{"id":492216,"date":"2026-02-21T12:41:00","date_gmt":"2026-02-21T05:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/sumber-uang-ipda-purnomo-yang-dipakai-urus-ratusan-odgj-bantu-39-guru-pppk-tuban-hingga-pemulung\/"},"modified":"2026-02-21T23:01:49","modified_gmt":"2026-02-21T16:01:49","slug":"sumber-uang-ipda-purnomo-yang-dipakai-urus-ratusan-odgj-bantu-39-guru-pppk-tuban-hingga-pemulung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/sumber-uang-ipda-purnomo-yang-dipakai-urus-ratusan-odgj-bantu-39-guru-pppk-tuban-hingga-pemulung\/","title":{"rendered":"Sumber Uang Ipda Purnomo yang Dipakai Urus Ratusan ODGJ, Bantu 39 Guru PPPK Tuban hingga Pemulung"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Sosok <a title=\"Ipda Purnomo\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ipda-purnomo\/\">Ipda Purnomo<\/a> (46) terus menjadi sorotan karena sederet aksi kemanusiaan yang selalu ia bagikan melalui akun media sosial pribadinya.<\/p>\n<p>Pak Pur-sapaan akrab Ipda Purnomo diketahui merupakan pemilik Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang berfokus mengurus dan merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).<\/p>\n<p>Menurut info yang dihimpun SURYA.CO.ID, yayasan milik Pak Pur sudah merawat ratusan ODGJ.<\/p>\n<p>Baru-baru ini, sosok Ipda Purnomo viral karena membantu 39 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang kontraknya tak diperpanjang oleh pemerintah setempat.<\/p>\n<p>Selain itu, ia juga baru saja membantu seorang ibu yang bekerja sebagai pemulung di Lamongan.<\/p>\n<p>Di balik aksi tersebut, muncul pertanyaan: bagaimana awal mula Ipda Purnomo terjun ke aksi sosial dan dari mana sumber dananya?<\/p>\n<h3>Iba Lihat ODGJ Tak Terurus<\/h3>\n<p>Ipda Purnomo menceritakan awal mula dirinya membantu ODGJ, khususnya yang berada di Lamongan<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya itu, saat saya masih dinas di Polsek Babat, dan jadi Bhabinkamtibmas di Kelurahan Banaran.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Melihat ada ODGJ keliaran jadi kasihan, makanya muncul inisiatif menolongnya,&#8221; kata Pak Pur, Minggu (1\/2\/2026), dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.<\/p>\n<p>Berawal dari situlah, Ipda Purnomo mulai &#8216;ketagihan&#8217;.<\/p>\n<p>Baca juga: Sosok Ipda Purnomo yang Bagikan Rp 11,7 Juta Untuk Bantu 39 Guru PPPK di Tuban yang Diputus Kontrak<\/p>\n<p>Beruntung, kebaikannya itu mendapat dukungan dari sang istri, Lilik Ika Wahyuni (45).<\/p>\n<p>&#8220;Bulan Maret besok itu, tahun kesembilan (menekuni menolong ODGJ), yayasan masuk tahun kelima.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Istri mendukung, saat awal itu sampai ikut memandikan ODGJ yang saya bawa pulang ke rumah,&#8221; katanya.<\/p>\n<h3>Pakai Uang Pribadi<\/h3>\n<p>Guna menolong dan merawat para ODGJ, Pak Pur rela merogoh kocek sendiri yang berasal dari\u00a0 tunjangan sebagai anggota Kepolisian.<\/p>\n<p>Di balik aksi baiknya, Ipda Purnomo mengaku kerap mengalami masalah yakni sikap para ODGJ yang meresahkan tetangga.<\/p>\n<p>Dia lantas berinisiatif membawa ODGJ tersebut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sembari terus mencari keluarganya memanfaatkan media sosial (medsos) Facebook.<\/p>\n<p>&#8220;Oleh pihak rumah sakit ditolak, karena enggak ada KTP keluarga.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian saya ditawari, agar ditaruh di yayasan swasta dengan biaya Rp 3,5 juta per bulan.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Saya langsung dimarahi sama istri,&#8221; kenang Pak Pur.<\/p>\n<h3>Dirikan Yayasan<\/h3>\n<p>Dari pengalaman tersebut, Pak Pur memutuskan untuk mendirikan Yayasan Berkas Sinar Abadi yang eksis hingga kini.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian, istri usul kepada saya agar bikin sendiri (mendirikan yayasan),&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pak Pur pun membulatkan tekad mendirikan yayasan, dengan terlebih dulu meminta izin kepada Bupati Lamongan.<\/p>\n<p>Termasuk, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Lamongan.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya itu disuruh ikut bernaung di bawah Dinas Kesehatan karena merawat ODGJ butuh obat.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tapi, karena tidak sekadar obat dan butuh keperluan lain yang dibutuhkan ODGJ, maka disarankan untuk ikut Dinas Sosial,&#8221; ujar Pak Pur.<\/p>\n<p>Pemasukan Tambahan dari Youtube<\/p>\n<p>Untuk mengelola yayasan yang kini merawat sebanyak 395 ODGJ, Pak Pur mendapat bantuan dari beberapa pihak.<\/p>\n<p>Ia juga mendapat tambahan pemasukan dari hasil konten Youtube.<\/p>\n<p>&#8220;Saya itu sedih namun bahagia. Sedih ketika melihat ODGJ dipasung seperti di Blitar, yang hendak saya ajak tapi ibunya menolak.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Namun bahagia, ketika anak itu akhirnya sembuh dan memeluk ibunya saat dijemput di Lamongan,&#8221; kata Pak Pur.<\/p>\n<h3>Rogoh Kocek Rp 11,7 Juta Bantu 39 Guru PPPK<\/h3>\n<p>Pada Rabu (18\/2\/2026) lalu, Ipda Purnomo menyerahkan uang sejumlah Rp 11,7 juta, yang kemudian dibagikan kepada 39 guru PPPK Tuban yang kontraknya tak diperpanjang.<\/p>\n<p>Bantuan ini merupakan bentuk empati serta dukungan moral agar para tenaga pendidik tersebut tetap semangat meski berada di tengah masa sulit.<\/p>\n<p>Ipda Purnomo mengatakan, aksi sosial itu dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga dengan bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada mereka. Dan bisa untuk membeli kebutuhan masuk bulan puasa ini,&#8221; kata Purnomo kepada SURYA.CO.ID, Rabu (18\/2\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk generasi penerus bangsa sehingga sudah selayaknya mendapat perhatian bersama ketika mengalami kesulitan.<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah hari ini saya serahkan apresiasi ke pada 39 guru yang tidak diperpanjang\u00a0 SK mengajarnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Bantuan apresiasi diberikan untuk kebutuhan persiapan bulan Romadan diterimakn kepada Lilik Rri Hidayati yang mewakili 39 teman yang tertimpa musibah putus kontrak PPPK sebagai tenaga pendidik.<\/p>\n<p>\u201cSemoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus berkarya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h3>Bantu Pemulung<\/h3>\n<p>Selain itu, Ipda Purnomo juga membantu seorang pemulung bernama Muntama (56), warga Desa Suci, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.<\/p>\n<p>Pertemuan keduanya terjadi ketika Ipda Purnomo tengah berkendara.<\/p>\n<p>Ia melihat seorang ibu memikul karung berisi rongsokan. Tanpa ragu, Ipda Purnomo menawarkan bantuan dengan mengantarkan pulang.<\/p>\n<p>Tak hanya mengantar pulang, polisi tersebut juga memberikan sejumlah uang agar\u00a0 Muntama bisa segera membeli kebutuhan pokok di rumanya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya terenyuh dan saya beri Rp 1 juta untuk belanja keperluan selama Ramadan,&#8221; kata Purnomo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sosok Ipda Purnomo (46) terus menjadi sorotan karena sederet aksi kemanusiaan yang selalu ia bagikan melalui akun media sosial pribadinya.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":492217,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"ipda purnomo","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[104853,274908,368438,68,1420],"series":[],"class_list":["post-492216","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-odgj","tag-berita","tag-ipda-purnomo","tag-headline","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=492216"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492216\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/492217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=492216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=492216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=492216"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=492216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}