jelas dan memantulkan cahaya saat dilihat dari sudut berbeda. Hologram ini menjadi salah satu fitur keamanan yang sulit dipalsukan.\u00a0<\/p>\n<p>Jika hologram tampak buram, mudah mengelupas, atau tidak memiliki efek pantulan, kemungkinan besar BPKB tersebut tidak asli. Pastikan hologram tetap utuh dan tidak rusak.<\/p>\n<p><b>3. Cek Nomor Seri<\/b><\/p>\n<p>Nomor seri pada BPKB asli tercetak rapi, jelas, dan sesuai format resmi. Biasanya, nomor seri tidak mudah dihapus karena menggunakan tinta khusus.\u00a0<\/p>\n<p>Apabila nomor seri tampak tidak presisi, seperti hasil tempelan, atau berbeda dengan dokumen lain, maka patut dicurigai. Pengecekan nomor seri penting untuk memastikan keabsahan dokumen kendaraan.<\/p>\n<p><b>4. Cek Informasi Data Pemilik<\/b><\/p>\n<p>Cara membedakan BPKB asli atau palsu juga bisa dilakukan dengan mencocokkan data pemilik dan data kendaraan. Pastikan nama pemilik, alamat, nomor polisi, serta spesifikasi kendaraan sesuai dengan STNK.<\/p>\n<p>Jika terdapat kesalahan penulisan atau bekas koreksi, hal itu bisa menjadi tanda pemalsuan. Data yang tidak sinkron sebaiknya segera ditanyakan kepada penjual.<\/p>\n<p><b>5. Lambang Korlantas Polri<\/b><\/p>\n<p>BPKB asli memiliki lambang Korlantas Polri yang dicetak detail, tajam, dan tidak buram. Logo tersebut biasanya tampak presisi dengan warna yang merata.\u00a0<\/p>\n<p>Jika lambang terlihat blur atau bentuknya tidak simetris, pembeli perlu berhati-hati. Lambang resmi menjadi salah satu ciri yang sering diperiksa untuk mengetahui keaslian BPKB.<\/p>\n<p><b>6. Pemilihan Bahan Kertas<\/b><\/p>\n<p>Bahan kertas pada BPKB asli biasanya lebih tebal dan memiliki tekstur khusus. Kertasnya tidak mudah kusut atau robek, serta terlihat berkualitas dibanding kertas biasa.\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, BPKB palsu sering memakai kertas tipis dengan tampilan kurang meyakinkan. Pengecekan ini dapat dilakukan dengan meraba dan memperhatikan warna serta ketebalan kertas.<\/p>\n<p><b>7. Tinta dan Cap BPKB<\/b><\/p>\n<p>Tinta pada BPKB asli terlihat solid, jelas, dan tidak mudah luntur. Cap atau stempel resmi juga tampak tegas serta tidak seperti hasil scan atau cetakan ulang.\u00a0<\/p>\n<p>Jika tinta mudah pudar, cap terlihat kabur, atau ada tanda manipulasi, maka dokumen tersebut patut dicurigai palsu. Pemeriksaan tinta dan cap penting untuk memastikan dokumen benar-benar diterbitkan secara resmi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Media sosial tengah diramaikan dengan kasus dugaan penipuan jual beli kendaraan bekas dengan menggunakan BPKB palsu. Video tersebut dibagikan oleh akun @kriminal.jak*** yang membagikan ulang unggahan dari pengguna @arcip.b***. Video viral tersebut memperlihatkan pengalaman seorang pria yang baru menyadari bahwa BPKB motor bekas yang dibelinya tidak asli. Dalam video itu dijelaskan, secara kasat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":490581,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-490580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/490580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=490580"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/490580\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/490581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=490580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=490580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=490580"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=490580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}