{"id":491607,"date":"2026-02-16T22:45:00","date_gmt":"2026-02-16T15:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/16\/jokowi-dianggap-sedang-cuci-tangan-biar-tangan-kotornya-terlihat-bersih\/"},"modified":"2026-02-17T02:42:18","modified_gmt":"2026-02-16T19:42:18","slug":"jokowi-dianggap-sedang-cuci-tangan-biar-tangan-kotornya-terlihat-bersih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/16\/jokowi-dianggap-sedang-cuci-tangan-biar-tangan-kotornya-terlihat-bersih\/","title":{"rendered":"Jokowi Dianggap Sedang &#8216;Cuci Tangan&#8217;, Biar Tangan Kotornya Terlihat Bersih"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Akademisi Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Ubedilah Badrun menyebut Presiden RI ketujuh <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> alias (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) berusaha lari dari tanggung jawab ketika bilang tak pernah mengusulkan perubahan UU <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>.<\/p>\n<p>&#8220;Jika sekarang Jokowi bilang tidak terlibat, karena itu inisiatif DPR, itu pernyataan yang bernuansa cuci tangan,&#8221; kata Kang Ubed sapaan Ubedilah Badrun melalui layanan pesan, Senin (16\/2).<\/p>\n<p>Diketahui, UU KPK direvisi pada 2019 atau ketika Jokowi masih menjabat sebagai Presiden RI.<\/p>\n<p>Banyak pihak menilai perubahan aturan itu melemahkan kemampuan lembaga antirasuah memberantas korupsi.<\/p>\n<p>Belakangan, Jokowi menyampaikan persetujuan UU KPK dikembalikan sebelum revisi pada 2019, seperti diusulkan eks ketua lembaga antirasuah Abraham Samad.<\/p>\n<p>Eks Gubernur Jakarta itu juga mengeklaim tak pernah mengusulkan revisi UU KPK ketika menjabat Presiden RI.<\/p>\n<p>Jokowi menuding revisi UU KPK pada 2019 menjadi usul DPR dan tak pernah menandatangani perubahan aturan tersebut setelah disahkan.<\/p>\n<p>Kang Ubed mengatakan Jokowi yang menjabat Presiden RI ketika revisi UU KPK dilakukan, sebenarnya menyetujui rancangan perubahan aturan itu.<\/p>\n<p>Dia bahkan menyebut Jokowi pada 2019 tidak mengeluarkan Perppu yang diusulkan akademisi dan budayawan, demi membatalkan revisi UU KPK.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi sebetulnya, Jokowi tahu UU tersebut bermasalah sejak awal, tetapi karena menguntungkan dirinya dia tidak keluarkan Perppu,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Kang Ubed menyebut publik sebaiknya tidak mudah percaya keinginan Jokowi yang setuju UU KPK dikembalikan sebelum direvisi.<\/p>\n<p>&#8220;Itu narasi yang sulit dipercaya. Inkonsistensi dan kontradiksi adalah ciri perilaku <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> Jokowi,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Kang Ubed juga berharap publik tidak mudah percaya bahwa Jokowi tak pernah mengusulkan revisi UU KPK.<\/p>\n<p>Sebab, kata dia, eks Wali Kota Solo itu pernah membuat surat ke DPR bernomor 42\/Pres\/09\/2019 tertanggal 11 September 2019 perihal penunjukan wakil pemerintah untuk membahas revisi UU KPK.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi jelas di sini Jokowi terlibat atau berkontribusi,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Toh, kata Kang Ubed, Jokowi sebenarnya turut menikmati hasil revisi UU KPK dengan merombak struktur lembaga di bawah rumpun eksekutif.<\/p>\n<p>Termasuk, lanjutnya, Jokowi mengetahui KPK membuat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menyingkirkan 58 pegawai dan penyidik lembaga antirasuah berntegritas.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi sekali lagi, itu Jokowi sedang cuci tangan agar &#8216;tangan kotor&#8217;-nya terlihat bersih,&#8221; kata Kang Ubed.<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 251px; top: 72px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akademisi Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Ubedilah Badrun menyebut Presiden RI ketujuh Joko Widodo alias (Jokowi) berusaha lari dari tanggung jawab ketika bilang tak pernah mengusulkan perubahan UU KPK<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":491608,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[13096,274908,94,242,1420,1645],"series":[],"class_list":["post-491607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-cuci-tangan","tag-berita","tag-jokowi","tag-politik","tag-peristiwa","tag-joko-widodo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/491607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=491607"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/491607\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/491608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=491607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=491607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=491607"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=491607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}