{"id":492995,"date":"2026-02-25T17:50:59","date_gmt":"2026-02-25T10:50:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=492995"},"modified":"2026-02-25T17:50:59","modified_gmt":"2026-02-25T10:50:59","slug":"sujud-terakhir-di-rumah-allah-kisah-istiqamah-kakek-safari-yang-menyentuh-hati-jamaah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/25\/sujud-terakhir-di-rumah-allah-kisah-istiqamah-kakek-safari-yang-menyentuh-hati-jamaah\/","title":{"rendered":"Sujud Terakhir di Rumah Allah: Kisah Istiqamah Kakek Safari yang Menyentuh Hati Jamaah"},"content":{"rendered":"<p><strong>ACEH BESAR<\/strong> &#8211; Malam Ramadhan itu berlangsung seperti biasanya di Masjid Baitul Maghfirah, Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada. Jamaah baru saja menunaikan shalat tarawih. Suasana masjid tenang, hanya terdengar bisik doa dan langkah jamaah yang merapikan saf untuk melaksanakan shalat witir.<\/p>\n<p>Di antara barisan jamaah, berdiri seorang lelaki tua yang sudah sangat akrab bagi warga. Tubuhnya renta, langkahnya pelan, namun hampir tak pernah absen dari masjid. Ia dikenal dengan panggilan hangat: Kakek Safari.<\/p>\n<p>Tak seorang pun menyangka, malam itu menjadi sujud terakhirnya.<\/p>\n<p>Pada rakaat pertama shalat witir, Kakek Safari menghadap Sang Khalik. Ia berpulang dalam keadaan shalat, di rumah Allah, pada malam bulan Ramadhan. Kepergiannya membuat jamaah terdiam\u2014duka bercampur haru menyelimuti masjid yang selama ini menjadi saksi istiqamah hidupnya.<\/p>\n<p>Kisah kehidupan Kakek Safari dituturkan oleh Muhammad Yani, S.Pd.I., M.Ag., Ketua Bidang Ibadah dan Pengajian DKM Masjid Baitul Maghfirah Paya Tieng, yang selama ini menyaksikan langsung keseharian almarhum.<\/p>\n<p>\u201cKami hampir selalu melihat beliau di masjid. Datang lebih awal, duduk tenang menunggu iqamah, lalu shalat tanpa banyak bicara,\u201d ujar Muhammad Yani mengenang.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat sekitar, Kakek Safari bukan tokoh besar. Ia hanyalah pekerja sederhana yang mencari nafkah dengan becak angkut barang. Namun justru kesederhanaannya itulah yang meninggalkan kesan mendalam.<\/p>\n<p>Setiap azan berkumandang, terutama magrib, isya, dan subuh, ia berjalan menyusuri jalan ateung tuha menuju masjid. Sementara pada waktu dhuhur dan ashar, ia menunaikan shalat di menasah Gampong Baro atau Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, menyesuaikan dengan lokasi tempatnya bekerja.<\/p>\n<p>Menurut Muhammad Yani, almarhum dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan memiliki semangat belajar yang tinggi dalam urusan ibadah.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada amalan yang belum ia pahami, beliau akan bertanya. Setelah itu langsung dipraktikkan. Lisannya lembut dan tidak pernah menyakiti orang lain,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kakek Safari tidak dikenal sebagai pemberi ceramah atau sosok yang menonjolkan diri. Namun keteladanannya hadir melalui kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus: menjaga shalat berjamaah.<\/p>\n<p>Kepergiannya menjadi pengingat yang kuat bagi jamaah tentang makna istiqamah. Banyak yang merasa seakan dinasihati tanpa kata-kata.<\/p>\n<p>Sering kali manusia memohon husnul khatimah dalam doa-doanya. Namun kisah Kakek Safari mengajarkan bahwa akhir kehidupan sejatinya adalah cerminan dari kebiasaan yang dijalani sepanjang hidup. Mereka yang akrab dengan masjid, mungkin akan dipanggil dalam keadaan yang sama.<\/p>\n<p>\u201cBeliau bukan orang berada, tapi sangat kaya dalam amal,\u201d tambah Muhammad Yani.<\/p>\n<p>Air mata jamaah yang mengiringi kepergiannya bukan hanya karena kehilangan, tetapi juga karena rasa haru dan kekaguman. Tidak semua orang diberi kesempatan menutup hidup dalam ibadah, terlebih dalam sujud di rumah Allah.<\/p>\n<p>Di tengah kehidupan modern yang sering membuat manusia sibuk mengejar dunia, sosok Kakek Safari menghadirkan pelajaran sederhana namun mendalam: kemuliaan tidak selalu lahir dari jabatan atau kekayaan, melainkan dari langkah kecil yang istiqamah menuju kebaikan.<\/p>\n<p>Kisahnya kini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa bekal pulang bukanlah apa yang dikumpulkan selama hidup, melainkan amal yang dijaga dengan ikhlas.<\/p>\n<p>Barangkali, tanpa disadari, Kakek Safari telah meninggalkan dakwah paling kuat\u2014dakwah melalui keteladanan hidup.<\/p>\n<p>Dan malam itu, di antara saf shalat witir, seorang hamba menutup perjalanan dunianya dengan cara yang diimpikan banyak orang: dalam sujud, saat jaraknya dengan Allah begitu dekat.<\/p>\n<p>Sebab pada akhirnya, tak seorang pun tahu, sujud yang mana akan menjadi sujud terakhirnya. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH BESAR &#8211; Malam Ramadhan itu berlangsung seperti biasanya di Masjid Baitul Maghfirah, Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada. Jamaah baru saja menunaikan shalat tarawih. Suasana masjid tenang, hanya terdengar bisik doa dan langkah jamaah yang merapikan saf untuk melaksanakan shalat witir. Di antara barisan jamaah, berdiri seorang lelaki tua yang sudah sangat akrab bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":492999,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[65],"tags":[327514,368549,368550],"series":[],"class_list":["post-492995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-islam","tag-gampong-paya-tieng","tag-kisah-kakek-safari","tag-dkm-masjid"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=492995"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/492995\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/492999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=492995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=492995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=492995"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=492995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}