{"id":492100,"date":"2026-02-20T15:18:00","date_gmt":"2026-02-20T08:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/20\/rumah-jokowi-jadi-tembok-ratapan-solo-di-google-maps-pdip-singgung-pengkultusan\/"},"modified":"2026-02-20T15:35:27","modified_gmt":"2026-02-20T08:35:27","slug":"rumah-jokowi-jadi-tembok-ratapan-solo-di-google-maps-pdip-singgung-pengkultusan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/20\/rumah-jokowi-jadi-tembok-ratapan-solo-di-google-maps-pdip-singgung-pengkultusan\/","title":{"rendered":"Rumah Jokowi Jadi \u2018Tembok Ratapan Solo\u2019 di Google Maps, PDIP Singgung Pengkultusan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Fenomena rumah Presiden ke-7 RI, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a>, di Solo yang berubah nama menjadi &#8216;Tembok Ratapan Solo&#8217; di Google Maps mendapat sorotan dari Politikus Senior <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pdip\/\">PDIP<\/a>, Aria Bima.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PDIP tersebut menilai ekspresi publik di ruang digital merupakan bagian dari praktik demokrasi.<\/p>\n<p>\u201cApakah itu mendukung Pak <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> atau menjerumuskan Pak Jokowi, kan kita juga nggak ngerti. Tapi intinya, demokrasi itu selain terkait pemilu yang jujur dan adil, juga kebebasan berpendapat, termasuk lewat media sosial yang sudah diatur UU ITE,\u201d ujar Aria Bima kepada wartawan, Jumat, 20 Februari 2026.<\/p>\n<p>Namun demikian, Aria menyinggung bahwa dalam dinamika <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> belakangan ini masih terlihat gejala pengkultusan individu. Ia mengingatkan pola semacam itu belum tentu berdampak positif bagi figur yang bersangkutan.<\/p>\n<p>Menurutnya, terjadi pergeseran perilaku pemilih, terutama di kalangan generasi muda atau Gen Z. Model pengkultusan tokoh dinilai tidak lagi efektif menarik simpati.<\/p>\n<p>\u201cModel pengkultusan saya kira sudah tidak terlalu mendapatkan respons, terutama dari Gen Z. Sekarang kan tingkat ID partai saja menurun, sementara ID personal meningkat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Aria menegaskan bahwa ekspresi publik terhadap pemimpin, termasuk kepada Jokowi, kini lebih mengarah pada ukuran meritokrasi serta kejelasan visi dan misi untuk masa depan bangsa. Ia meyakini masyarakat semakin rasional dalam menilai kepemimpinan.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat bentuk-bentuk ekspresi kepada siapa pun, tidak hanya Pak Jokowi, mulai sekarang ke arah meritokrasi dan hal-hal yang menyangkut visi misi seorang pemimpin untuk bangsa ini ke depan seperti apa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Aria mewanti-wanti bahaya pengkultusan berlebihan di media sosial. Dalam istilah Jawa, ia menyebut praktik itu bisa menjadi upaya \u201cmenjolomprongke\u201d atau justru menjerumuskan seseorang agar menjadi sasaran hujatan publik.<\/p>\n<p>\u201cTiba-tiba ada orang yang memberikan kultus yang begitu besar, banyak menjolomprongke\u2014orang Jawa bilang\u2014biar jadi hujatan publik. Jadi saya tidak berkomentar mengenai informasi dari media sosial kecuali berita dari media mainstream,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, kediaman mantan Presiden RI, Joko Widodo, di kawasan Sumber, Solo, memicu diskusi publik setelah titik koordinatnya di Google Maps mendadak berubah nama menjadi \u201cTembok Ratapan Solo.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Fenomena rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo yang berubah nama menjadi &#8216;Tembok Ratapan Solo&#8217; di Google Maps mendapat sorotan dari Politikus Senior PDIP, Aria Bima. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PDIP tersebut menilai ekspresi publik di ruang digital merupakan bagian dari praktik demokrasi. \u201cApakah itu mendukung Pak Jokowi atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":492101,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-492100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=492100"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492100\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/492101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=492100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=492100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=492100"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=492100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}