{"id":491189,"date":"2026-02-13T15:01:00","date_gmt":"2026-02-13T08:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/13\/said-didu-bongkar-daftar-hitam-prabowo-50-nama-oligarki-perampok-negara-disebut-sadar-atau-dihukum\/"},"modified":"2026-02-13T16:28:22","modified_gmt":"2026-02-13T09:28:22","slug":"said-didu-bongkar-daftar-hitam-prabowo-50-nama-oligarki-perampok-negara-disebut-sadar-atau-dihukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/13\/said-didu-bongkar-daftar-hitam-prabowo-50-nama-oligarki-perampok-negara-disebut-sadar-atau-dihukum\/","title":{"rendered":"Said Didu Bongkar Daftar Hitam Prabowo, 50 Nama Oligarki Perampok Negara Disebut, Sadar Atau Dihukum"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Aktivis yang juga eks Sekretaris Kementerian BUMN <a title=\"Said Didu\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/said-didu\/\">Said Didu<\/a> mengungkap isi pertemuannya selama lebih dari empat jam dengan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> dalam program <a title=\"Rosi\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rosi\/\">Rosi<\/a> di Kompas TV, yang ditayangkan Kamis (12\/2\/2026) malam.<\/p>\n<p>Dalam wawancara tersebut, Said Didu menyebut Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> secara terbuka mengidentifikasi puluhan nama oligarki yang diduga selama ini menikmati praktik ekonomi yang merugikan negara.<\/p>\n<p>\u201cSaya catat empat halaman, termasuk nama-nama. Ada 50 nama, bahkan 10 di antaranya disebut lebih parah,\u201d ujar Said Didu.<\/p>\n<h3>Oligafrki Said Didu dan Rosi<\/h3>\n<p>Menurut Said, Presiden menyatakan telah mengetahui kelompok-kelompok yang menguasai sebagian besar aset dan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Namun, ia menegaskan proses hukum harus berjalan tanpa tekanan opini publik.<\/p>\n<p>\u201cPresiden bilang, orang-orang ini harus disadarkan. Kalau tidak mau sadar, hukum yang akan berjalan. Kalau masih bandel, akan saya umumkan kepada rakyat biar rakyat yang menghukum,\u201d kata Said.<\/p>\n<p>Meski begitu, Prabowo disebut tidak ingin nama-nama tersebut bocor sebelum proses hukum berjalan, karena khawatir menimbulkan gejolak besar.<\/p>\n<p>\u201cYang beliau takutkan bangsa ini pecah, bukan dirinya,\u201d tegas Said Didu.<\/p>\n<p>Ia menilai langkah Presiden bukan sekadar retorika.<\/p>\n<p>\u201cSaya percaya 1000 persen pada niatnya. Tapi saya sempat frustrasi pada caranya. Setelah pertemuan itu, saya yakin ini bukan omon-omon.\u201d<\/p>\n<h3>Taipan dan Isu Oligarki<\/h3>\n<p>Said Didu juga menyinggung pertemuan Presiden dengan lima taipan yang disebut menguasai porsi ekonomi terbesar di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cData menunjukkan lima orang itu memang menguasai ekonomi paling besar. Soal apakah terlibat pelanggaran, saya tidak bisa menyebutkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan publik agar tidak terjebak pada dukung-mendukung figur, melainkan pada agenda mengembalikan kedaulatan negara dari cengkeraman oligarki.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita mendukung si A, si B, si C tanpa agenda, ujung-ujungnya dijual ke oligarki. Negeri ini butuh pemimpin kuat karena kerusakannya harus dihentikan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h3>Reformasi Polri dan Kapolri<\/h3>\n<p>Dalam pertemuan itu, isu reformasi Polri dan pergantian Kapolri juga disebut dibahas secara mendalam.<\/p>\n<p>Said membantah anggapan bahwa Presiden terikat balas budi <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dengan Kapolri.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada balas budi. Presiden tidak takut. Dia ingin menyelesaikan persoalan Polri secara tuntas, bukan sekadar ganti orang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Said, Prabowo bahkan telah menyebut satu nama calon yang dinilainya layak dan diyakini akan mendapat dukungan publik jika diputuskan.<\/p>\n<p>Said Didu membantah klaim politisi Gerindra, Habiburrahman, yang menyebut tidak ada pembicaraan soal pergantian Kapolri.<\/p>\n<p>Didu menegaskan bahwa diskusi mengenai reformasi Polri berlangsung sangat mendalam.<\/p>\n<p>Bahkan, Said Didu mengungkapkan bahwa Prabowo tidak merasa memiliki utang budi kepada aparat kepolisian terkait kemenangan Pilpres.<\/p>\n<p>&#8220;Terkonfirmasi bahwa kemenangan Prabowo-Gibran bukan karena campur tangan &#8216;Parcok&#8217; (Partai Cokelat). Prabowo merasa tidak punya beban balas budi. Beliau sedang memikirkan cara menyelesaikan masalah kepolisian secara tuntas, bukan sekadar ganti orang,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Said menyimpulkan, Prabowo tidak memiliki niat menghukum siapa pun secara personal, namun juga tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar hukum.<\/p>\n<p>\u201cPak Prabowo tidak mau menghukum orang, tapi tidak akan membela orang yang melanggar hukum,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, Presiden membutuhkan dukungan publik untuk mengambil langkah-langkah tegas dalam merebut kembali kedaulatan ekonomi dan hukum negara.<\/p>\n<p>\u201cNegeri ini harus kembali berdaulat. Presiden punya patriotisme dan keberanian. Tinggal bagaimana langkahnya dikomunikasikan ke publik,\u201d kata Said Didu.<\/p>\n<p>Setelah pertemuan tersebut, Said Didu mengaku memiliki harapan 1000 persen pada niat Prabowo, meski sempat frustrasi dengan caranya.<\/p>\n<p>Ia pun mengajak masyarakat untuk berhenti terjebak pada polarisasi dukungan tokoh dan mulai fokus pada agenda tunggal: Mengembalikan Kedaulatan Rakyat dari Tangan Oligarki.<\/p>\n<p>&#8220;Negeri ini butuh pemimpin yang kuat karena kerusakannya harus dihentikan. Prabowo tidak punya niat menghukum orang, tapi dia tidak akan melindungi orang yang melanggar hukum. Itulah garis tegasnya,&#8221; kata Didu.<\/p>\n<h3>Deklarasi Gerakan<\/h3>\n<p>Usai diundang dan bertemu Presiden Prabowo, Said Didu, langsung merealisasikan rencananya mendeklarasikan Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) dari tangan oligarki.<\/p>\n<p>Gerakan ini akan dideklarasikan di Gedung Joeang, Selasa (10\/2\/2026) pukul 10.00.<\/p>\n<p>Hal itu dikatakan Said Didu melalui akun X-nya @msaid_didu, Minggu (8\/2\/2026).<\/p>\n<p>&#8220;Mari bersatu mengembalikan kedaulatan yg sudah dirampok oleh Oligarki bersama politisi busuk, oknum pejabat, oknum aparat, oknum penegak hukum.\u00a0 Deklarasi awal perjuangan 10 Februari 2026 jam 10.00 di Gedung Joeang &#8211; Jakarta,&#8221; kata Said Didu sembari menyematkan flyer acara tersebut.<\/p>\n<p>Dalam poster digital disebutkan Didu, deklarasi akan dilakukan bersama para jenderal purnawirawan TNI, tokoh nasional dan para aktifis.<\/p>\n<p>Sementara kedaulatan rakyat yang akan direbut dari Oligarki kata Said Didu adalah kedaulatan bidang politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan wilayah.<\/p>\n<p>&#8220;Lembaga perjuangan ini adalah lembaga perjuangan bersama, dengan tujuan bersama, baik secara individual maupun organisasi,&#8221;: kata Didu.<\/p>\n<p>Karenanya ia mengajak semua pihak dan masyarakat Indonesia untuk datang ke acara deklarasi itu.<\/p>\n<p>Sebelumnya Said Didu mengatakan rencana gerakan ini sudah diungkapkannya saat bertemu Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (30\/1\/2026) malam.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan maraton selama hampir empat jam tersebut, mengenai &#8220;penculikan&#8221; kedaulatan negara oleh oligarki menjadi bahasan utama yang memicu kesepakatan tak terduga antara sang Presiden dan para pengeritiknya.<\/p>\n<p>Said Didu mengungkapkan bahwa dirinya hadir membawa &#8220;mandat moral&#8221; untuk menyampaikan keresahan publik ke Prabowo.<\/p>\n<p>Menurut Said Didu secara lugas ia memaparkan rencana pembentukan gerakan di luar pemerintahan yang bertujuan merebut kembali kedaulatan rakyat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya melaporkan langsung bahwa kami di luar akan menghimpun diri dalam gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat. Dan saya kaget, Presiden langsung menyatakan bahwa keresahan itu juga dirasakan di dalam,&#8221; ujar Said Didu.<\/p>\n<p>Menurut Didu, Presiden Prabowo sangat memahami bahwa kondisi bangsa saat ini tengah mengalami kerusakan struktural karena kedaulatan politik, ekonomi, hukum, hingga sumber daya alam telah dikuasai oleh segelintir elite.<\/p>\n<p>Ia bahkan menjuluki gedung parlemen bukan lagi sebagai rumah rakyat, melainkan wadah transaksi kepentingan.<\/p>\n<p>&#8220;Gedung DPR itu bukan lagi rumah rakyat. Itu mal pedagang kedaulatan. Dagangannya satu: kedaulatan bangsa,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sikap politik yang diambil Said Didu usai pertemuan ini terbilang unik.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa gerakannya tidak akan memosisikan diri sebagai oposisi bagi figur Presiden Prabowo, melainkan terhadap kekuatan gelap di sekitar lingkaran kekuasaan yang mencoba menghalangi agenda reformasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak oposisi terhadap Presiden. Oposisi kami adalah terhadap orang-orang di sekitar beliau yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan,&#8221; kata Said Didu.<\/p>\n<p>Ia secara spesifik menyentuh kelompok yang ia sebut sebagai &#8220;Geng SOP&#8221; atau Solo Oligarki Parcok sebagai pihak yang akan terdampak pertama kali oleh gerakan ini.<\/p>\n<p>\u201cTarget kita jelas: oligarki. Dengan agenda ini, yang pertama tersentuh pasti geng SOP, Solo Oligarki Parcok. Itu tidak terelakkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Karenanya Said Didu mengajak untuk menyatukan kekuatan rakyat di seluruh Indonesia demi merebut kembali kedaulatan bangsa yang,\u00a0 telah lama diperjualbelikan oleh elite kekuasaan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita juga enggak mau dibawah pemerintah. Enggak mau. Ya, dia jalan dengan agendanya, kita jalan dengan agenda kita,&#8221; kata Said Didu.<\/p>\n<p>Pertemuan dengan Prabowo tersebut tidak hanya dihadiri oleh Said Didu.<\/p>\n<p>Sederet tokoh berintegritas seperti peneliti BRIN Siti Zuhro, eks Ketua <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a> Abraham Samad, hingga mantan Kabareskrim Komjen (Pol) Purn Susno Duadji turut hadir.<\/p>\n<p>Meski didampingi sekitar sepuluh staf kepercayaan, Presiden Prabowo disebut mempresentasikan sendiri kebijakan strategisnya untuk percepatan perbaikan bangsa.<\/p>\n<p>Diskusi berjalan dinamis, mencakup isu-isu sensitif mulai dari reformasi Polri, pemberantasan korupsi, hingga persoalan kedaulatan wilayah dan misi perdamaian di <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gaza\/\">Gaza<\/a>.<\/p>\n<p>Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut adalah inisiatif Presiden untuk mendengar masukan langsung dari mereka yang berada di barisan oposisi.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai langkah ini sebagai bukti nyata bahwa Presiden Prabowo sama sekali tidak anti-kritik.<\/p>\n<p>Said Didu menyoroti pola oligarki yang selama ini merusak tatanan negara\u2014mulai dari memengaruhi legislasi, penguasaan konsesi tambang, hingga dominasi di sektor perbankan dan pasar modal.<\/p>\n<p>Ia mengutip data bahwa sekitar 60 oligark kini menguasai kekayaan nasional di tengah meningkatnya angka kemiskinan.<\/p>\n<p>&#8220;Sepuluh orang terkaya, kekayaannya naik tiga kali lipat, tapi kemiskinan juga naik tiga kali lipat. Ini perampokan,&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>Dengan pertemuan ini, publik kini melihat peta politik baru: kolaborasi antara komitmen kekuasaan dari dalam dan tekanan moral dari luar untuk satu target yang sama, yakni menumbangkan dominasi elit kecil yang mengangkangi kepentingan nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktivis yang juga eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengungkap isi pertemuannya selama lebih dari empat jam dengan Presiden Prabowo Subianto dalam program Rosi di Kompas TV<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":491190,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[13104,30488,274908,368225,368226,68,1420,2081,5300],"series":[],"class_list":["post-491189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-oligarki","tag-said-didu","tag-berita","tag-rosi","tag-kompas-tv","tag-headline","tag-peristiwa","tag-prabowo-subianto","tag-prabowo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/491189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=491189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/491189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/491190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=491189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=491189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=491189"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=491189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}