{"id":492280,"date":"2026-02-21T23:50:40","date_gmt":"2026-02-21T16:50:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=492280"},"modified":"2026-02-21T23:56:31","modified_gmt":"2026-02-21T16:56:31","slug":"tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/","title":{"rendered":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS"},"content":{"rendered":"<p><span class=\"dropcap\">M<\/span>ANAJEMEN jaminan kesehatan nasional sedang berada di titik nadir. Keputusan pemerintah untuk menonaktifkan sekitar 11 juta peserta <a title=\"Penerima Bantuan Iuran\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/penerima-bantuan-iuran\/\">Penerima Bantuan Iuran<\/a> (<a title=\"PBI\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pbi\/\">PBI<\/a>) pada awal tahun 2026 bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah &#8220;pembunuhan karakter&#8221; terhadap hak konstitusional rakyat miskin.<\/p>\n<p>Di tengah anggaran kesehatan yang membengkak, efisiensi yang dilakukan <a title=\"BPJS Kesehatan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/bpjs-kesehatan\/\">BPJS Kesehatan<\/a> justru memicu kekacauan sosial yang masif.<\/p>\n<h3>Anomali Februari: Ketika Negara Abai pada Pasien Kritis<\/h3>\n<p>Berdasarkan laporan investigasi <i>Tempo<\/i> dan <i>Kompas TV<\/i>, lonjakan penonaktifan peserta PBI pada Februari 2026 mencapai angka yang tidak masuk akal dalam sejarah jaminan sosial Indonesia.<\/p>\n<p>Menteri Keuangan <a title=\"Purbaya Yudhi Sadewa\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/purbaya-yudhi-sadewa\/\">Purbaya Yudhi Sadewa<\/a> mengakui adanya &#8220;<em>efek kejut<\/em>&#8221; akibat transisi data yang dipaksakan.<\/p>\n<ul>\n<li><b>Data Riil vs Data di atas Kertas:<\/b> Jika biasanya pemutakhiran data hanya mengeliminasi kurang dari 1 juta jiwa, angka 11 juta ini setara dengan populasi satu provinsi besar.<\/li>\n<li><b>Kejadian di Lapangan:<\/b> Laporan <i>Tempo<\/i> menyoroti kasus di berbagai RSUD, di mana pasien cuci darah (<em>hemodialisis<\/em>) mendapati kartu mereka tidak aktif saat hendak melakukan tindakan rutin. Tanpa pemberitahuan, mereka dipaksa beralih ke jalur mandiri atau pulang tanpa pengobatan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Disfungsi ini menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan dan Kementerian Sosial gagal membangun sistem mitigasi.<\/p>\n<p>Negara seolah-olah lebih mementingkan angka-angka fiskal dibandingkan denyut nadi rakyatnya.<\/p>\n<h3>Belajar dari Aceh: JKA sebagai &#8220;Khitah&#8221; Jaminan Kesehatan Indonesia<\/h3>\n<p>Untuk memahami betapa melencengnya sistem kita saat ini, kita harus menengok ke belakang, ke sebuah provinsi di ujung barat Indonesia: <strong>Aceh<\/strong>.<\/p>\n<p>Pada tahun 2010, Gubernur Aceh saat itu, Irwandi Yusuf, memprakarsai Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Ini adalah revolusi medis pertama di Indonesia sebelum adanya BPJS.<\/p>\n<ul>\n<li><b>Filosofi Tanpa Sekat:<\/b> Irwandi Yusuf percaya bahwa kesehatan adalah hak yang melekat pada kewarganegaraan, bukan pada status ekonomi. Cukup dengan KTP atau KK Aceh, warga bisa berobat gratis. Tidak ada istilah &#8220;kuota PBI&#8221; yang terbatas; selama dia warga Aceh, dia dilindungi.<\/li>\n<li><b>Model Nasional yang Terdistorsi:<\/b> Keberhasilan JKA inilah yang menjadi basis bagi lahirnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, dalam perjalanannya, semangat inklusivitas JKA dikorupsi oleh logika akuntansi. JKN yang sekarang lebih mirip asuransi komersial berbaju jaminan sosial, di mana rakyat yang paling lemah justru paling mudah &#8220;dibuang&#8221; dari sistem jika data mereka dianggap bermasalah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika Aceh dengan anggaran terbatas bisa meng-cover seluruh warganya, mengapa negara dengan anggaran kesehatan Rp247,3 triliun justru harus membuang 11 juta rakyatnya?<\/p>\n<h3>Komparasi Global: Mengapa Eropa Lebih Manusiawi?<\/h3>\n<p>Indonesia sering kali membandingkan diri dengan negara maju, namun dalam pengelolaan jaminan kesehatan, kita masih tertinggal dalam aspek kemanusiaan. Mari kita bedah sistem terbaik di Eropa sebagai cermin:<\/p>\n<h4><b>A. Sistem Beveridge (Inggris &#8211; NHS)<\/b><\/h4>\n<p>Di Inggris, kesehatan adalah layanan publik murni yang didanai pajak. Tidak ada istilah &#8220;kepesertaan aktif atau tidak aktif&#8221; bagi warga negara.<\/p>\n<p>Selama Anda adalah penduduk, Anda berhak mendapatkan layanan. Tidak ada birokrasi verifikasi data kemiskinan setiap bulan yang berisiko memutus layanan di tengah jalan.<\/p>\n<h4><b>B. Sistem Bismarck (Jerman &amp; Perancis)<\/b><\/h4>\n<p>Jerman menggunakan sistem asuransi sosial wajib, namun dengan perlindungan berlapis. Di sana, negara menjamin bahwa transisi data tidak boleh menghentikan pelayanan medis.<\/p>\n<p>Jika ada sengketa data, layanan kesehatan <i>tetap diberikan terlebih dahulu<\/i>, sementara urusan administratif diselesaikan di belakang layar antara lembaga asuransi dan negara.<\/p>\n<p>Di Indonesia? Layanan dihentikan dulu, rakyat disuruh mengurus data kemudian\u2014sebuah logika yang menjungkirbalikkan kemanusiaan.<\/p>\n<h4><b>C. Skandinavia (Swedia &amp; Norwegia)<\/b><\/h4>\n<p>Negara-negara ini menerapkan <i>Universal Health Coverage<\/i> yang sejati. Mereka tidak memilah-milah rakyatnya ke dalam kotak &#8220;PBI&#8221; atau &#8220;Non-PBI&#8221; secara kaku yang berisiko menimbulkan diskriminasi layanan.<\/p>\n<p>Pengelolaan data mereka terintegrasi secara sempurna dengan sistem kependudukan, sehingga tidak ada cerita &#8220;salah hapus&#8221; karena sistem di sana bersifat proaktif, bukan reaktif seperti di Indonesia.<\/p>\n<h3><b>Investigasi Tempo: Borok di Balik Layar DTSEN<\/b><\/h3>\n<p>Laporan mendalam <i>Majalah Tempo<\/i> mengungkap bahwa implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dilakukan secara prematur.<\/p>\n<p>Ada beberapa temuan kritis yang perlu digarisbawahi:<\/p>\n<ul>\n<li><b>Vulnerability Gap:<\/b> Sistem DTSEN menggunakan algoritma yang sering kali tidak sensitif terhadap dinamika ekonomi warga kelas bawah. Seorang warga bisa dianggap &#8220;mampu&#8221; hanya karena memiliki sepeda motor tua, tanpa melihat beban kesehatan kronis yang ia tanggung.<\/li>\n<li><b>Ego Sektoral:<\/b> <i>Tempo<\/i> menyebut adanya &#8220;<em>pingpong tanggung jawab<\/em>&#8221; antara Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah. BPJS bertindak sebagai operator yang &#8220;hanya menerima data&#8221;, sementara Kemensos terjebak pada validasi administratif yang lamban di tingkat desa.<\/li>\n<li><b>Kegagalan Verifikasi Faktual:<\/b> Data yang masuk ke pusat sering kali tidak melalui verifikasi lapangan yang jujur. Akibatnya, terjadi fenomena <i data-path-to-node=\"12,2,0\" data-index-in-node=\"141\">inclusion &amp; exclusion error<\/i>: orang kaya tetap dapat subsidi, sementara orang miskin terdepak karena kesalahan NIK atau administrasi domisili.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Melacak Akar: Dari Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) Menuju JKN<\/b><\/h3>\n<p>Untuk memahami mengapa penghapusan 11 juta peserta ini adalah sebuah kemunduran besar, kita harus menengok sejarah Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Model jaminan kesehatan gratis semesta (<em>Universal Health Coverage<\/em>) di Indonesia sejatinya diprakarsai di Serambi Mekkah.<\/p>\n<h4><b>Warisan Irwandi Yusuf<\/b><\/h4>\n<p>Dikutip dari berbagai media di Aceh seperti <i data-path-to-node=\"17\" data-index-in-node=\"44\">Serambi Indonesia<\/i> dan media nasional, JKA yang diluncurkan oleh mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada tahun 2010 adalah pionir jaminan kesehatan gratis tanpa syarat yang rumit.<\/p>\n<ul>\n<li><b>Filosofi JKA:<\/b> Irwandi Yusuf kala itu berprinsip bahwa &#8220;<strong>Rakyat tidak boleh takut sakit<\/strong>.&#8221; Hanya dengan membawa KTP atau KK Aceh, warga berhak mendapatkan layanan medis kelas satu tanpa perlu memikirkan premi.<\/li>\n<li><b>Model bagi Nasional:<\/b> Keberhasilan JKA yang meng-<em>cover<\/em> seluruh rakyat Aceh tanpa kecuali menjadi inspirasi lahirnya UU BPJS dan sistem JKN secara nasional.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><b data-path-to-node=\"19\" data-index-in-node=\"0\">Kontradiksi Masa Kini<\/b><\/h4>\n<p>Ironisnya, sistem JKN yang sekarang justru jauh dari semangat awal JKA. Sementara JKA berupaya melindungi seluruh warga (<em>Universal<\/em>), manajemen BPJS saat ini justru terkesan mencari-cari alasan untuk memangkas jumlah peserta demi menjaga kesehatan keuangan lembaga.<\/p>\n<p>Penghapusan 11 juta PBI adalah pengkhianatan terhadap semangat &#8220;<strong>Kesehatan untuk Semua<\/strong>&#8221; yang dulu dirintis dari Aceh.<\/p>\n<h3><b>Kritik &#8220;Rugi Bandar&#8221; dan Krisis Kepercayaan Publik<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"23\">Kritik keras Menkeu bahwa pemerintah &#8220;<strong>rugi bandar<\/strong>&#8221; adalah paradoks yang menyakitkan. Anggaran kesehatan 2026 melonjak menjadi Rp247,3 triliun, namun pelayanan justru memburuk.<\/p>\n<ul>\n<li><b>Analisis Drone Emprit:<\/b> Sentimen negatif publik yang mencapai 79,5% menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi percaya pada janji transformasi digital pemerintah. Narasi &#8220;bisnis negara dengan rakyat&#8221; menjadi sangat kuat di media sosial.<\/li>\n<li><b>Ketidakadilan Fiskal:<\/b> Publik membandingkan pemangkasan subsidi kesehatan rakyat kecil dengan besarnya subsidi untuk sektor lain atau proyek infrastruktur yang dianggap tidak mendesak.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Analisis Data: Perbandingan Pengelolaan PBI<\/b><\/h3>\n<table style=\"width: 100%;\" data-path-to-node=\"27\">\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Aspek<\/strong><\/td>\n<td><strong>Era Keemasan (Inspirasi JKA)<\/strong><\/td>\n<td><strong>Krisis Februari 2026<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\"><b>Prinsip Dasar<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\">Inklusif (Semua ter-cover)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\">Eksklusif (Tepat sasaran semu)<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\"><b>Beban Rakyat<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\">Tanpa syarat administratif rumit<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\">Terjebak dalam &#8220;Jebakan DTSEN&#8221;<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\"><b>Jumlah Penonaktifan<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\">Minimal \/ Terencana<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\"><b>11 Juta Jiwa (Mendadak)<\/b><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\"><b>Status Anggaran<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\">Efisien &amp; Berdampak Langsung<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-size: 14px;\">Tinggi (Rp247,3 T) tapi Mal-administrasi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3><b>Ancaman Kematian dan Tanggung Jawab Moral<\/b><\/h3>\n<p>Laporan <i>Media Kaltim<\/i> dan investigasi <i>Tempo<\/i> misalnya yang telah memperingatkan tentang &#8220;tsunami klaim&#8221; yang tertahan.<\/p>\n<p>Pasien gagal ginjal dan kanker yang kehilangan PBI tidak bisa menunggu proses re-aktivasi data yang memakan waktu berminggu-minggu.<\/p>\n<p>Bagi mereka, sehari tanpa pengobatan berarti maut. <a title=\"BPJS Kesehatan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/bpjs-kesehatan\/\">BPJS Kesehatan<\/a> tidak bisa lagi berlindung di balik argumen &#8220;kami hanya juru bayar&#8221;.<\/p>\n<p>Sebagai badan hukum publik, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan transisi data tidak menghentikan layanan medis.<\/p>\n<h3><b>Kembalikan Jaminan Kesehatan ke Khitahnya<\/b><\/h3>\n<p>Penghapusan 11 juta peserta PBI adalah cermin buruknya manajemen birokrasi Indonesia di tahun 2026.<\/p>\n<p>Pemerintah harus segera melakukan beberapa hal berikut:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li><b>Moratorium Penonaktifan:<\/b> Hentikan penghapusan PBI hingga verifikasi lapangan benar-benar tuntas.<\/li>\n<li><b>Audit Investigatif:<\/b> Meminta BPK untuk mengaudit proses transisi DTKS ke DTSEN yang menyebabkan kekacauan ini.<\/li>\n<li><b>Mengadopsi Kembali Semangat JKA:<\/b> Menghapus sekat-sekat administratif yang menghalangi orang miskin mendapatkan haknya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Negara tidak boleh berhitung untung-rugi dalam urusan nyawa.<\/p>\n<p>Jika sistem jaminan kesehatan nasional gagal melindungi yang paling lemah, maka ia telah gagal menjalankan fungsi fundamentalnya sebagai pelindung rakyat.<\/p>\n<p><a title=\"Kesehatan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kesehatan\/\">Kesehatan<\/a> adalah hak konstitusi, bukan hadiah dari birokrasi!.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492280?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":492285,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[59],"tags":[7279,91456,51645,7789,4292,326770],"series":[],"class_list":["post-492280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-in-depth","tag-bpjs","tag-irwandi-yusuf","tag-jaminan-kesehatan-aceh","tag-jka","tag-kesehatan","tag-purbaya-yudhi-sadewa"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t\n\t<meta name=\"description\" content=\"Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\"\/>\n\t<meta name=\"p:domain_verify\" content=\"589a976c546e720e3c097582d1f4946f\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"bpjs,irwandi yusuf,jaminan kesehatan aceh,jka,kesehatan,purbaya yudhi sadewa,in-depth\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO Pro (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/02\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/02\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-21T16:50:40+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-21T16:56:31+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/02\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu baca\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/in-depth\\\/#listItem\",\"name\":\"IN-DEPTH\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/in-depth\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"IN-DEPTH\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/in-depth\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#listItem\",\"name\":\"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"name\":\"Beranda\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/in-depth\\\/#listItem\",\"name\":\"IN-DEPTH\"}}]},{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#newsarticle\",\"name\":\"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS\",\"headline\":\"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg\",\"width\":1200,\"height\":800,\"caption\":\"Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Gambar Gedung BPJS Kesehatan di Jakarta. FOTO\\\/Kolase untuk HAI. \\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"datePublished\":\"2026-02-21T23:50:40+07:00\",\"dateModified\":\"2026-02-21T23:56:31+07:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"IN-DEPTH, bpjs, irwandi yusuf, jaminan kesehatan aceh, JKA, kesehatan, purbaya yudhi sadewa\",\"dateline\":\"Dipublish pada Februari 21, 2026.\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"email\":\"desk.harianaceh@gmail.com\",\"telephone\":\"+628972920416\",\"foundingDate\":\"2013-06-10\",\"numberOfEmployees\":{\"@type\":\"QuantitativeValue\",\"value\":10},\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/logo-hai-312x55-1.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#organizationLogo\",\"width\":312,\"height\":55,\"caption\":\"Logo Harian Aceh Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.x.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianaceh.indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/harianacehindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tumblr.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.twitter.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianacehindonesia\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.pinterest.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\",\"https:\\\/\\\/harianacehindonesia.tumblr.com\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\",\"https:\\\/\\\/www.threads.com\\\/@harianaceh.indonesia\"]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/\",\"name\":\"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS\",\"description\":\"Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#mainImage\",\"width\":1200,\"height\":800,\"caption\":\"Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Gambar Gedung BPJS Kesehatan di Jakarta. FOTO\\\/Kolase untuk HAI. \\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2026\\\/02\\\/21\\\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2026-02-21T23:50:40+07:00\",\"dateModified\":\"2026-02-21T23:56:31+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t\r\n\t\t<title>Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS<\/title>\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS","description":"Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.","canonical_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"bpjs,irwandi yusuf,jaminan kesehatan aceh,jka,kesehatan,purbaya yudhi sadewa,in-depth","webmasterTools":{"p:domain_verify":"589a976c546e720e3c097582d1f4946f","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/in-depth\/#listItem","name":"IN-DEPTH"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/in-depth\/#listItem","position":2,"name":"IN-DEPTH","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/in-depth\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#listItem","name":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","name":"Beranda"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#listItem","position":3,"name":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/in-depth\/#listItem","name":"IN-DEPTH"}}]},{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#newsarticle","name":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS","headline":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS","author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/02\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg","width":1200,"height":800,"caption":"Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Gambar Gedung BPJS Kesehatan di Jakarta. FOTO\/Kolase untuk HAI. \u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto"},"datePublished":"2026-02-21T23:50:40+07:00","dateModified":"2026-02-21T23:56:31+07:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#webpage"},"articleSection":"IN-DEPTH, bpjs, irwandi yusuf, jaminan kesehatan aceh, JKA, kesehatan, purbaya yudhi sadewa","dateline":"Dipublish pada Februari 21, 2026."},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","email":"desk.harianaceh@gmail.com","telephone":"+628972920416","foundingDate":"2013-06-10","numberOfEmployees":{"@type":"QuantitativeValue","value":10},"logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/04\/logo-hai-312x55-1.png","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#organizationLogo","width":312,"height":55,"caption":"Logo Harian Aceh Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.x.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianaceh.indonesia\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/id.pinterest.com\/harianacehindonesia\/","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia\/","https:\/\/www.tumblr.com\/harianaceh","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Redaksi"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.twitter.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianacehindonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/www.pinterest.com\/harianaceh","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia","https:\/\/harianacehindonesia.tumblr.com","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social","https:\/\/www.threads.com\/@harianaceh.indonesia"]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#webpage","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/","name":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS","description":"Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/02\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#mainImage","width":1200,"height":800,"caption":"Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Gambar Gedung BPJS Kesehatan di Jakarta. FOTO\/Kolase untuk HAI. \u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/#mainImage"},"datePublished":"2026-02-21T23:50:40+07:00","dateModified":"2026-02-21T23:56:31+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id","og:type":"article","og:title":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS","og:description":"Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.","og:url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/","og:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/02\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg","og:image:secure_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/02\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg","og:image:width":1200,"og:image:height":800,"article:published_time":"2026-02-21T16:50:40+00:00","article:modified_time":"2026-02-21T16:56:31+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","article:author":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@harianacehcoid","twitter:title":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS","twitter:description":"Skandal penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS 2026 picu krisis kemanusiaan. Hak sehat rakyat miskin terampas akibat kacaunya transisi data.","twitter:creator":"@harianacehcoid","twitter:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/02\/Mantan-Gubernur-Aceh-Irwandi-Yusuf-dan-Gambar-Gedung-BPJS-Kesehatan-di-Jakarta.jpg","twitter:label1":"Ditulis oleh","twitter:data1":"Redaksi","twitter:label2":"Estimasi waktu baca","twitter:data2":"6 menit"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"492280","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"bpjs","score":82},"additional":[{"keyphrase":"BPJS Kesehatan","score":76},{"keyphrase":"jka","score":78},{"keyphrase":"jaminan kesehatan aceh","score":78},{"keyphrase":"irwandi yusuf","score":78},{"keyphrase":"kesehatan","score":76}]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"Article","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"seo_analyzer_scan_date":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":true,"reviewed_by":"0","ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2026-02-21 16:32:04","updated":"2026-09-15 21:14:46","focus_keyword":"bpjs","additional_keywords":[{"word":"BPJS Kesehatan","score":76,"items":{"introductionKeyword":{"score":9},"keyphraseLength":{"score":9},"keyphraseDensity":{"score":9},"functionWordsInKeyphrase":{"score":9},"textCompetingLinks":{"score":2},"imageKeyphrase":{"score":3}}},{"word":"jka","score":78,"items":{"introductionKeyword":{"score":3},"keyphraseLength":{"score":9},"keyphraseDensity":{"score":9},"functionWordsInKeyphrase":{"score":9},"textCompetingLinks":{"score":9},"imageKeyphrase":{"score":3}}},{"word":"jaminan kesehatan aceh","score":78,"items":{"introductionKeyword":{"score":3},"keyphraseLength":{"score":9},"keyphraseDensity":{"score":9},"functionWordsInKeyphrase":{"score":9},"textCompetingLinks":{"score":9},"imageKeyphrase":{"score":3}}},{"word":"irwandi yusuf","score":78,"items":{"introductionKeyword":{"score":3},"keyphraseLength":{"score":9},"keyphraseDensity":{"score":9},"functionWordsInKeyphrase":{"score":9},"textCompetingLinks":{"score":9},"imageKeyphrase":{"score":3}}},{"word":"kesehatan","score":76,"items":{"introductionKeyword":{"score":9},"keyphraseLength":{"score":9},"keyphraseDensity":{"score":9},"functionWordsInKeyphrase":{"score":9},"textCompetingLinks":{"score":2},"imageKeyphrase":{"score":3}}}],"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\" title=\"Beranda\">Beranda<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/in-depth\/\" title=\"IN-DEPTH\">IN-DEPTH<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\tTragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS\n<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Beranda","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id"},{"label":"IN-DEPTH","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/in-depth\/"},{"label":"Tragedi Kemanusiaan di Balik Statistik: Bedah Tuntas Skandal Penghapusan 11 Juta Peserta PBI BPJS","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/21\/tragedi-kemanusiaan-di-balik-statistik-bedah-tuntas-skandal-penghapusan-11-juta-peserta-pbi-bpjs\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=492280"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492280\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/492285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=492280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=492280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=492280"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=492280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}